Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2013

Kusampaikan Lebih Awal

Pertemuan memang rahasia Tuhan
Namun banyak manusia yang merencanakan terjadinya suatu pertemuan
Bahkan mempersiapkan segala sesuatunya supaya mendekati kesempurnaan

Perpisahan juga rahasia Tuhan
Tapi lebih banyak yang enggan untuk sekedar memikirkannya
Tidak mempersiapkan diri bila suatu saat harus berpisah

Pertemuan untuk sebuah perpisahan
Ya begitulah hakikat hidup
Tidak abadi

Karena tidak ada yang tahu pasti kapan datangnya
Karena tidak harus terjadi di tempat berbahaya
Karena tidak selalu diawali dengan tanda-tanda
Karena tidak selalu menunggu keinginan terpenuhi
Karena dia bisa datang kapan pun, di mana pun, dengan cara apa pun, dan tanpa mempertimbangkan masalah duniawi yang belum usai.

Satu hal lagi
Kadang dia tidak memberi kesempatan
Kesempatan untuk berucap salam perpisahan

Selamat tinggal
Izinkan aku mengucapkannya lebih awal
Sebelum dia datang menjemputku, mengajakku ke dimensi dunia selanjutnya.

Selamat tinggal semuanya...
read more »

Jumat, 17 Mei 2013

Sinyal Yang Harusnya Padam

Seharusnya sinyal sudah tidak lagi terdeteksi.
Seharusnya alat pemancar tidak lagi mengirimkan gelombang ke sana.
Seharusnya tidak mungkin lagi ada balasan walau sekedar kode singkat 'bip...bip...'

Harusnya saklar menunjukkan tanda 'off' bukan 'on' lagi
Harusnya pesan-pesan ini tidak terkirim lagi
Harusnya tidak ada lagi kelanjutan kisah ini

Tapi nyatanya diri ini lupa menekan saklar itu.
Tapi ternyata pesan-pesan itu masih terkirim walau hanya sepatah dua patah kata.
Tapi lagi-lagi kisah ini masih menyisakan sebuah tanda tanya.

Tegas, keras, dan hentikan semuanya tanpa bekas!
Wahai kalbu sang pemancar gelombang, kumohon berhentilah berfungsi!
Setidaknya cobalah untuk mengalihkan gelombangmu ke arah yang lain!
Ke arah yang seharusnya, seharusnya di mata manusia juga Tuhan.

Agar kudapat sadari bahwa itu semua sudah tidak mungkin lagi.
Agar kudapat membuka mata, telinga, dan akal bahwa inilah kenyataan.
Agar kumampu tegak berdiri, kemudian melangkah ke depan tanpa menoleh lagi ke belakang.
Agar harapan semu ini benar-benar mati.

read more »

Jumat, 03 Mei 2013

Hidup Tapi Mati

Hidup tapi tidak hidup
Belum mati tapi seakan telah mati

Ingin tapi tidak ingin
Ada mimpi tapi tak kuasa mewujudkan

Diam, kuterdiam
Terpaksa bicara meski tanpa makna

Lelah
Bosan
Padam
Gelap

Mayat hidup kah?
Atau sejenis zombie yang tak berwujud menyeramkan?

Selalu berharap tidak melihat mentari esok
Tapi masih saja terbangun setelah mati sementara di gelapnya malam

Hidup tapi mati
read more »

Jumat, 22 Februari 2013

Fiksi alaNila

Blog ini memang agak aneh, bagi mereka yang berpendapat bahwa suatu blog mestinya berfokus pada satu kategori tulisan tertentu. Wajar saja jika ada yang menilai seperti itu, saya sendiri masih belum menemukan satu jenis tulisan yang benar-benar akan dijadikan fokus utama. Memang niat membangun blog ini juga untuk menyalurkan hasrat menulis, apa pun bentuk tulisannya. Jadi, hasilnya campur aduk begini deh. Segala jenis tulisan, selama menarik bagi penulis, ya lanjutkan!

