Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Buruk Menurut Manusia, Bisa Jadi yang Terbaik Menurut-Nya.

Mungkin kita (atau paling tidak, saya pribadi) sering bertanya-tanya, mengapa ini dan itu terjadi dalam hidup kita? Mengapa harus seperti ini, mengapa bukan sebaliknya? Dan justru seringkali semakin kita memikirkannya, semakin rumit karena jawabannya tidak dapat diketahui sesegera mungkin.

Padahal ternyata di balik setiap kejadian yang kita alami, suka atau duka, menurut kita anugerah atau musibah, itu semua sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa. Memang kadang ketika hal yang menurut kita buruk terjadi, bukan tidak mungkin sempat kesal, marah, atau kecewa. Tapi yakinlah sesuangguhnya Tuhan tidak akan memberi ujian atau cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Memang kita mungkin berpikir tidak sanggup dan tidak siap menerima ketentuan-Nya. Tapi tidak ada satu pun manusia yang benar-benar mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi cobaan, sebelum benar-benar 'terjun' menghadapi suatu masalah. Yakin saja, bahwa Tuhan sedang memberi kasih sayang lebih-Nya kepada kita, sehingga kita diberi kesempatan untuk belajar ikhlas, syukur, dan sabar, serta tetap tegar dan berusaha bangkit kembali dari keterpurukan.

Mengenai pertanyaan kita yang belum terjawab, jangan terlalu dipikirkan! Karena akan membuat semua yang sudah rumit menjadi semakin runyam. Jalani saja apa adanya, menjadi diri sendiri, dan usaha disertai berdoa memohon petunjuk kepada-Nya. Perlahan, jika memang diizinkan, suatu saat kita akan menemukan jawabannya, dalam berbagai bentuk. Yang jelas setiap kejadian memiliki hikmah di baliknya. Akan ada hal baik yang kita belum tahu akan muncul, setelah kita mengalami hal yang menurut kita buruk. Padahal segala sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik pula menurut Sang Maha Kuasa, begitu pun sebaliknya. Kadang hal buruk nan menyedihkan yang kita alami, justru adalah suatu hal yang baik untuk kita ke depannya. Be positive thinking guys! Everything happens for a reason.

Mengutip lagu yang dipopulerkan oleh Sherina semasa kecil,
    ".....Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir... Mengapa dunia berputar... Lihat segalanya lebih dekat... Dan kau akan mengerti..."


read more »

Sabtu, 20 April 2013

Penulis Spesialis Kematian

Entah obsesi atau suatu refleks tertentu yang tidak disadari ketika melakukan setahap demi setahap dalam rangkaian aktivitas menulis, ada satu hal yang sering terjadi dan baru disadari. Yaitu memasukkan kata mati, kematian, meninggal, atau apapun terkait ajal atau maut. Di beberapa tulisan saya, baik fiksi atau non fiksi, mungkin ada lebih dari lima tulisan memuat unsur tersebut, segala hal yang berhubungan dengan kematian. Mau jadi penulis spesialis kematian ya? Ngaco, emang ada apa istilah kayak gitu.

Ada apa? Tanpa diniatkan sebelumnya, hanya saja setiap kali kata tersebut muncul di pikiran, ya otomatis saya masukkan dalam artikel terbaru di blog ini. Begitu juga dengan beberapa karya cerpen (meski mungkin belum bisa dianggap cerpen oleh para penulis fiksi yang sudah mumpuni di bidangnya) yang pernah saya buat beberapa tahun belakangan ini. Selalu saja ada tokoh yang meninggal, hampir meninggal, atau baru saja berniat untuk mengakhiri hidupnya, meski gagal karena belum waktunya Sang Pencabut Nyawa bertugas.

Bohong jika saya mengelak pernah memikirkan kematian diri sendiri, yang entah kapan datangnya. Sedikit banyak tentu sebuah tulisan fiksi pun, akan mencerminkan beberapa hal yang ada di kepala penulisnya. Kecuali untuk penulis yang benar-benar jenius menciptakan sebuah dunia khayal yang murni tidak terinspirasi dari pengalaman atau persepsi pribadi penulisnya. Begitu juga dengan diri ini yang sempat memikirkan (beruntung belum melakukan) hal bodoh nan konyol untuk mencapai sebuah kematian.

Padahal sudah diajarkan sejak dulu, bahwa kematian itu hanya Tuhan yang tahu waktunya, saat itu tiba maka Tuhan akan mengutus malaikat pencabut nyawa menjemput kita. Di mana pun, kapan pun, dan apa pun aktivitas yang saat itu sedang kita lakukan. Ya, ketika emosi menguasai diri ini untuk bertindak konyol, maka sisi lain dari diri kita yang disebut akal akan mengingatkan apa-apa saja yang pernah dipelajari. Salah satunya adalah bunuh diri dengan alasan apapun tidak akan membuat kita memiliki peluang masuk ke surga-Nya. Terima kasih Tuhan telah mencegahku melakukan hal bodoh itu.
read more »

Jumat, 22 Februari 2013

TOPENGNYA MASIH MELEKAT

Mengapa topeng ini begitu sulit kulepaskan?
Padahal sudah begitu lama kuniatkan untuk melepasnya.
Menunjukkan pada dunia, wujud asliku.

Aku tidak tahu bagaimana bentuk dan rasa buah Simalakama.
Kupikir, mungkin seperti inilah kondisinya tentang analogi buah Simalakama.
Kutahu bahwa dengan atau tanpa topeng ini pun, akan tetap ada yang kecewa.

Mungkin lebih baik kubiarkan topeng ini melekat di wajahku.
Biarkan suatu saat lepas dengan sendirinya.
Saat waktunya tepat.

Toh, semua ini sudah ada yang mengatur.
Tuhan kan yang mengatur?
Bukan manusia.
read more »

Sabtu, 05 Januari 2013

Puisi: Bolehkah?

Tuhan.....
Mengapa ada manusia yang ingin hidup 50 tahun lagi, tapi dalam sekejap Kau hentikan hidupnya?
Mengapa pula ada sebagian di antaranya yang tidak ingin lagi hidup walau semenit, tapi Kau larang malaikat-Mu untuk menjemput mereka?

Tuhan.....
Aku tidak mengerti akan semua ini.
Walaupun kuyakin bahwa Kau memiliki alasan tersendiri untuk semua pertanyaan tersebut.
Karena Kau telah menjelaskan bahwa  yang dianggap baik oleh manusia, bisa jadi hal buruk di "mata"-Mu. Begitu pun sebaliknya.

Tuhan.....
Jika boleh kuusulkan suatu ide, walau kutahu diriku tidak lebih dari seorang hamba-Mu yang hina.
Izinkan mereka yang ingin hidup lebih lama, tetap tinggal di dunia ini.
Perintahkan juga malaikat pencabut nyawa untuk menjemput mereka yang benar-benar sudah menantikan kedatangan malaikat-Mu itu.

Tuhan.....
Maaf jika hamba lancang.
Tetapi selain Aku bisa mengajukan permintaan, bolehkah kusampaikan ide ini?
Walau kutahu itu mustahil, setidaknya Aku sudah mencoba berucap.
read more »