Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Selasa, 09 Juni 2020

Kusadari Setelah Menjadi Bakul Online.

Ada dua tipe calon konsumen menurut saya.

Pertama ini sih gue banget. Kadang kalau ada yang iklan suatu produk dan minat dalam hati, tapi juga minimalisir dikira PHP, maka saya cari info sendiri dulu. Baik profil produk, harga pasaran dan lokasi terdekat. Kalau udah pasti mau beli baru hubungi ownernya, tanya-tanya sebentar lalu deal order.

Yang kedua juga bagus kok sebenarnya kagak usah capek cari info sendiri. To the point sama ownernya bilang mau kepo dulu boleh ya. Tapi bisa saja abis tahu harga bilangnya kelak hubungi lagi mau pikir-pikir dulu. Dan kemudian sambil cari seller lain mungkin yang lebih murah harga produknya. Kalau tidak ada yang lebih murah baru deh order sama owner yang tadi.

Sah-sah saja bukan? Yang penting pas transaksi jual beli sama-sama ridho di hati, sepakat sama harga dan estimasi waktu pengiriman misalnya. Makanya saya selalu usahakan kabari kondisi sebenarnya tentang stok produk. Misal yang dipesan lagi kosong maka saya informasikan mungkin kalau mau menunggu sekian hari atau seminggu, bagaimana?

Jadi ini bikin sama2 enak di hati. Bukan asal iyakan orderan lalu saat konsumen mengira esoknya sudah dikirim tapi kita belum kabari kalau belum bisa dikirim dalam waktu cepat.

Ini soal kepuasan konsumen dari pelayanan kita. Jadi jualan tidak sekedar asal laris. Jika puas dari pelayanan maka akan meningkatkan peluang repeat order. Sekian opini saya hari ini.

read more »

Minggu, 07 Juni 2020

Salam Sukses Tanpa Batas Bersama MSI

Bismillah saya kembali blogging hari ini.

Banyak hal terlewati selama 2 tahun tidak muncul di sini. Kali ini mau kasih tahu bahwa sejak Desember 2017 saya resmi jadi member MSI. Sebuah perusahaan yang memproduksi skincare juga produk kesehatan yang saya sendiri sudah rasakan manfaatnya. Lokal punya ya gaess....

Juga sudah ikhtiar fokus menjalankan bisnisnya. Semoga kelak bisa konsisten posting mengenalkan produk-produknya sama kalian semua ya. Mau mampir ke IG atau FB saya Nila Amalia Husna juga silahkan. Sudah banyak saya posting tentang MSI.
read more »

Senin, 30 Oktober 2017

Just Writing

Trying to share just the happiness. Just keep the sadness, something dissappointing, or make me angry, in my heart. Just do the best, ignore who does not like my self. The haters always hate our positive things that we did, and who really loves us will always support us in every situations, without judging in everything we choice in our life.
read more »

Jumat, 20 Oktober 2017

Jumpa Lagi

Sudah terlalu lama hilang dari dunia blog. Terlalu banyak alasan dan penundaan untuk memulainya, yang seringkali berputar di dalam hal mengasuh anak. Ya, sudah hampir 3 tahun ini menjalani peran sebagai ibu baru untuk anak lelakiku yang diberi nama oleh sang Bapak, Ahmad Muhadjir Ilalloh.
Menjalani hari-hari yang tidak semanis tayangan iklan produk bayi dan anak, yang menggambarkan ibu selalu tersenyum. Kadang emosi juga tidak selalu baik terutama di usia anak yang sedang aktif-aktifnya mengeksplor lingkungan dan segala hal baru baginya.
Sekian dulu awal cerita saya sebagai salam pembuka untuk memulai blogging lagi (moga berlanjut sebagai wadah me time ibu baru satu anak ini). Hai blogger, Nila Ibunya Ahmad Aji datang lagi. Terima Kasih.
read more »

Rabu, 19 November 2014

Two Weeks to the Due Date

Dua hari terakhir sempat lebih cemas plus was-was di minggu ke-38 ini. Selain sesekali merasakan kontraksi yang ternyata masih kontraksi palsu, Mama juga menyatakan mungkin sekitar sehari atau dua hari kemarin itu bisa saja sudah waktunya melahirkan. Beliau menyatakan hal demikian berdasarkan penglihatannya mengenai penampakan perut saya.

Tapi, sekarang sedikit lebih tenang setelah tadi siang melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter menyatakan bahwa mungkin masih sekitar dua minggu lagi, sesuai Hari Perkiraan Lahir (HPL)-nya yaitu tanggal dua Desember. Namun, untuk pemeriksaan berikutnya sebaiknya dilakukan seminggu dari hari ini, untuk lebih memastikannya. Yang jelas kemungkinan besar belum waktunya persalinan dalam beberapa hari ini, karena menurut dokter posisi kepala si calon bayi yang belum benar-benar turun. Hehe ketahuan deh masih malas alias kurang gerak. Dokter menyarankan lebih sering jalan kaki setiap pagi dan sore, serta berlatih jongkok-berdiri. Selama ini sih (setidaknya dua minggu terakhir) rutin ikut kelas senam hamil, tapi malas mempraktekkannya sendirian di rumah. Kurang mood-nya kalau sendirian :) #Alesan