Sebelumnya saya pernah membuat satu artikel khusus, yang berisi daftar beberapa tulisan terkait Korean Trend. Kali ini akan saya sebutkan beberapa tulisan yang ada di dalam blog ini, terutama yang masuk dalam kategori fiksi (baru berhasil membuat puisi dan cerpen abal-abal). Berikut ini karya-karya fiksi saya:

  1. MEI KELABU 
  2. L+I+F+E = C+H+O+I+C+E 
  3. Cerpen: Rahasia Itu... 
  4. TIBA SAATNYA
  5. SILENTLY LOVE 
  6. Pertemuan Semalam 
  7. Ssst!!! 
  8. Bolehkah? 
  9. A Cup Of Love Coffee 
  10. Hujani Malamku dan Malamnya 
  11. TOPENGNYA MASIH MELEKAT

Masih sedikit sih. Bagi yang ingin mengkritisi atau memberikan saran terkait tulisan-tulisan tersebut, dengan senang hati akan saya terima. Lain kali jika ada penambahan tulisan ber-genre fiksi di blog ini, maka akan saya update kembali daftar tersebut. Selamat makan siang ^_^.
read more »

TOPENGNYA MASIH MELEKAT

Mengapa topeng ini begitu sulit kulepaskan?
Padahal sudah begitu lama kuniatkan untuk melepasnya.
Menunjukkan pada dunia, wujud asliku.

Aku tidak tahu bagaimana bentuk dan rasa buah Simalakama.
Kupikir, mungkin seperti inilah kondisinya tentang analogi buah Simalakama.
Kutahu bahwa dengan atau tanpa topeng ini pun, akan tetap ada yang kecewa.

Mungkin lebih baik kubiarkan topeng ini melekat di wajahku.
Biarkan suatu saat lepas dengan sendirinya.
Saat waktunya tepat.

Toh, semua ini sudah ada yang mengatur.
Tuhan kan yang mengatur?
Bukan manusia.
read more »

Selasa, 15 Januari 2013

Puisi: Hujani Malamku dan Malamnya

Selamat datang hujan, selamat malam kuucapkan padamu.
Di saat mereka sudah berlayar di lautan mimpi, Aku masih terjaga menyambutmu membasahi malam.
Mungkin di suatu tempat yang tidak kuketahui, dia pun sendiri tenggelam...
Dalam perenungan yang dalam.

Sungguh...
Aku, dia, dan kamu (hujan), tak pernah bisa menolak pertemuan ini.
Sungguh...
Tidak pernah pula kita bisa sekedar memajukan atau memundurkan waktu perpisahan nanti.

Kalau ada kesempatan, mungkin kan kukatakan sendiri padanya.
Tapi tidak ada yang tahu pasti tentang masa depan.
Jika suatu saat kesempatanku telah habis dengannya...
Tolong sampaikan isi hatiku  padanya, hujan.

Terima kasih hujan.
Bersama dengan selesainya tugasmu membasahi malam.
Kuucapkan... Sampai jumpa.

Tang-Sel, 15 Januari 2013
1458 at 00.04 AM
read more »

Minggu, 06 Januari 2013

Puisi: A Cup Of Love Coffee

Tiba-tiba saja ingin kulakukan hal ini.
Menyobek sedikit bagian ujung kemasannya.
Tanpa ragu kutuang serbuk hitam itu ke dalam cangkir mungil favoritku.
Dalam sekejap asap pun mengepul ketika 150 ml air panas mengisi ruang kosong si cangkir.

Aku terkejut.
Aku juga menyukainya.
Ternyata rasanya tidak sepahit yang kuduga.
Ada sedikit letupan rasa manis di dalamnya.
Pas. Tidak kurang, juga tidak berlebihan.

Kuteguk sedikit demi sedikit cairan itu.
Seolah tidak ingin cangkirku kembali menjadi sebuah ruang kosong.
Namun perlahan tapi pasti temperaturnya akan turun.
Awalnya panas, kemudian hangat, dan menjadi dingin terutama saat hujan turun malam ini.

