Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Kamis, 29 Mei 2014

Welcome Second Trimester!

3 bulan satu minggu alias 13 minggu usia kandunganku kini. Alhamdulillah, semoga selalu sehat. Morning sickness juga perlahan menghilang, kalau bulan lalu selalu mual minimal sehari dua kali, akhir-akhir ini mulai berkurang, hanya sekitar dua atau tiga hari sekali.

Seharusnya, Selasa lalu jadwalnya periksa kandungan, tapi karena tanggal merah jadi rencana dialihkan hari Jum'at esok. Namun, harus kembali gagal karena tadi pagi telat menelpon Rumah Sakit Ibu & Anak Hermina Ciputat, untuk mendapatkan nomor antrian. Padahal biasanya menelpon sekitar pukul 08:00 WIB, masih dapat nomor antara 10 - 12. Tapi hari ini telat sedikit pukul 08:30 WIB baru menghubungi resepsionisnya, eh sudah tutup pendaftaran. Hehe maklum mungkin karena sebelumnya Selasa dan Kamis (jadwal dokternya libur karena tanggal merah), juga karena jumlah pasiennya dr. Riyana Kadarsari SPOG, memang cukup banyak. Ya sudah, penasarannya tentang bagaimana perkembangan si janin, ditahan dulu sampai Selasa minggu depan.

Pemeriksaan sebelumnya Bu Dokter pesan kepada saya untuk menajalani pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan prenatal + ferritin tanpa TORCH) yang menggunakan sampel darah dan urin. Kata beliau, untuk mengetahui apakah saya memiliki risiko anemia dan hepatitis (kalau tidak salah). Alhamdulillah sedikit paham dari hasil tes-nya tentang kadar hemoglobin darah saya yang normal, berarti aman dari anemia insya Allah. Apa karena sesaat sebelum pengambilan sampel darah dan urin, saya baru saja mengkonsumsi seporsi bakso tanpa micin juga minum es jeruk ya? Semoga nanti saat bertemu dokter, tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan dari kandungan saya, terutama si janin semoga tetap sehat, kuat, dan berkembang dengan baik setiap minggunya. Selamat datang trimester kedua ^_^.
read more »

Jumat, 09 Mei 2014

Review Minggu Ke - 10

Sedikit me-review apa yang paling mencolok terjadi di minggu ke sepuluh, sesaat sebelum berganti memasuki minggu ke sebelas. Mood paling terasa naik turunnya, terutama beberapa hari lalu saat kesal sendiri sampai air mata keluar. Meledak kali ya setelah beberapa minggu emosinya tertahan. Tidak tahu pasti sebabnya apa pokoknya ingin menangis saja. Ssssttt.... Diam-diam ya... No body knews that I cried a few days ago (my husband also didn't knew it).

Intensitas rasa lelah memang sedikit lebih meningkat, sekalipun cuma mengerjakan hal-hal ringan. Maka tidak heran kalau mengerjakan hal sepele seperti menyapu dan menyetrika pakaian pun jadi lebih lambat, karena saat sudah merasa kelelahan harus istirahat sejenak supaya napasnya tidak habis.

Soal makan tidak bisa dikatakan sulit, tapi jeleknya itu cenderung ingin makanan kurang sehat, entah nasi goreng, bubur ayam, somay, bakso, mie ayam, dan lainnya, dan parahnya selalu harus dengan tambahan sambal atau rasanya pedas. Hehe akhirnya kemarin sempat diare, untungnya tidak parah. Kapok? Lihat saja nanti, tapi harusnya sih kapok biar enggak makan makanan jajanan dulu buat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Buah dan sayur masih mau makan, baik dimakan langsung atau dibuat jus. Tapi kalau harus mengikuti saran dokter, yang katanya minimal 5 warna untuk sayur dan buahnya, jelas belum mencukupi. Dan itu tandanya mungkin saya memang memerlukan susu khusus wanita hamil. Sip, nanti siang atau sore saya akan mencoba minum susu yang sudah lama dibeli tapi belum dibuka juga segelnya, karena khawatir masih mual. Kalau sekarang kan  mualnya sudah berkurang. Terima kasih sudah mampir di blog saya :).


read more »

Selasa, 06 Mei 2014

Pemeriksaan Kedua (Minggu Ke - 9)

Berat badan 48,1 Kg; tekanan darah 100/70; janin berkembang di usia sembilan minggu. Kira-kira itulah rangkuman hasil pemeriksaan kedua di masa kehamilan ini, minggu lalu. Pemeriksaan yang lumayan lebih cepat menunggunya, mungkin karena memilih waktu di hari kerja (Selasa) dan siang hari. 

Waktu lihat layar USG, takjub dengan penampakan yang muncul. Setidaknya tiga minggu sebelumnya masih berupa titik hitam bulat kecil. Sedangkan di minggu yang ke sembilan, sudah berbentuk janin (tampak bagian kepala sampai ujung kaki walau belum sempurna bentuknya) hanya ukurannya yang masih sangat kecil. Alhamdulillah janinnya berkembang kata dokter, dan jelas ada denyut jantungnya.

