Four months? Yeah, yesterday just 4 months. Just remember it.
read more »
Rabu, 25 Desember 2013
Selasa, 24 Desember 2013
Beda Pendapat Boleh Bukan?
Kemarin saya menghadiri suatu resepsi pernikahan di salah satu daerah yang termasuk dalam propinsi Jawa Tengah. Ada satu hal yang tidak saya setujui dari sesepuh yang saat itu menyampaikan khutbah atau ceramah berisi nasehat pernikahan.
Apa?
Sebut saja mungkin saya tidak memahami secara keseluruhan isi ceramah tersebut, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa bercampur sedikit bahasa Indonesia. Tapi yang saya tidak setujui ini yakin saya pahami dengan baik, hanya mungkin susunan kalimat yang berbeda, jelas karena saya tidak merekam bagian kalimat tersebut saat diucapkan.
Kira-kira intinya adalah anjuran agar sang istri tidak melakukan hal macam-macam, seperti selingkuh layaknya yang banyak dilakukan para wanita di kota, yang berselingkuh saat suami berada di tempat yang jauh atau sedang bepergian/kerja.
Whaattttt???
Maaf ya bapak sesepuh (yang tidak saya kenal) yang terhormat. Pelaku selingkuh bukan hanya ada di kota (maksudnya kota besar), di desa terpencil sekalipun bisa terjadi selama ada kesempatan dan orangnya merpergunakan kesempatan tersebut. Lagipula kebetulan saja anda seorang pria, jadi pesan jangan selingkuh-nya ditujukan pada istri. Kan yang tidak boleh selingkuh itu anjuran rata untuk sang suami dan juga istri. Maaf, menurut saya, justru kenapa sekarang banyak perempuan yang nekat selingkuh, itu karena mereka pernah tersakiti. Merasa dikhianati oleh para pria, yang dengan alasan halal-nya poligami, maka sebagian dari para pria itu tidak merasa bersalah saat memiliki WIL, yang apabila nantinya ada indikasi sang istri mencium hal mencurigakan, maka buru-buru mengambil jalan untuk berpoligami dengan alasan agama. Padahal berapa banyak yang benar-benar menerapkan motif dan landasan poligami murni karena anjuran agama, jika memang mampu?
Ya sudah, intinya saya hanya ingin menyuarakan bahwa kita tidak boleh menggenelarisir suatu tempat atau instansi, atau juga suku, hanya karena mengetahui oknumnya pernah melakukan hal buruk. Bukan berarti daerah yang dikenal sebagai desa/kota santri, semua penduduknya 100% aman dari perbuatan jijik (maaf saya cukup sesntitif sama perselingkuhan) yang sedang kita bahas ini. Di kota metropolitan macam Jakarta pun masih banyak para istri yang sangat setia mendampingi suaminya, bahkan meski sudah berkali-kali disakiti secara fisik atau mental oleh pasangannya. Enggak percaya? Baca saja New Catatan Hati Seorang Istri, kumpulan kisah nyata para istri tegar, yang disusun oleh Asma Nadia, dkk. #PromosiUdahMendapatkanSiramanRohaniPascaMembacanya.
Nb: Maaf jika ada pihak yang tersinggung, hanya ingin menyuarakan opini pribadi saya sebagai penulis blog.
Selasa, 17 Desember 2013
Buruk Menurut Manusia, Bisa Jadi yang Terbaik Menurut-Nya.
Mungkin kita (atau paling tidak, saya pribadi) sering bertanya-tanya, mengapa ini dan itu terjadi dalam hidup kita? Mengapa harus seperti ini, mengapa bukan sebaliknya? Dan justru seringkali semakin kita memikirkannya, semakin rumit karena jawabannya tidak dapat diketahui sesegera mungkin.
Padahal ternyata di balik setiap kejadian yang kita alami, suka atau duka, menurut kita anugerah atau musibah, itu semua sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa. Memang kadang ketika hal yang menurut kita buruk terjadi, bukan tidak mungkin sempat kesal, marah, atau kecewa. Tapi yakinlah sesuangguhnya Tuhan tidak akan memberi ujian atau cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Memang kita mungkin berpikir tidak sanggup dan tidak siap menerima ketentuan-Nya. Tapi tidak ada satu pun manusia yang benar-benar mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi cobaan, sebelum benar-benar 'terjun' menghadapi suatu masalah. Yakin saja, bahwa Tuhan sedang memberi kasih sayang lebih-Nya kepada kita, sehingga kita diberi kesempatan untuk belajar ikhlas, syukur, dan sabar, serta tetap tegar dan berusaha bangkit kembali dari keterpurukan.
