Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

Mengatasi Insomnia Secara Islami

Hampir semua orang tahu apa yang disebut dengan insomnia. Itu kan yang seluruh atau sebagian ingatannya hilang? Wooi, itu amnesia Neng. Insomnia merupakan keadaan di mana seseorang mengalami gangguan tidur. Sebelumnya admin blog ini pernah menulis tentang insomnia, ya walaupun hanya satu paragraf tidak jelas, karena saat itu mungkin juga sedang menjadi seorang penderita insomnia. Mau tahu tulisannya? Cap cus ke TKP gan...

Menurut kamuskesehatan.com,  Insomnia adalah gangguan di mana orang tidak mendapatkan tidur yang cukup, karena satu atau beberapa faktor. Pada siang hari, penderitanya cenderung memiliki gejala berupa: kantuk di siang hari, kelelahan, dan penurunan kewaspadaan mental. Bentuk insomnia bisa terlihat dalam hal-hal beriku: ketidakmampuan untuk tidur, ketidakmampuan tetap lelap saat tidur atau terbangun di waktu yang terlalu awal, dan belum sempat mendapat tidur yang cukup. 

Berdasarkan waktunya, dibagi menjadi dua kelompok: (1) Insomnia akut, yaitu terjadi dalam periode yang singkat; dan (2) Insomnia kronis, yang gejalanya dialami lebih lama/biasanya lebih dari satu bulan. Sedangkan menurut pemicunya, dibagi menjadi insomnia primer (tidak dapat dikaitkan dengan gangguan lain selain masalah tidur) dan insomnia sekunder (dapat ditelusuri ke sumber lain, seperti: kondisi medis, penggunaan obat-obatan, alkohol, dan gangguan mental seperti depresi berat). *Sumber: http://kamuskesehatan.com/arti/insomnia/


Jadi kurang lebih insomnia itu bisa berupa sulit memejamkan mata walau badan sudah berbaring di atas kasur, atau bisa juga tidur dalam kondisi yang jauh dari kata lelap dan mudah terbangun meski tubuh belum cukup beristirahat. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengatasi insomnia. Bagi yang sudah mengalami insomnia kronis, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan seorang ahli. Tapi jika kita merasa itu hanya karena ada hal yang menjadi beban pikiran, maka tidak ada cara lain selain berusaha menenangkan diri sendiri.

Bagaimana caranya? Agama apa pun pasti mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengingat Tuhan untuk mendapatkan ketenangan hati. Termasuk Islam, yang jumlah penganutnya terbanyak di Indonesia. Jadi salah satu cara yang patut dicoba adalah membaca wirid menjelang tidur, yang saya kutip dari sebuah buku berjudul "Fikih Wanita: Antara Tinjauan Agama & Medis" (Hj. Saidah Said dan Hj. Mufidah Umaroh Anshori, 2012). Semoga bermanfaat tidak hanya sekedar untuk mengatasi insomnia, tetapi juga menjaga kita supaya selalu dalam keadaan mengingat Allah swt, dalam bangun dan tidur, serta dalam hidup dan mati.

Bacaan wirid menjelang tidur (Berhubung tidak punya aplikasi tulisan Arab, jadi saya tulis latinnya saja.):

1. Bismillaahirrahmaanirrahiim, 21 kali

2. Surat Al-Ikhlas, 7 kali

3. Surat Al-Falaq, 7 kali

4. Surat An-Naas, 7 kali

5. Subhaanallah wal Hamdulillah wa Laa ilaahaillallahuwallahuakbar, 7 kali

6. Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa ali sayyidinaa Muhammad, 7 kali

7. Bismillaahilladzii laa yadhlurru syai'un fil ardhli wa laa fis-samaa'i wa huwas-samii'ul 'aliim, 7 kali.
read more »

Kamis, 11 Oktober 2012

MEMETIK HIKMAH

 Dear my blog (begaya nostalgia zaman ABG yang sering menulis kata-kata "Dear my diary"). Sedang merapikan file-file di laptop yang hampir empat tahun menjadi sahabat setiaku, meski sempat beberapa kali di-"operasi" karena bermasalah sama LCD-nya. Laptop yang masih setia mau bertahan hidup atas bantuan "dokter" spesialis laptop dan komputer (kalo disingkat gelarnya Sp.LK, hehe ngaco dah). Terutama penyakit yang menyerang LCD-nya akibat kesalahanku mengajak si laptop naik turun angkot, diboncengin sepeda motor dengan guncangan kecil sampai guncangan hebat, tanpa pelindung tas khusus laptop. Karena dulu berpikir sepertinya cukup deh pakai tas ransel biasa, tapi itu dulu sekarang udah ada tas khususnya kok.