Kira-kira satu bulan lagi, kata dokter harus tes darah di laboratorium, untuk mengetahui kadar Hb (Hemoglobin) sebagai penentu ada risiko anemia atau tidak, juga memeriksa apa ada infeksi virus Hepatitisnya. Semoga nanti hasilnya baik-baik saja. Mohon doanya dan terima kasih :).
read more »

Kamis, 24 April 2014

8 Minggu di 8 Bulan

Hari ini tepat delapan bulan sejak tanggal 24 Agustus. Dan hari ini pula usia kandungan berada di minggu ke delapan. Bukannya baru tahu, hanya baru menceritakannya di blog sekarang, sekedar membuat waktunya pas dengan delapan bulanan usia pernikahan.

Tiga minggu lalu setelah telat beberapa hari pakai test-pack, dan hasil yang tak terduga pun muncul. Dua garis alias positif. Dua minggu lalu baru bisa konsultasi ke Obgyn, setelah googling mencari dokter yang baik, asik, sabar, dan pastinya Ibu Dokter, bukan Bapak Dokter.

dr. Riyana Kadarsari SPOG termasuk salah satu dokter yang banyak direkomendasikan oleh para bunda/calon bunda di berbagai blog yang saya temukan di internet. Tidak heran kalau antrinya cukup panjang dan bahkan daftarnya harus sehari sebelum waktunya. Bu Dokter bilang usia kandungan saya memasuki minggu ke enam. Subhanallah wal Hamdulillah.

Minggu ini, memasuki minggu ke delapan, mungkin minggu depan sudah bisa ke dokter lagi, soalnya waktu konsul, Bu Dokter pesan sekitar tiga minggu ke depan baru bisa dideteksi detak jantungnya. Jadi dag dig dug menjelang pemeriksaan selanjutnya. Semoga bisa selalu bisa sehat dan menjaga calon jabang bayi ini tumbuh dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan, sampai waktu persalinan. Sesekali mual, muntah, pusing, pegal-pegal enggak jelas, cepat lelah dan kadang mood berantakan, mudah-mudahan bisa tetap dinikmati dengan baik, karena ini adalah pengalaman yang sangat luaaarrr biasa. Bismillah, mohon doa dari semuanya. Terima kasih ^_^.
read more »

Jumat, 28 Maret 2014

7 Bulan 4 Hari

Dengan atau pun tanpa melihat Daisy Path, hari ini saya ingat sudah 7 bulan lebih 4 hari usia pernikahan. Tidak muluk-muluk, hanya berharap semoga bisa menjadi pribadi dan pasangan yang lebih baik, lebih sabar dan tahan banting atas segala hal yang sedang dan akan kami hadapi kelak. Semoga.
read more »

Minggu, 16 Maret 2014

Jokowi NyaPres. Pro atau Kontra?

Salah satu berita heboh minggu ini adalah tentang Bapak Joko Widodo alias Jokowi yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, positif maju sebagai calon presiden RI selanjutnya. Wow! Antara kaget dan tidak heran juga begitu pertama kali mengetahui kabar tersebut.

Kaget, karena masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru saja diemban. Namun juga tidak aneh mengingat beberapa tahun belakangan ini, prestasi beliau memang selalu mendapat 'jempol' dari mayoritas penduduk Indonesia. Tapi menurut saya pribadi.... gimanaaaaa gitu? Kok kayaknya setelah memimpin Solo, kemudian jadi orang nomor satu di Jakarta, terus belum tuntas semua permasalahan di Jakarta, sudah mau loncat langsung menjadi CaPres. Apakah ini benar atau salah? Tergantung persepsi masing-masing individu.

Mereka yang pro, mungkin berharap selain mengurusi Jakarta, beliau juga bisa membuat segala kemajuan di seluruh penjuru nusantara. Tapi yang kontra, dan mungkin seperti saya yang awalnya berharap beliau jadi presidennya nanti saja lah di tahun 2019. Biar tuntas dulu masa jabatannya sebagai gubernur yang sekarang ini. Walaupun jujur saya masih belum tahu juga sih akan mimilih siapa yang pantas jadi orang nomor satu di Indonesia nantinya.

