Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Selasa, 10 Desember 2013

Diamku Kini

Saat kebingungan itu muncul dan tidak tahu harus bersikap atau berkata apa, maka diam saja sejenak. Kadang diam membuat keadaan lebih baik, dibanding memaksa berlaku atau berkata yang nantinya memperkeruh suasana.

Aku hanya ingin diam sejenak.

Saat emosi mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan level, jangan langsung dikeluarkan! Diam sebentar saja. Barangkali masih sempat menelaah penyebabnya dan bisa menurunkan lagi level emosi tersebut. Syukur-syukur kalau suasana hati kembali gembira.

Aku hanya berdiam diri untuk sementara.

Saat tulisan lebih mampu menyentuh rasa dibandingkan suara dan mimik wajah, maka tuliskan saja dalam diam! Menulis juga salah satu cara dalam berkomunikasi, dan tidak selalu komunikasi lisan mutlak lebih baik daripada komunikasi lewat tulisan.

Biarkan aku diam dan mulai menulis untuk dunia

Mungkin dengan diamku kini, semuanya akan membaik. Semoga.


Saat hening dan sunyi dalam diam sendiri, 10 Desember 2013 (alaNila).
read more »

Sabtu, 07 Desember 2013

Isi atau Kosong?

"Gemukan ya?", "Berat badannya berapa sekarang?", "Naik berapa kilo dari berat badan sebelum nikah?" 
Pertanyaan yang mulai sering ditujukan kepada para wanita yang baru menikah. Secara tidak langsung pertanyaan tersebut akan mengarah kepada kalimat-kalimat tanya berikut ini. 
"Udah isi belum?", "Udah telat haid kah?", atau "Kapan nih perutnya ada 'isi'nya?"

Pertanyaan tersebut makin gencar digaungkan oleh kerabat, yang melihat pipi wanita yang ditanya, tampak chubby. Padahal bisa jadi memang dari sono-nya tembem, atau saat itu sedang mengalami sakit yang membuat pipi membengkak. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu.

Memang sih berat badan mengalami kenaikan beberapa kilogram dari berat badan sebelum melepas status lajang. Pipi pun tidak dapat dikatakan termasuk kategori tirus, apalagi bentuk wajah saya juga cenderung bulat. Namun, satu hal yang makin membuat saya terlihat menggemuk, adalah pipi yang bengkak karena ada bagian gusi yang bengkak.

Berawal dari pernyataan teman dari orang tua yang sedang bertamu ke rumah bersama seorang putrinya (dua tahun lebih dewasa dari saya, tetapi belum menikah), tentang saya yang terlihat gemukan. Lalu putri dari kerabat orang tua kami itu, secara gamblang asal nyeplos, "Udah isi ya?". @#$%^*Isi makanan kalee....

Dulu sewaktu belum menikah dan bertemu teman yang sudah menikah, merasa juga saya sering bertanya hal serupa. Tapi ternyata setelah menjadi sasaran yang ditanya, rasanya gimana gitu? Aneh dan agak risih juga. Padahal saya dan suami belum terlalu ngotot ingin cepat dapat momongan atau tidak juga menunda. Se-dikasih-nya dari Sang Maha Kuasa saja. Apalagi buat pasangan yang memang sudah lama mendambakan kehadiran bayi, pasti rasanya super BeTe ya ditanya demikian?

Curcol dikit boleh kan ya? ^_*


read more »

Kamis, 05 Desember 2013

Mewarnai Itu Asyik :)

Selalu ada sisi kekanak-kanakan dalam diri setiap individu, sekalipun pada mereka yang sudah memasuki usia dewasa. Kadang sisi kekanak-kanakan ini bisa muncul sesekali, dalam berbagai situasi, suka atau duka.

Dan tampaknya sisi kekanak-kanakan saya sedang muncul saat ini. Beberapa hari lalu membereskan tumpukan koleksi buku dibantu oleh suami, dan menemukan krayon lama milik adik sewaktu masih SD. Tiba-tiba rindu mewarnai sebuah gambar, seperti yang sangat saya sukai ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Malah satu kali saat kelas 1 atau 2 SD, saya beruntung meraih juara 2 untuk lomba mewarnai, di lingkungan dalam sekolah. Namun, sayang setelah keberuntungan pertama itu, saya tidak pernah mengasah keterampilan ini dengan berlanjut aktif di berbagai lomba mewarnai lainnya.

Perburuan gambar saya lakukan lewat Google, dan berhasil download beberapa gambar. Belum semua selesai saya beri warna, sejak kemarin sampai siang ini baru dua gambar yang berhasil saya selesaikan. Hehe, sesekali nostalgia masa kecil boleh kan? Menghibur hati dan mengontrol pikiran atau emosi negatif yang sempat hampir keluar. Hitung-hitung self therapy :). Mau coba? Silahkan....

