Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Rabu, 12 Juni 2013

Aneka Buah Obat (2)

BAB 2
DEFINISI OBAT DAN PENGELOMPOKANNYA

A.       Definisi Obat
Kata “Obat” tentu sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang kerap berurusan dengan dokter karena penyakit yang dideritanya. Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia moderen, disebutkan bahwa “Obat” adalah “Sesuatu yang dipakai untuk menyembuhkan penyakit; barang-barang kimia untuk berbagai maksud.” Obat-obatan ada yang dijual bebas serta mudah mendapatkannya, namun tidak sedikit pula obat yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter karena berbahaya jika digunakan sembarangan.
Definisi “Obat” dalam ensiklopedia medika untuk umum (Markam, 1972) sebagai “Zat, persenyawaan yang dipakai untuk menyembuhkan penyakit atau mengurangi rasa nyeri dan untuk memperbaiki atau menjaga kesehatan badan.”
Terdapat pengertian obat secara umum dan pengertian obat secara khusus (Syamsuni, 2005). Secara umum obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua mahluk untuk bagian dalam dan luar tubuh guna mencegah, meringankan, dan menyembuhkan penyakit. Syamsuni juga memasukkan pengertian obat menurut undang-undang, yaitu obat merupakan bahan atau campuran bahan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan termasuk untuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia.
Pengertian obat secara khusus dijelaskan lebih jelas sebagai berikut:
1)      Obat Jadi.
Obat jadi adalah obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, tablet, pil, kapsul,cairan, salep, atau bentuk lainnya yang telah ditetapkan pemerintah.
2)      Obat Paten.
Obat paten merupakan obat dengan nama dagang yang terdaftar atas nama pembuat yang diberi kuasa dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.
3)      Obat Baru.
Obat baru yaitu obat yang berisi zat yang belum dikenal sehingga tidak diketahui khasiat dan kegunaannya.
4)      Obat Asli.
Obat asli digunakan dalam pengobatan tradisional ini didapat langsung dari bahan-bahan alamiah Indonesia, dan diolah secara sederhana berdasarkan pengalaman.
5)      Obat Tradisional.
Pengobatan tradisional juga dapat menggunakan obat tradisional yang didapat dari bahan alam seperti mineral, tumbuhan, atau hewan, yang diolah secara sederhana berdasarkan pengalaman.
6)      Obat Esensial.
Obat esensial tercantum dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Obat ini merupakan obat yang paling banyak dibutuhkan dalam layanan kesehatan masyarakat.
7)      Obat Generik.
Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan untuk zat berkhasiat yang terkandung di dalam obat.
B.       Pengelompokan Obat
Ada tujuh hal yang mendasari pengelompokan obat. Dalam buku “Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi, ” Drs. H. A. Syamsuni Apt. mengklasifikasikan obat menjadi tujuh kelompok di antaranya yaitu:
1)      Menurut  Kegunaan Obat
Berdasarkan kegunaannya, obat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:
a.       Obat Terapeutik. Obat ini berguna untuk menyembuhkan penyakit.
b.      Obat Profilaktik. Obat golongan ini berperan mencegah munculnya penyakit.
c.       Obat Diagnostik. Obat ini digunakan untuk membantu mendiagnosis atau mendeteksi adanya penyakit.
2)      Menurut Cara Penggunaan
Pembagian jenis obat menurut cara penggunaannya dibedakan menjadi dua kategori:
a.       Obat untuk pemakaian dalam. Obat jenis ini digunakan melalui oral, yaitu melalui mulut dan masuk ke saluran pencernaan. Contohnya yaitu: tablet, puyer, sirup, kapsul dan lain-lain. Pada kemasan obat diberikan etiket (semacam brosur mengenai cara minum, komposisi, dan peringatan tertentu mengenai obat) berwarna putih.
b.      Obat untuk pemakaian luar. Penggunaan obat ini hanya untuk bagian luar (tidak melalui mulut dan saluran pencernaan). Warna etiket yang diberikan adalah biru untuk membedakannya dengan obat untuk pemakaian dalam. Seperti salep kulit yang digunakan untuk bagian luar tubuh, yaitu kulit.
3)      Menurut Sistem Kerja Obat
Berdasarkan cara kerja obat, terdapat dua golongan obat:
a.       Obat Lokal: obat yang bekerja langsung di tempat dimana dia berada tanpa melalui peredaran darah terlebih dahulu. Contohnya yaitu: pemakaian obat pada kulit.
b.      Obat Sistemik: obat yang harus memasuki peredaran darah terlebih dahulu, kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh dan obat pun mulai bekerja pada sasarannya.
4)      Menurut Undang-undang
Pemerintah mengatur pembagian obat-obatan ke dalam lima kelompok, yaitu:
a.  Obat Narkotika. Obat ini dapat berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi pemakainya.
Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat, halusinasi dan timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Dalam dunia medis, obat ini biasa digunakan untuk membius pasien sebelum operasi atau untuk pasien dengan penyakit-penyakit tertentu.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan istilah NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Narkotika dapat menimbulkan ketagihan dan pemakaiannya harus berada di bawah pengawasan dokter. Contoh obat narkotika yaitu: opium, ganja, morfin, heroin, dan lain sebagainya.
b.      Obat Psikotropika. Proses pembuatannya sampai pemakaiannya harus diawasi secara ketat oleh pemerintah dan hanya boleh diberikan kepada pasien sesuai resep doker. Obat psikotropika dapat menurunkan aktivitas otak, merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai munculnya halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. Jenis-jenis yang termasuk psikotropika: Ekstasi dan Sabu-sabu.
c.   Obat Keras. Obat yang memiliki dosis maksimum ini diberi tanda khusus berupa lingkaran merah dengan hurup K. Obat keras ini hanya didapatkan dengan resep dokter. Obat keras dapat membahayakan tubuh dan mematikan jika digunakan sembarangan.
Obat-obat yang termasuk ke dalam kategori obat keras di antaranya: obat jantung, obat antihipertensi (untuk penderita tekanan darah tinggi), obat antihipotensi (untuk penderita tekanan darah rendah), obat diabetes, hormon, antibiotika, dan beberapa obat ulkus lambung.
d.      Obat Bebas Terbatas.  Seperti obat bebas, obat bebas terbatas dapat dibeli tanpa resep dokter, namun obat jenis ini memiliki kalimat peringatan pada kemasannya. Cirinya adalah lingkaran berwarna biru serta diberikan tanda peringatan pada kemasan obat. Berikut ini contoh kalimat peringatan yang tertulis di kemasan obat bebas terbatas:  Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan; Awas! Obat keras, Baca aturan pemakaiannya!
Contoh obat bebas terbatas, yaitu: obat batuk, obat influenza, obat penghilang rasa sakit dan penurun panas saat demam (analgetik-antipiretik), beberapa suplemen vitamin dan mineral, dan obat-obat antiseptika, obat tetes mata untuk iritasi ringan.
e.       Obat bebas. Beberapa contoh obat bebas adalah: suplemen vitamin dan mineral, obat gosok, beberapa obat analgetik-antipiretik, dan antasida. Obat ini merupakan obat yang paling “aman” karena hanya untuk mengobati gejala penyakit ringan. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas dan tidak membahayakan dengan tanda lingkaran berwana hijau.
5)      Menurut Sumber Obat
Sumber atau bahan-bahan pembuat obat dapat berasal dari berbagai sumber, di antaranya:
a.       Tumbuhan. Obat ini dibuat dari berbagai macam tumbuhan. misalnya: pil yang terbuat dari tanaman kina sebagai obat infeksi penyakit malaria, dan biji jarak yang dibuat menjadi minyak jarak.
b.      Hewan. Seperti lemak ikan salmon yang dibuat menjadi minyak ikan baik untuk kesehatan karena mengandung Asam Lemak Omega-3.
c.       Mineral, contohnya Parafin sebagai bahan untuk membuat balsem, vaselin yang biasa digunakan untuk kosmetik dalam bentuk salep, dan sulfur yang biasa dikenal sebagai belerang untuk berbagai penyakit kulit.
d.      Sintetis (buatan) seperti suplemen vitamin C.
e.       Mikroba dan jamur (fungi), misalnya Antibiotik Penisilin yang dibuat dengan menggunakan jamur Phenicillium yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba.
6)      Menurut Bentuk Obat
Pembagian ini merupakan pembagian yang mudah dikenali oleh masyarakat Karena perbedaannya dapat dilihat dari bentuk fisik obat. Pembagiannya yaitu:
a.       Bentuk padat: serbuk, tablet, pil, kapsul, suppositoria (sediaan padat berbentuk torpedo yang digunakan melalui anus untuk pengobatan wasir atau pasien dalam keadaan tidak sadar yang membutuhkan pertolongan segera).
b.      Bentuk setengah padat: salep, krim, pasta, gel, dan salep mata (occulenta).
c.       Bentuk larutan (cairan): sirup, obat tetes mata, obat kumur, injeksi (cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui jarum suntik), cairan infus, lotion, dan lain-lain.
d.      Bentuk gas: inhalasi untuk penderita asma (obat yang digunakan dengan alat berupa inhaler), obat yang disemprotkan pada bagian tubuh yang diobati (spray dan aerosol).
7)      Menurut Proses Fisiologi dan Biokimia dalam Tubuh
Setiap penyakit memiliki ciri khusus dalam mempengaruhi semua proses yang berlangsung di dalam tubuh. Obat menurut proses fisiologi dan biokimia tubuh ini dibagi ke dalam tiga kelompok:
a.       Obat farmakodinamis, yang bekerja dengan mempercepat atau memperlambat proses fisiologis atau fungsi biokimia tubuh, contoh: hormon, diuretik, hipnotik, dan obat-obat otonom
b.      Obat kemoterapetik, dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh, misal: antikanker, antibiotik, antiparasit
c.       Obat diagnostik, yaitu membantu untuk melakukan diagnosis atau mendetesi penyakit, misalnya barium sulfat untuk diagnosis penyakit saluran lambung-usus.