Mengenai pertanyaan kita yang belum terjawab, jangan terlalu dipikirkan! Karena akan membuat semua yang sudah rumit menjadi semakin runyam. Jalani saja apa adanya, menjadi diri sendiri, dan usaha disertai berdoa memohon petunjuk kepada-Nya. Perlahan, jika memang diizinkan, suatu saat kita akan menemukan jawabannya, dalam berbagai bentuk. Yang jelas setiap kejadian memiliki hikmah di baliknya. Akan ada hal baik yang kita belum tahu akan muncul, setelah kita mengalami hal yang menurut kita buruk. Padahal segala sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik pula menurut Sang Maha Kuasa, begitu pun sebaliknya. Kadang hal buruk nan menyedihkan yang kita alami, justru adalah suatu hal yang baik untuk kita ke depannya. Be positive thinking guys! Everything happens for a reason.
Mengutip lagu yang dipopulerkan oleh Sherina semasa kecil,
".....Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir... Mengapa dunia berputar... Lihat segalanya lebih dekat... Dan kau akan mengerti..."
Senin, 16 Desember 2013
How Much My Weight Today?
Dulu sih cuek bebek aje ye setiap kali dikomentari gemuk-an atau kurus-an. Tapi kali ini aneh banget dibilang begitu, pasalnya sebelum dibilang gemuk-an ditanya dulu "Udah ngidam belum?". Kebanyakan orang bertanya demikian adalah pemilihan kalimat semi halus untuk bertanya "Udah hamil belum?".
Meskipun seperti pernah saya singgung di artikel lama saya, kalau sebenernya yang ngidam bukan cuma wanita/ibu hamil. Kenapa saya bedakan menjadi kata wanita dan ibu? Soalnya bagi mereka yang belum pernah melahirkan anak, tapi sudah hamil kan belum benar-benar jadi ibu biologis, masih berstatus wanita hamil. *Penting ga sih dibahas? hehe...
Maksud dari ngidam adalah (Menurut definisi asal alaNila), meng-idam-idam-kan atau menginginkan sesuatu yang dirasakan amat sangat ingin, sampai terlalu dipikirkan sebelum keinginan itu tercapai. Meskipun memang kadang ngidam ala mereka yang sedang mengandung, lebih unik dan kadang amat sulit diwujudkan.
Kalau tempo hari yang bertanya bukan sesepuh, maka bisa dengan santai saya bercandai saja menimpalinya. Udah dong ngidam waktu beberapa bulan lalu pengen banget makan somay setelah sekian bulan tidak menyantap jajanan favorit itu sejak SD dulu. Alhamdulillah kesampaian, tapi bukan ngidam bawaan jabang bayi, tapi pelampiasan setelah sekian bulan mengurangi makanan/komponen bahan makanan yang dapat memicu timbulnya jerawat. Biasa... Pre wedding yang bikin senewen semua pihak, apalagi urusan wajah dan tubuh calon mempelainya.
Sekian curcol malam ini, dan entah kenapa saya merindukan berdiri di atas bathroom scale buat menimbang bobot tubuh ini. *Ck..ck..ck.. Penasaran deh.
Selasa, 10 Desember 2013
Diamku Kini
Saat kebingungan itu muncul dan tidak tahu harus bersikap atau berkata apa, maka diam saja sejenak. Kadang diam membuat keadaan lebih baik, dibanding memaksa berlaku atau berkata yang nantinya memperkeruh suasana.
Aku hanya ingin diam sejenak.
Saat emosi mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan level, jangan langsung dikeluarkan! Diam sebentar saja. Barangkali masih sempat menelaah penyebabnya dan bisa menurunkan lagi level emosi tersebut. Syukur-syukur kalau suasana hati kembali gembira.
Aku hanya berdiam diri untuk sementara.
Saat tulisan lebih mampu menyentuh rasa dibandingkan suara dan mimik wajah, maka tuliskan saja dalam diam! Menulis juga salah satu cara dalam berkomunikasi, dan tidak selalu komunikasi lisan mutlak lebih baik daripada komunikasi lewat tulisan.
Biarkan aku diam dan mulai menulis untuk dunia
Mungkin dengan diamku kini, semuanya akan membaik. Semoga.
Saat hening dan sunyi dalam diam sendiri, 10 Desember 2013 (alaNila).
Sabtu, 07 Desember 2013
Isi atau Kosong?
"Gemukan ya?", "Berat badannya berapa sekarang?", "Naik berapa kilo dari berat badan sebelum nikah?"
Pertanyaan yang mulai sering ditujukan kepada para wanita yang baru menikah. Secara tidak langsung pertanyaan tersebut akan mengarah kepada kalimat-kalimat tanya berikut ini.