Apapun itu, sebagaimana harapan rakyat Indonesia kebanyakan, saya hanya ingin siapa pun pemimpin selanjutnya, semoga membawa hal-hal yang lebih baik di segala aspek. Terutama bebas KKN, mengingat sepertinya nyaris tidak ada yang tidak mengandung unsur KKN di negara kita saat ini. Jadi pro atau kontra atas penetapan Bapak Jokowi sebagai calon presiden selanjutnya?
read more »

Sabtu, 18 Januari 2014

Short Report

Tampaknya hujan sedang awet-awetnya mengguyur nyaris merata di seluruh wilayah tanah air tercinta, Indonesia. Banjir pun terjadi di mana-mana. Selain banjir, ada satu bencana alam lagi yang sudah cukup lama dialami saudara kita di Sumatera Utara, berupa akan/sudah (jujur saya memang sedang kurang mengikuti perkembangan berita nasional beberapa waktu terakhir ini) meletusnya Gunung Sinabung. Semoga semua yang mengalami banjir, menjadi korban Gunung Sinabung, yang sedang sakit atau merasa kesusahan, diberikan kesabaran luar biasa dan tetap tegar dan secepatnya melewati semua ini dan keadaan segera membaik. Aamiin.

Sekian laporan terkini di pagi menjelang siang, yang juga masih terus menyisakan titik-titik gerimis setelah hujan beberapa hari ini. Selamat berakhir pekan saudara-saudara, jangan lupa sediakan payung atau jas hujan sebelum keluar rumah!
read more »

Jumat, 10 Januari 2014

Kumat Lagi (Childish-nya)

Makan, mengunyah, mengulum, atau ngemut permen sudah menjadi hal yang jarang saya lakukan. Terutama karena usia sudah dewasa dan kekuatan gigi mungkin sudah sensitif terhadap gempuran aneka pangan yang mengandung banyak kadar gula. Kalaupun sesekali mengonsumsi permen, maka seringkali pilihan jatuh pada aneka rasa permen yang jarang disukai oleh anak-anak. Misalnya rasa mint, kopi, buah asam, dan jahe.

Kali ini rasanya ingin sekali bernostalgia dengan permen lolipop atau bahasa kerennya lebih dikenal sebagai permen kojek. Permen jenis ini (dengan merek dagang tertentu) yang dijual bebas di pasaran, termasuk jarang ditemukan, terkecuali jika mencarinya di toko atau pasar yang menjual dalam kelas grosiran. Setahu saya permen lolipop yang sedang tren sekarang adalah yang warna-warni seperti pelangi, dari ukuran kecil sampai super besar. Tapi dulu pernah mencoba permen sejenis, kok rasanya aneh. Cenderung terlalu manis dan gimanaa gitu?@#$%*.

Sebenarnya permen kojek yang saat masih SD, sering saya beli saat jajan di kantin sekolah, adalah permen merah berbentuk kaki, dengan rasa seperti buah Mangga Kweni. Hayooo yang mengalami era 90-an pasti tahu kan? Tapi, kalau sudah makan permen itu kadang kok jadi sariawan ya? Entah beneran atau cuma sugesti, karena bentuk permennya yang seperti jari kaki menusuk bagian dalam mulut. Selain itu permennya juga jarang deh ditemuin di minimarket-minimarket yang menjamur di hampir setiap kelurahan itu.

Maka untuk mengobati rindu akan masa kecil, dan sedikit menambah asupan kalsium (mungkin lebih sedikit daripada kandungan gulanya), saya pilih permen lolipop Milkita. Seingat saya waktu masih SD, dan permen tersebut baru muncul di pasaran, belum ada versi lolipop-nya. Bentuk permennya lunak dan lengket kalau dikunyah. Terus karena kata iklannya, mengunyah beberapa buah permen sama dengan minum segelas susu, maka seorang Nila kecil jadi bereksperimen memasukkan 3 - 5 buah permen Milkita, ke dalam segelas air hangat. Diaduk-aduk dan ditunggu sampai permennya larut dengan air, jadilah segelas susu. *kalau dipikir-pikir sekarang, aneh banget yak???

Bagi sebagian orang, apalagi yang memiliki masalah dengan gigi berlubang, permen kunyah adalah salah satu yang menjadi pantangan. Dan asal tebak, mungkin tidak banyak peminatnya. Maka untuk tetap menarik konsumen, Milkita memproduksi permen lolipop susu, yang sepertinya hampir belum ada pesaingnya. Apalagi dengan jargon iklannya yang mengatakan bahwa satu permen lolipop sama dengan minum segelas susu, bukan tidak mungkin para orang tua yang awalnya sangat anti memberikan permen pada anak, akhirnya luluh juga. *apaaaa sihhhh????

Ya sudah intinya sisi kekanak-kanak-an saya mungkin sedang kambuh alias kumat alias sedang ingin mendominasi diri saya selama beberapa hari ini. Next time, kalau sisi childish-nya muncul lagi dalam kisah yang berbeda, akan saya ceritakan lagi di sini. Memang sih, kok kayaknya enggak ada manfaatnya ya cerita beginian? Ya, anggap saja di luar sana, ada yang sedang galau dan malu karena sudah dewasa atau tua tapi merasa ingin sekali melakukan hal-hal yang sering dilakukan semasa kecil. Jangan malu, karena konon katanya setua apapun umur seseorang, atau sedewasa apapun cara pandang seseorang, masih akan selalu ada jiwa kanak-kanak dalam diri setiap individu. So, enjoy it and be relax ^_^.
read more »