KESIMPULAN
  • Obat adalah suatu zat atau campuran dari beberapa zat yang bermanfaat untuk mencegah, meringankan, menyembuhkan, mendiagnosis, menghilangkan penyakit atau berbagai gangguan dan kelainan yang diderita seseorang.
  • Obat dikelompokkan berdasarkan tujuh kriteria, yaitu:
1)      Menurut  Kegunaan Obat
2)      Menurut Cara Penggunaan
3)      Menurut Sistem Kerja Obat
4)      Menurut Undang-undang
5)      Menurut Sumber Obat
6)      Menurut Bentuk dan Sediaan Obat
7)      Menurut Bentuk Obat
  • Mengkonsumsi obat tidak boleh sembarangan!
read more »

Aneka Buah Obat (1)


*Memang penulisannya saya buat awalnya untuk sebuah buku, namun karena satu dan lain hal sepertinya buku tersebut tidak jadi diterbitkan. Daripada sayang file-nya tidak ada yang membaca di dalam laptop, maka saya putuskan menerbitkannya di blog. Masih ada satu naskah lagi tentang jajanan sehat, yang bernasib serupa dengan naskah Aneka Buah Obat ini. Lain waktu akan saya terbitkan di blog ini juga. 

Sebenarnya ada gambar yang disertakan di setiap bab-nya, tapi karena akan sulit jika harus mencari lagi gambar-gambar tersebut di internet, maka saya sebagai penyusunnya memutuskan untuk menerbitkan tulisan ini tanpa gambar. Semoga bermanfaat.
Salam, Nila Amalia. 

BAB 1
BERKENALAN DENGAN BUAH
                                         
  1. Definisi Buah
Mendengar kata ”Buah” akan mengingatkan kita pada salah satu jenis pangan yang beraneka warna, rasa, dan mengandung vitamin serta berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Dilihat dari kandungan gizi dalam buah-buahan, maka mengkonsumsi buah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan seseorang.
Buah-buahan khas Indonesia sangat banyak jenisnya karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis. Ditambah dengan banyaknya buah yang diimpor dari luar negeri, makin banyak pula pilihan untuk mengkonsumsi buah. Hal ini akan berdampak pada ekonomi masyarakat terutama petani dan pengusaha di bidang pertanian dan pangan.
Terdapat dua pengertian ”Buah”, diantaranya dijelaskan menurut ilmu Botani dan Ilmu Pertanian. Ilmu Botani merupakan cabang dari Ilmu Biologi yang mempelajari biologi tumbuh-tumbuhan. Buah dalam Ilmu Botani merupakan organ pada tumbuhan berbunga sebagai perkembangan dari bakal buah (ovarium). Sedangkan dalam pandangan Ilmu Pertanian (Hortikultura) buah tidak hanya berasal dari bakal buah, namun dapat pula terbentuk dari organ bunga lainnya.
Istilah untuk buah yang berasal dari bakal buah seperti pada pengertian buah versi Ilmu Botani disebut juga buah sejati. Selain buah sejati, terdapat pula buah tidak sejati (buah semu). Tabel 1 memperlihatkan dua definisi buah berdasarkan Ilmu Botani dan Ilmu Pertanian untuk memudahkan melihat perbedaan di antara keduanya.