Tidak lama berselang, kurasakan sensasi aneh dari dalam lambungku.
Kusadari bahwa Aku belum mengisi lambungku dengan makanan sejak tadi sore.
Kuakui bahwa diriku belum siap untuk memulai kebiasaan baru ini, terutama tanpa persiapan sebelumnya.
Namun tidak kusesali, dan segera kuakhiri apa yang sudah kumulai.
Kuteguk sisa kopi sampai tetes terakhir, supaya tidak terbuang sia-sia.

Seperti seseorang yang tiba-tiba mengenal cinta.
Dia tidak pernah bisa menduga bagaimana, kapan, dan di mana itu bisa terjadi.
Kata orang hal itu indah, namun tidak sedikit pula yang akhirnya merasakan penderitaan.
Tidak perlu disesali. Bukan juga menjadi hal yang sia-sia.

Setidaknya itu bisa membuat kita lebih siap lagi kelak.
Karena pahitnya kopi bisa didampingi oleh manisnya gula.
Begitu pula kenangan pahit yang ditinggalkan oleh cinta, tidak menutup kemungkinan mengundang hadirnya cinta lain yang menjadi penawar rasa pahit itu.
read more »

Sabtu, 05 Januari 2013

Puisi: Bolehkah?

Tuhan.....
Mengapa ada manusia yang ingin hidup 50 tahun lagi, tapi dalam sekejap Kau hentikan hidupnya?
Mengapa pula ada sebagian di antaranya yang tidak ingin lagi hidup walau semenit, tapi Kau larang malaikat-Mu untuk menjemput mereka?

Tuhan.....
Aku tidak mengerti akan semua ini.
Walaupun kuyakin bahwa Kau memiliki alasan tersendiri untuk semua pertanyaan tersebut.
Karena Kau telah menjelaskan bahwa  yang dianggap baik oleh manusia, bisa jadi hal buruk di "mata"-Mu. Begitu pun sebaliknya.

Tuhan.....
Jika boleh kuusulkan suatu ide, walau kutahu diriku tidak lebih dari seorang hamba-Mu yang hina.
Izinkan mereka yang ingin hidup lebih lama, tetap tinggal di dunia ini.
Perintahkan juga malaikat pencabut nyawa untuk menjemput mereka yang benar-benar sudah menantikan kedatangan malaikat-Mu itu.

Tuhan.....
Maaf jika hamba lancang.
Tetapi selain Aku bisa mengajukan permintaan, bolehkah kusampaikan ide ini?
Walau kutahu itu mustahil, setidaknya Aku sudah mencoba berucap.
read more »

Puisi: Ssst!!!

Ssst!!!

Ssst!!! Pelankan suara kalian!
Bayi ini baru saja tertidur.

Ssst!!! Jangan berisik!
Bapakmu sedang sakit gigi, Nak.

Ssst!!! Jika tidak ada hal yang penting, diam dan dengarkan saja!
Kawan kita sedang mempresentasikan makalahnya.

Ssst!!! Harap tenang!
Sebentar lagi ujian akan dimulai.

Ssst!!! Jangan bongkar kalau mau aman!
Tenang saja, nanti gratifikasinya tidak akan mengecewakan.

Ssst!!! Jangan bersuara meski kau adalah saksi utama!
Kasus ini melibatkan keluarga pejabat.

Ssst!!! Bukan bermaksud menyinggung siapa-siapa loh!
Jadi kalau tidak merasa, santai saja ya.

Nila Amalia
00.20 WIB 050113
read more »

Selasa, 01 Januari 2013

Poem: SILENTLY LOVE

 SILENTLY LOVE

It is just four letters, but it can make my life changed.
It just a word, but it is not just had one meaning.
It came suddenly, and also can leave me even when I haven't the preparation for it.
Is it something they call "LOVE"?