Ini dia gambar yang sudah diberi sentuhan warna-warni alaNila ^_* (maaf lupa menyertakan link sumber gambarnya):






read more »

Minggu, 24 November 2013

Thank's God, It Was 3 Months!

Can not believe it. It was 3 months. Yeah! 3 months my status changed from single to married by a man. A man who never I thought before. A man who I met just about 3 months before our wedding, and our first meeting was no one starting our direct (verbal) introducing each other. Maybe it just called 'Shy-shy cat', or in Bahasa Indonesia the meaning is 'malu-malu kucing.' *I do not know, why an adjective of 'Shy' was analoged by a cat?

Many people around us, are shocked when received the invitation. Most of them are my school friend. Why? Because I never have a relationship with a boyfriend since elementary school until 24 years old (before engagement). And also, I was a really nerd girls with a spectacles in my face, so shy to speak with other people, and they never hear about my boyfriend before. Indonesian people called 'Jomblo', to a person who does not have a relationship with girlfriend or boyfriend. Yeah! Thank's God, I am still 'Jomblo' before my wedding.

But in the reality make me think about something, that was a fact. Now, I am not just a daughter of my parent or just a sister of a brother and a sister in my family. Now, I also a wife from a man, his name is Mr. Moh. Abdul Hakim, and his mom also become my mom too, I called her 'Ibuk', and all of his siblings are mine too. And now I have so big family.

Happy 3 months wedding day, wish Allah make us stonger to face every problems, make us always happy in this life and afterlife/eternity. Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin.
read more »

Rabu, 20 November 2013

Pemeran Utama (Raisa)

Pemeran Utama
'Raisa'

Ya... Aku mengerti
Betapa sulit untuk kembali
Dan... Mempercayai
Penipu ini sekali lagi

Pemeran utama hati
Pemicu detak jantung ini
Baru kini kusadari
Setelah berlayar pergi
Itu.. Kamu...

Ya... Aku wanita
Yang seharusnya lebih perasa
Tapi... Malah aku mencabik
Lukai kau yang baik dan buat hatimu sakit
Meski malu untuk akui
Aku mau.... Kau kem-ba-li

Pemeran utama hati
Pemicu detak jantung ini
Baru kini kusadari...
Setelah berlayar pergi

Pemicu detak jantung ini
Baru kini kusadari
Setelah berlayar pergi...
Itu.. Kamu...
read more »

Senin, 18 November 2013

Surat Kecil Untuk Tuhan (Nikita Willy)

Cukup tersentuh dengan liriknya, begitu tahu siapa pencipta lagunya, tidak heran kalau lagu ini sangat bagus menurut saya. Sangat bisa menggambarkan sosok 'Keke' dari novelnya, dan tentu sosok aslinya yang kini sudah tiada. Sama seperti lagu-lagu lainnya yang juga diadaptasi dari sebuah novel kemudian dibuat film. Siapa lagi kalau bukan Teh Melly Goeslow? Salut :).


Surat Kecil Untuk Tuhan (Nikita Willy)
Cipt. Melly Goeslow

Kutuliskan semua kata-kata
Yang kulahirkan dari hatiku
Yang menjerit tanpa suara
Menangis pun tanpa air mata

Cinta semua kuatkan aku
Walau harapanku mungkin kandas
Walau rambutku tak kan kembali
Biarkan aku tetap tersenyum

Surat kecilku untuk Tuhan
Surat terakhir dalam hidupku
Agar semua membaca dan jadi paham
Betapa indahnya cobaanku

Kutulis semua harapanku
Biar hanya aku yang mengalami
Napas terakhirku menjadi saksi
Surat kecilku untuk Tuhan...

Ketika ku beranjak tidur
Kadang ku takut tak bangun lagi
Dan berada di tempat yang asing
Sendiri sepi ku kedinginan

Surat kecilku untuk Tuhan
Surat terakhir dalam hidupku
Agar semua membaca dan jadi paham
Betapa indahnya cobaanku

Kutulis semua harapanku
Biar hanya aku yang mengalami
Napas terakhirku menjadi saksi
Surat kecilku untuk Tuhan...

Kutulis semua harapanku
Biar hanya aku yang mengalami
Napas terakhirku menjadi saksi
Surat kecilku untuk Tuhan...
Surat kecil untuk.. Tuhan...

read more »

Yang Tak Dapat Terucap

Dari kecil mungkin kita sering mendengar kalimat berikut ini keluar dari mulut orang tua ke anaknya, yang menurut mereka tidak patuh pada peringatan atau kemauan orang tua. 

"Tuh kan, kamu sih enggak nurut sama Bunda, begini deh akhirnya."

Memang tidak secara sengaja atau bermaksud menyalahkan anak, tapi memang kalimat itu sering saya dengar, baik pengalaman pribadi atau orang lain. Saya pun mungkin, jika Tuhan kelak menghendaki saya jadi seorang ibu, belum tentu bisa selamanya tidak mengeluarkan kalimat 'memojokkan' seperti itu.