Alhamdulillah kondisi calon bayi sehat sejauh ini, dengan berat 2,604 gram kemudian posisi plasenta yang bagus, juga air ketuban yang cukup serta bening. Dokter juga menyarankan untuk tetap mengonsumsi banyak air putih, kalau ini sih enggak perlu disuruh memang bawaannya haus melulu, makanya minum terus. Meski efeknya lebih sering buang air kecil juga enggak apa-apa deh, daripada kondisinya nge-drop kan? Bukan apa-apa, sepertinya memang berasa pusing kalau kurang minum, sama efeknya seperti saat merasa pusing dan mual kalau menahan lapar. Sudah dulu ya, selamat malam dan selamat istirahat semuanya :).
read more »

Kamis, 13 November 2014

9 Bulan: Menghitung Hari

Memasuki bulan kesembilan (kalau hari ini sudah lebih, tepatnya sekitar 9 bulan lebih satu minggu atau 37 minggu). Masa dimana kata bidan yang mengajari senam hamil, adalah saat sebenarnya janin sudah siap untuk dilahirkan. Namun, maksimal 40 - 42 minggu pun masih ada janin yang 'masih betah' tinggal di tempat ternyaman, yaitu rahim bunda.

Beberapa waktu lalu juga kakak ipar saya yang usia kandungannya hampir sama, bahkan sudah melahirkan putra keempatnya. Semakin mengingatkan bahwa kurang dari satu bulan lagi saya juga mengalaminya. Kalau jadwal kunjungan ke dokter lagi (seandainya belum waktunya melahirkan) maka minggu depan dokter menyarankan saya untuk periksa dalam. Pemeriksaan dalam melalui vagina, menurut beliau bertujuan untuk mengetahui seberapa luas lebar panggul dan mungkin juga memeriksa apakah kepala janin sudah benar-benar di posisi yang seharusnya, jika ingin melalui persalinan normal.

Sejak usia kehamilan 32 minggu, saya memutuskan pindah dokter, meskipun sebenarnya dengan dokter yang pertama bisa dikatakan sudah cocok. Hal ini dikarenakan beberapa pertimbangan, maka saya memilih Rumah Sakit lain sebagai tempat melahirkan nanti, maka sebagai perkenalan dan memasukkan data rekam medis kehamilan, saya pun memilih salah seorang dokter, yang banyak direkomendasikan juga oleh para Bumil sesama peserta senam hamil. Alhamdulillah, sepertinya tipe-tipe dokter kandungan yang sebelum dan yang kali ini saya pilih, hampir sama. Yaitu ramah, sabar, santai, dan memotivasi untuk bisa melakukan persalinan normal, satu lagi tidak terlalu loyal memberi resep vitamin. Secukupnya saja, sesuai kondisi kesehatan pasiennya.

Minggu lalu saat di-USG, dokter mengatakan bahwa berat janinnya sudah mencapai 2,5 kg dengan jumlah air ketuban cukup serta bening, dan plasenta yang berada di tempat yang baik. Hanya saja meski posisi kepala janin sudah di bawah, kepalanya masih 'men-dangak' belum menunduk, sebagai posisi yang baik saat persalinan nanti. Jadi harus lebih banyak jalan kaki, senam hamil, dan aktivitas lainnya.

Entah dua minggu lagi, minggu depan, lusa, atau bahkan hari ini setelah saya menulis sebuah artikel di blog pribadi ini, si janin bisa kapan saja minta dilahirkan (kalau kontraksi palsunya memang sudah beberapa kali merasakan, tinggal tunggu kontraksi sebenarnya saja). Dan gelarnya pun berganti dari janin menjadi seorang bayi, dan dia akan menjadi anak dari seorang bunda bernama Nila Amalia Husna, juga junior dari seorang Ayah/Abah/Bapak/Abi atau apapun nanti sebutannya dari seorang Moh. Abdul Hakim.

Nak, kapan pun kamu lahir nanti, kita sama-sama berjuang ya. See you soon dear :).
read more »

Kamis, 09 Oktober 2014

Kala BUMIL Galau :(.

32 minggu alias delapan bulan sudah usia kandungan saya. Beberapa malam belakangan ini mimpi unik nan aneh. Diawali mimpi menyuapi dua anak laki-laki balita yang tidak tahu pasti atau  mengenal wajah mereka, kemudian di lain hari bermimpi menggendong seorang bayi perempuan tapi anehnya sudah bisa bicara meski dari postur tubuhnya seharusnya belum mampu bicara dengan lancar. Terakhir mimpi berbicara dengan orang tua yang menyarankan untuk melahirkan di RS 'U' dengan segala kelebihannya, tapi saya seperti ingin menyampaikan hal yang berlawanan dengan mengatakan di RS lain pun sama saja seperti itu.