"Udah isi belum?", "Udah telat haid kah?", atau "Kapan nih perutnya ada 'isi'nya?"
Pertanyaan tersebut makin gencar digaungkan oleh kerabat, yang melihat pipi wanita yang ditanya, tampak chubby. Padahal bisa jadi memang dari sono-nya tembem, atau saat itu sedang mengalami sakit yang membuat pipi membengkak. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu.
Memang sih berat badan mengalami kenaikan beberapa kilogram dari berat badan sebelum melepas status lajang. Pipi pun tidak dapat dikatakan termasuk kategori tirus, apalagi bentuk wajah saya juga cenderung bulat. Namun, satu hal yang makin membuat saya terlihat menggemuk, adalah pipi yang bengkak karena ada bagian gusi yang bengkak.
Berawal dari pernyataan teman dari orang tua yang sedang bertamu ke rumah bersama seorang putrinya (dua tahun lebih dewasa dari saya, tetapi belum menikah), tentang saya yang terlihat gemukan. Lalu putri dari kerabat orang tua kami itu, secara gamblang asal nyeplos, "Udah isi ya?". @#$%^*Isi makanan kalee....
Dulu sewaktu belum menikah dan bertemu teman yang sudah menikah, merasa juga saya sering bertanya hal serupa. Tapi ternyata setelah menjadi sasaran yang ditanya, rasanya gimana gitu? Aneh dan agak risih juga. Padahal saya dan suami belum terlalu ngotot ingin cepat dapat momongan atau tidak juga menunda. Se-dikasih-nya dari Sang Maha Kuasa saja. Apalagi buat pasangan yang memang sudah lama mendambakan kehadiran bayi, pasti rasanya super BeTe ya ditanya demikian?
Curcol dikit boleh kan ya? ^_*
Kamis, 05 Desember 2013
Mewarnai Itu Asyik :)
Selalu ada sisi kekanak-kanakan dalam diri setiap individu, sekalipun pada mereka yang sudah memasuki usia dewasa. Kadang sisi kekanak-kanakan ini bisa muncul sesekali, dalam berbagai situasi, suka atau duka.
Dan tampaknya sisi kekanak-kanakan saya sedang muncul saat ini. Beberapa hari lalu membereskan tumpukan koleksi buku dibantu oleh suami, dan menemukan krayon lama milik adik sewaktu masih SD. Tiba-tiba rindu mewarnai sebuah gambar, seperti yang sangat saya sukai ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Malah satu kali saat kelas 1 atau 2 SD, saya beruntung meraih juara 2 untuk lomba mewarnai, di lingkungan dalam sekolah. Namun, sayang setelah keberuntungan pertama itu, saya tidak pernah mengasah keterampilan ini dengan berlanjut aktif di berbagai lomba mewarnai lainnya.
Perburuan gambar saya lakukan lewat Google, dan berhasil download beberapa gambar. Belum semua selesai saya beri warna, sejak kemarin sampai siang ini baru dua gambar yang berhasil saya selesaikan. Hehe, sesekali nostalgia masa kecil boleh kan? Menghibur hati dan mengontrol pikiran atau emosi negatif yang sempat hampir keluar. Hitung-hitung self therapy :). Mau coba? Silahkan....
Ini dia gambar yang sudah diberi sentuhan warna-warni alaNila ^_* (maaf lupa menyertakan link sumber gambarnya):
Minggu, 24 November 2013
Thank's God, It Was 3 Months!
Can not believe it. It was 3 months. Yeah! 3 months my status changed from single to married by a man. A man who never I thought before. A man who I met just about 3 months before our wedding, and our first meeting was no one starting our direct (verbal) introducing each other. Maybe it just called 'Shy-shy cat', or in Bahasa Indonesia the meaning is 'malu-malu kucing.' *I do not know, why an adjective of 'Shy' was analoged by a cat?
Many people around us, are shocked when received the invitation. Most of them are my school friend. Why? Because I never have a relationship with a boyfriend since elementary school until 24 years old (before engagement). And also, I was a really nerd girls with a spectacles in my face, so shy to speak with other people, and they never hear about my boyfriend before. Indonesian people called 'Jomblo', to a person who does not have a relationship with girlfriend or boyfriend. Yeah! Thank's God, I am still 'Jomblo' before my wedding.
But in the reality make me think about something, that was a fact. Now, I am not just a daughter of my parent or just a sister of a brother and a sister in my family. Now, I also a wife from a man, his name is Mr. Moh. Abdul Hakim, and his mom also become my mom too, I called her 'Ibuk', and all of his siblings are mine too. And now I have so big family.
Happy 3 months wedding day, wish Allah make us stonger to face every problems, make us always happy in this life and afterlife/eternity. Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)