Apa iya kalau anak selalu menuruti perkataan orang tua, akan menjamin hidupnya berjalan mulus tanpa masalah? Tidak juga bukan? Karena sejatinya selama umur masih ada, selama kita masih hidup, masalah akan selalu ada membuntuti ke mana pun kita pergi. Di mana pun dan kapan pun itu, kita tidak akan lepas dari masalah. Mau lepas dari masalah dunia, ya mati. Tapi masalah atau hukuman di akhirat pun menanti, tergantung dosa apa saja yang kita perbuat saat masih hidup.

Tapi kalau anak sudah taat dan patuh pada kemauan orang tua, kemudian masalah muncul, anak akan berada dalam situasi dilema luar biasa. Di satu sisi ingin marah pada orang tua, tapi itu kurang ajar bukan? Masalah bukan selesai, tapi bisa jadi semakin bertambah runyam. Terutama karena hidup kita semakin jauh dari keridhoan orang tua. Artinya apa? Kalau orang tua sudah tidak ridho, maka Tuhan juga enggan memberikan kasih sayangnya untuk anak yang tidak menghormati orang tuanya.

Kalau anak dapat masalah dalam hal yang menjadi pilihannya sendiri, maka dengan sendirinya tidak akan terpikir menyalahkan orang lain, karena apa yang dijalani sepenuhnya adalah kemauan diri sendiri. Mereka yang terlanjur mematuhi perkataan orang tua, lalu mendapat masalah berat, sontak bingung, marah, dan kecewa. Ingin mengeluarkan di depan orang tua takut membuat khawatir, tapi di sisi lain ingin marah pada orang tua juga, karena mereka lah alasan utama si anak memilih suatu pilihan hidup. Anak tidak akan mampu bicara seperti ini, "Tuh kan, gara-gara menuruti perkataan kalian, aku jadi begini."
read more »

Jumat, 08 November 2013

Ada (Sherina)

Setelah di album sebelumnya saya tidak terlalu menikmati lagu-lagunya kecuali single Cinta Pertama dan Terakhir, album TUNA sukses membuat kepincut. Lebih dari sekedar kepincut, setelah hampir bertahun-tahun tidak menyambangi toko kaset atau CD musik, saya benar-benar ngidam (enggak cuma Bumil yang bisa ngidam kan?) buat beli album terbaru Sherina kali ini.

Jujur, saya baru mendengarkan lagu-lagu tersebut dari Youtube. Tapi sangat menikmati setiap notasi lagu dengan lirik yang tidak cengeng, tapi juga tidak urakan. Seperti kembali menemukan sosok Sherina kecil yang identik dengan suara manis tapi ber-power super. Intinya TUNA cukup sukses kembali membuat saya  nge-fans lagi sama Sherina. Terutama dengan lagu Akan Kutunggu yang katanya terinspirasi dari anime Naruto. Keren kan? Begini nih harusnya anak muda, saat sedang senang-senang baca komik atau menonton anime, bisa tetap kreatif berkarya. Saluuut! Tapi kali ini lagi saya sedang ingin mendikte lagu yang berjudul Ada. Alunan pianonya kereeennnn. Yuk mareee.....

Ada
By: Sherina

Tangan yang biasa menggenggam
Mata yang terus menatapku
Bibir yang tersenyum
Kau selalu di sini

Peluk yang tak ingin lepas
Jari yang belai keningku
Pundak tempatku bersandar
Kau selalu di sini

Kini kita harus berpisah
Jarak waktu permainkan kita
Ku di sini dan kau di sana
Tapi ku tak sendiri...

Suara kau di hati
Terbawa di mimpi
Walau kau di sana
Aku tak sendiri

Ada kau di hati
Ada kau di hati
Aku tak sendiri
Kau selalu bersama aku...

Peluk yang tak ingin lepas
Jari yang belai keningku
Pundak tempatku bersandar
Kau selalu di sini

Kini kita harus berpisah
Jarak waktu permainkan kita
Ku di sini dan kau di sana
Tapi ku tak sendiri

Suara kau di hati
Terbawa di mimpi
Walau kau di sana
Aku tak sendiri

Ada kau di hati
Ada kau di hati
Aku tak sendiri
Kau selalu bersama a...ku......

Kekuatanmu buatku teguh
Percayamu buatku yakin
Kemana pun dimana pun
Ada kau di hati...

Kini kita harus berpisah
Jarak waktu permainkan kita
Ku di sini dan kau di sana
Tapi ku tak sendiri...

Suara kau di hati
Terbawa di mimpi
Walau kau di sana
Aku tak sendiri

Ada kau di hati
Ada kau di hati
Aku tak sendiri
Ku..simpan di sini...
Kau selalu bersama a...ku......





read more »