Lah, jadi ceritain si laptop. Oke, kembali ke aktivitas yang tadi kulakukan, ngeberesin file-file lama di laptop. Dan sampailah pada sebuah folder bernama "Kumpulan Tulisan." Jadi itu adalah folder tempat kumenyimpan beberapa tulisan yang sempat berhasil (ada yang selesai dan ada juga yang masih ngambang karena keburu merasa buntu tapi berharap suatu saat bisa dilanjutin) kubuat untuk latihan, atau diikutsertakan dalam lomba. Lagi-lagi pasti belum pernah menang, tapi tetap berusaha menulis dan menulis lagi. Ada yang berupa fiksi atau pun non fiksi. Mulai dari sekedar curhatan dodol cewek kurang pergaulan, sedikit berimajinasi dengan puisi atau cerpen abal-abal, sampai coretan sotoy yang berusaha mengingatkan diri sendiri dan orang lain melakukan hal-hal positif.

Salah satunya adalah sebuah tulisan, kalau tidak salah tulisan ini termasuk kategori artikel. Tulisan tersebut kubuat saat masih aktif mengikuti sebuah pelatihan menulis, dimana Aku memilih peminatan artikel yang mewajibkan kami pesertanya membuat sebuah artikel setiap minggunya untuk dibedah ramai-ramai barenga mentor dan teman sesama peserta. Jadi selain dibedah artikelnya, kami juga disarankan aktif mencoba mengirimkan artikel ke media massa (terutama media cetak). Waktu itu sepertinya Aku sempat mengirimkan artikelku ke redaksi koran ternama, yang memiliki kolom artikel bernuansa islami. Tapi, sudah diduga terutama karena baru pertama buat artikel, ya tidak diterima. Maka daripada membusuk di laptop (emang buah ya bisa busuk?) maka kuputuskan membaginya di sini. Lumayan menambah postingan kan? Memang tulisannya sudah lama banget dibuatnya, tapi yang penting tetap original karya sendiri ^_*.

Selamat membaca karya seseorang yang memaksa membuat artikel ini, kritik dan saran dengan senang hati diterima oleh penulisnya.

MEMETIK HIKMAH
Kehilangan, kegagalan, kekecewaan, dan hal yang tidak kita suka dalam hidup pasti pernah dialami. Namun, ketika itu dialami seseorang seringkali menjadikannya patah semangat. Padahal tanpa semangat bagaimana mungkin hidup kita akan menjadi bahagia? Bahkan kehilangan semangat dapat menghancurkan masa depan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-isra’ ayat 83:
“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.”
Hikmah bagaikan buah yang kita petik lalu dimakan dan zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya dimanfaatkan untuk kesehatan jasmani. Hikmah segala peristiwa yang ada harus diambil, direnungi dan dijadikan pelajaran berharga sehingga kita menjadi manusia yang bijak dalam menjalani kehidupan. Hikmah dari suatu kejadian yang pernah kita alami pun dapat diceritakan kepada orang lain. Terutama untuk menghibur dan memotivasi supaya orang itu bangkit dari keterpurukan.
Kebahagiaan yang kita rasakan di dunia belum tentu adalah yang terbaik. Begitu pula kesedihan akan musibah dan penderitaan yang dirasakan belum tentu hal yang buruk untuk kita. Hanya Allah-lah yang benar-benar tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Oleh karena itu sebagai makhluk Allah SWT  sepatutnya kita menerima segala ketentuannya. Hal ini dijelaskan di dalam surat Albaqarah ayat 216:
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S Albaqarah: 216)
Selalu melihat hal positif di balik semua kejadian yang dialami, meyakini bahwa setelah kesedihan selalu ada kebahagiaan, dan yakin bahwa kejadian apapun yang menimpa, adalah yang terbaik untuk diri kita.
Mari kita jalani kehidupan dengan sabar, syukur, tawakal, ikhtiar serta selalu ber-husnudzan akan ketentuan Allah. Hal-hal tersebut dapat membuah kita lebih ikhlas menerima apa yang kita dapatkan. Melihat dan memanfaatkan buah hikmah yang dihasilkan oleh setiap peristiwa.
Pondok Cabe, 29 Maret 2009
read more »