Untuk mimpi yang terakhir mungkin memang diakibatkan kegalauan yang saya alami antara memilih RS 'U', RS 'H', atau memilih Bidan dekat rumah saat persalinan nanti. Rasa galau itu juga masih dibarengi juga dengan sedikit kekhawatiran dan dag dig dug, mengenai kapan saya akan benar-benar mengalami kontraksi (bukan kontraksi palsu) sebagai awal proses persalinan. Bukan kenapa-kenapa, tapi hanya takut ketika gejala itu muncul, saya tidak benar-benar menyadarinya, dan khawatir calon bayinya mengalami hal yang tidak diinginkan. Ya, wajar kan? Orang yang sudah hamil dan melahirkan lebih dari satu kali pun belum tentu prosesnya sama semua antara kehamilan pertama dan seterusnya. Apalagi ini untuk pertama kalinya saya mengalaminya? #Bunda-bunda yang lain begitu juga kan? :(.

Bismillah, mohon doanya semoga saya bisa mengendalikan perasaan dan segala pikiran negatif, serta bisa tetap santai dan menikmati bulan terakhir ini dengan baik. Semoga semuanya berjalan lancar sampai waktunya tiba. Selamat malam, salam sehat untuk semuanya :).

USG 30 Minggu, 1.515 gram.

read more »

Kamis, 04 September 2014

Late Post: Our First Anniversary

Hampir dua minggu terlambat dari tanggal 24 Agustus lalu. Tepat setahun sudah saya dan suami menjalani kehidupan rumah tangga, yang sebelumnya mungkin tidak pernah terbayangkan di benak kami masing-masing akan menjalani semua ini. Bukan hal mudah, tapi juga bukan sesuatu hal yang harus dihindari, karena Tuhan telah sangat baik memberikan segala nikmatnya, dalam masa-masa suka maupun duka.

Salah satu hal yang mungkin baru kami pelajari sedikit dari sebuah rumah tangga adalah, tidak ada bahagia dan duka yang abadi dalam biduk rumah tangga. Sama seperti hidup yang tidak mungkin luput dari masalah, rumah tangga juga tidak selalu mulus, selalu penuh canda tawa bahagia. Sesekali bingung, resah, cemas, atau bersedih saat menghadapi situasi sulit juga menjadi proses pembelajaran berharga untuk menjadi lebih dewasa. Mungkin pembelajaran menjadi dewasa dalam berbagai situasi, baru benar-benar terasa saat sudah berstatus istri/suami.

Jangankan pasangan yang menikah tanpa proses pacaran atau PeDeKaTe terikat dalam waktu lama, mereka yang mengalami pernikahan dengan status pacar atau tunangan bertahun-tahun pun bisa mengalami banyak hal mengejutkan di awal. Kami pun mengalami proses adaptasi yang agak rumit. Bukan hanya sekedar adaptasi antar kami berdua, tapi juga dengan keluarga besar kedua belah pihak (setidaknya hanya dalam pikiran dan ketakutan dalam hati kami masing-masing untuk berbaur dengan para anggota keluarga lainnya). Waktu itu mungkin karena masih canggung dan belum bisa saling terbuka, ketakutan seperti itu hanya dipendam. Alhasil seperti ada masalah mengganjal yang sempat membuat salah paham.

Namun, itu semua Alhamdulillah sudah terlewati dan kini kami sudah bisa saling berusaha terbuka atas segala hal, serta mencoba untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing. Bukan kesempurnaan yang dicari, atau kesuksesan instan dalam segala aspek kehidupan yang menjadi prioritas utama. Tetapi bagaimana sama-sama belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta mau perlahan-lahan memulai semuanya dari nol.

Selain tentang masalah sebagai guru dalam sekolah kehidupan, satu hal yang kami sadari dari sebuah pernikahan, adalah Tuhan tidak pernah salah menentukan apa pun. Sosok yang tepat, waktu serta tempat yang tepat. Salah satunya mengenai calon keturunan kami, yang saat ini sudah hampir tujuh bulan ada di dalam kandungan saya. Banyak kerabat yang bahkan menikah beberapa bulan setelah kami, sudah melahirkan putra/putrinya saat ini. Sedangkan kami masih menunggu sekitar hampir tiga bulan lagi baru bertemu dengan sosok mungil itu. Mungkin ini waktu yang terbaik, saat kami sudah mulai bisa saling terbuka, dan menerima kehadiran pasangannya masing-masing (yang dulu mungkin kami anggap terlalu cepat). Mungkin Tuhan tidak ingin calon buah hati kami hadir saat orang tuanya masih menjalani hubungan seperti orang asing alias kurang akrab.

25 Minggu (19 Agt'14). Semakin aktif bergerak dan menendang dari dalam sana.
Intinya, terima kasih Tuhan atas semuanya. Juga atas anugerah calon anak kami, yang telah Engkau beri nyawa di rahimku pada satu tahun pernikahan kami. Semoga kelak kami menjadi orang tua yang baik, serta selalu menanamkan nilai-nilai dalam keluarga kecil kami. Semoga masalah apa pun kelak yang kami hadapi, bisa disikapi dengan kedewasaan, lapang dada, sabar dan syukur yang tidak pernah putus. Aamiin.
read more »