Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Plong Is Lega

Rahasia. Rasanya tidak mungkin ada seseorang yang tidak menyimpan satu pun rahasia dalam hidupnya. Bahkan menurutku banyak yang menyimpan begitu banyak rahasia, dengan berbagai alasan. Dan tahukah kalian, terkadang diri kita akan sampai suatu batas di mana ingin sekali meluapkan rahasia supaya melegakan sedikit beban di hati. Terlebih jika rahasia yang dulu kita putuskan untuk memendamnya ini, berkaitan dengan orang lain. 

Jika rahasia ini hanya masalah diri sendiri, maka kita bisa mendiskusikannya (lebih tepatnya memohon petunjuk) kepada Tuhan saat berdoa. Sedangkan jika kita menyimpan rahasia terkait orang lain, tidak semua dari kita akan cukup merasa lega hanya dengan menceritakan rahasia itu kepada Tuhan. Inilah yang mungkin membuat seseorang merasa plong saat satu saja rahasia hidupnya dapat dibagi dengan orang lain. Kita semua (orang Indonesia aja kali bu...) tahu kan, kalau plong itu artinya..... Lega ^_^.

Lega tidak selalu identik dengan happy ending, bisa juga dengan akhir yang tidak diharapkan. Tapi setidaknya saat rasa lega itu didapatkan, kita dapat melangkah lagi tanpa harus merisaukan atau menjadi galau berkepanjangan hanya karena sebuah rahasia atau sesuatu hal yang ingin (terpaksa) dirahasiakan itu.

Tidak semua orang mampu mengungkapkan isi hatinya secara terang-terangan, dan tetap memilih untuk bungkam sampai waktu yang tidak ditentukan. Silahkan bagi mereka yang benar-benar yakin mampu mengalahkan perasaannya dengan logika. Tetapi jika merasa tidak mampu, dan telah dikalahkan oleh perasaan selama bertahun-tahun, ungkapkan saja walau hanya sebagian kecil potongan dari rahasia itu.

Setidaknya perlahan perasaan yang mendominasimu itu akan mampu dinetralisir dengan logika yang sudah dikuatkan oleh fakta yang sudah terlihat. Fakta yang menegaskan bahwa tidak ada gunanya lagi tetap merisaukan rahasia itu, karena diri kita yang masih bimbang. Memutuskan mengungkap rahasia itu atau terus memendamnya. Toh, kita tidak tahu kapan Izrail menjemput. Setidaknya dengan menegaskan hati ini, membuat kita bisa mengisi sisa waktu dengan hal yang lebih baik dan penting.

Dan yang terpenting, munculnya setitik rasa lega dan kekuatan untuk meyakinkan diri untuk bisa move on (eh...). Jangan tanya apa yang membuatku sedikit lega, dan jangan penasaran juga bagaimana endingnya? Intinya yakin bisa move on -_^.



read more »

Senin, 27 Agustus 2012

Aku Tidak Hanya Aku

Sejatinya, Aku adalah Aku. Namun, tidak semua hal mencapai Aku adalah Aku. Merasa tanpa beban saat Aku benar-benar adalah Aku, bukan beliau, bukan dia, bukan mereka. Aku hanya ingin benar-benar menjadi Aku.

Namun, tidak selalu Aku adalah Aku. Terkadang Aku adalah beliau, dia, dan mereka. Tidak mengapa jika Aku adalah Kita. Tidak bisa kusangkal saat raga dan jiwa ini merasa lelah. Ya, karena Aku tidak benar-benar Aku, diriku. Berbagai cara telah kucoba, perlahan, halus, tanpa pemberontakan, dan kadang dengan sedikit pemberontakan kecil di kala genting. Namun, sepertinya itu semua sia-sia. Mungkin Aku hanya harus belajar menerima ketika Aku tidak bisa sepenuhnya perwujudan sebenarnya Aku. Bukankah tidak ada yang sempurna selain Dia Yang Maha Segalanya?

Usah hiraukan kesedihan saat Aku adalah beliau, dia, atau mereka. Karena tanpa ada beliau, dia, atau mereka, maka adanya Aku tidak ada bedanya dengan tidak adanya Aku. Ada hal yang tidak sesuai dengan harapku, inginku, pilihanku, tapi banyak hal yang akan datang sesuai kebutuhanku. Masa depan tidak hanya masalah diriku sendiri, maka Aku harus berbagi. Jadi Aku adalah Aku, beliau, dia, dan mereka.


Kutipan Puisi "AKU"
(Karya Chairil Anwar, sumber:http://en.wikipedia.org)

Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu!

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang



read more »