Some people said that I am looking like another person.
Some people knew there are something happened in my life.
Some people guessed whom make me seem nervous in some situation.
Some people asked me, "Do you falling in love with him? Why?"
I still don't know the reason, but this feeling still stay alive here.

Can I kill this feeling?
Can I forget to all these memories?
I know it has been too long (some people said that is abnormal), but why it so difficult for me?
Should I tell you or just keep it silent?

First day on 2013
Nila Amalia
read more »

Rabu, 26 September 2012

A TEENAGER'S FREAKY STORY

Entah angin apa yang membuat suatu sore beberapa hari yang lalu menggerakkan tangan ini ke sebuah tempat rahasia. Suatu sudut di dalam lemari, yang lama tak tersentuh. Sampai tangan ini menyentuh sebuah buku tulis usang bahkan "telanjang" karena covernya sudah bertahun-tahun lalu robek. Ternyata di situlah tersimpan beberapa kisah seorang ABG labil sebelum ada wabah Friendster, Facebook dan Twitter muncul. Ya iyalah ABG tersebut waktu itu belum kenal internet, parahnya setiap ada jadwal ekskul komputer yang sebenarnya berhukum wajib, si ABG labil itu lebih memilih bolos buat ngantri kamar mandi (nasib tinggal di asrama, apa-apa ngantri).

Ternyata sebelum ada budaya curhat atau sekedar update status dengan tujuan sekedar mengabarkan pada dunia tentang aktivitas pribadi, si ABG itu pun sudah membiasakan diri update status juga. Meskipun cuma di atas kertas dan  ga ada yang baca juga sih. Berbeda dengan buku-buku "tong sampah" segala isi hati si ABG labil itu yang udah tamat sebelumnya, khusus buku yang satu itu ternyata memiliki keunikan tersendiri. Apa sih uniknya. Ternyata pubertas membuat buku tulis itu diisi oleh hal-hal aneh (sewajar-wajarnya hal tersebut pun akan jadi aneh kalau di baca setelah bertahun-tahun moment itu berlalu).

Entah dari mana idenya, kisah apa yang mengawalinya, atau sedang kesambet setan galau sampai salah satu lembar buku tulis usang nan lecek itu memaparkan sebuah fakta. Fakta kalau ABG labil itu pernah merangkai kata-kata dengan beberapa penggal bait (mungkinkah dulu maksudnya puisi?). Atau waktu itu memang ada tugas bahasa Indonesia disuruh buat puisi galau (rasanya ga mungkin deh)? Dengan ingatan pada masa itu yang masih kabur mengenai sebab tulisan aneh itu ada, maka dengan ini dipaparkanlah apa yang tertulis di lembaran lecek dari buku usang milik seorang ABG labil era 2000an (makin ga jelas, makin muter-muter).

Rasa...
Muncul tiba-tiba
Dari mana
Tanpa perantara

Bingung...
Rindu tak berujung
Benci meradang
Semua hilang

Menanti...
Semua tak pasti
Ini hanya mimpi
Yang tak terjadi

Kau Hanya Mimpi*

*Entah maksud tiga kata itu judulnya atau bukan, sepertinya begitu. Tapi di teks aslinya dengan font "ceker ayam", tiga kata tersebut ditulis sembarang. Tidak di atas bait pertama atau di bawah bait terakhir.

Thank's for visiting ^_^.
read more »

Senin, 03 September 2012

L+I+F+E = C+H+O+I+C+E

Hidup adalah pilihan
Pilihan diantara banyak hal yang akan dijalani
Pilihan yang tidak hanya dalam angan
Realita yang harus dihadapi

Pilihan bukan seperti dalam ujian semester
Multiple choice yang memiliki nilai jika dijawab benar
Pilihan dalam hidup yang diiringi dengan segala risiko
Pilihan yang akan menentukan rumah masa depan


Lalu terhadap apa, kepada siapa, dimana, kapan, dan bagaimana Aku jatuhkan pilihanku?
Kita lihat saja kelanjutannya

03 September 2012
Nila Amalia
read more »