Tabel 1. Definisi buah berdasarkan Ilmu Botani dan Ilmu Pertanian
Ilmu Botani
Ilmu Pertanian (Hortikultura)
1)        Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium).
Buah memiliki bentuk yang beraneka macam terkait dengan fungsi utamanya, yaitu sebagai pemencar biji tumbuhan.
1)   Buah tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain.
Masyarakat biasa mendefinisikan buah adalah setiap bagian tumbuhan di permukaan tanah yang tumbuh membesar, berdaging atau banyak mengandung air dapat disebut buah.
2) Buah menurut pengertian botani (berasal dari bakal buah) adalah buah sejati.
2) Dibagi menjadi dua kelompok, yaitu buah sejati dan Buah yang berasal dari perkembangan organ selain bakal buah. Kelompok buah kedua biasa disebut buah tidak sejati (buah semu).
Dari berbagai sumber.

  1. Organ Tumbuhan
Sebelum mengetahui proses terbentuknya buah, sebaiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan beberapa istilah dan nama-nama bagian dari tumbuhan yang berperan memproduksi buah. Pada dasarnya tumbuhan terdiri dari beberapa organ sebagaimana manusia dapat hidup dengan kelengkapan organ tubuhnya. Tumbuhan biasanya memiliki akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.
Fungsi utama akar adalah menyerap air dan zat-zat makanan terlarut air yang berasal dari dalam tanah. Akar mempunyai fungsi lainnya tergantung pada jenis dan ciri tumbuhan tertentu. Akar dapat memperkuat suatu tumbuhan untuk berdiri (tumbuh) kokoh, sebagai alat pernapasan (respirasi) pada tumbuhan Bakau, penyimpan cadangan makanan dan sebagai alat produksi vegetatif yaitu cara reproduksi tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Repropuksi dengan cara ini akan memunculkan tunas baru di akar. Perkembangan vegetatif juga bisa terjadi di daun seperti tanaman Cocor Bebek, disebut juga tunas daun (tunas adventif).
Batang tumbuhan merupakan organ tumbuhan seperti halnya badan sebagai ”tubuh” manusia. Melalui batang, air dan zat-zat makanan disalurkan ke seluruh bagian tumbuhan. Seperti pada pohon-pohon yang besar, batangnya dapat tumbuh semakin panjang dan bercabang-cabang.
Bagian yang tumbuh dari batang adalah daun. Daun memiliki peran penting dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan zat makanan atau energi berupa glukosa, terutama bagi daun yang memiliki zat hijau daun (klorofil). Untuk melakukan fotosintesis tumbuhan memerlukan air (H2O) dan gas karbon dioksida (CO2), serta dibantu oleh cahaya matahari. Kemudian akan menghasilkan energi atau cadangan makanan bagi tumbuhan itu sendiri berupa gula dalam bentuk glukosa (C6H12O6) dan Oksigen (O2). Berikut ini persamaan reaksi kimia yang terjadi pada fotosintesis:
Tabel 2. Persamaan reaksi kimia proses fotosintesis.
6H2O + 6CO2 + Cahaya Matahari → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Penjelasan: 6 molekul air bergabung dengan 6 molekul karbondioksida dalam reaksi yang mendapatkan energi dari sinar matahari. Reaksi ini akan menghasilkan 1 molekul glukosa yang merupakan gula sederhana sebagai  elemen makanan yang penting, dan enam molekul gas oksigen yang berguna untuk kelangsungan hidup semua mahluk di bumi, terutama manusia dan binatang yang menghirup oksigen untuk bernapas.

Selain menghasilkan makanan, daun dapat pula sebagai alat pernapasan tumbuhan karena memiliki mulut daun (stomata). Stomata bagaikan hidung pada alat pernapasan manusia, namun stomata mengambil karbondioksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen (O2) sebaliknya manusia menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida ke udara. Inilah salah satu bukti simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling menguntungkan antara manusia dan tumbuhan.
Fungsi lain daun adalah sebagai alat transpirasi. Ketika stomata terbuka dan mengambil CO2 dari udara untuk berfotosintesis, saat itu pula terjadi proses penguapan (transpirasi). Sekitar 20% dari semua air yang diserap oleh akar akan menguap ke udara. Beberapa tumbuhan akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan.
Selain transpirasi, ada juga gutasi yang merupakan peristiwa lain yang terjadi di daun. Gutasi merupakan pengeluaran air dalam bentuk cair yang merupakan sisa hasil metabolisme, atau ketika transpirasi tidak berlangsung efektif (misal pada malam hari). Pada pagi hari tetesan air dapat terlihat dan inilah yang selama ini disebut embun sebagai hasil dari proses gutasi.
Organ tumbuhan ini merupakan bagian yang memiliki peran langsung dalam pembentukan buah, yaitu bunga sebagai bagian reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Bunga disebut bunga sempurna jika memiliki alat kelamin jantan (Benang sari) dan alat kelamin betina (putik) dalam satu organ (bunga). Sedangkan istilah bunga lengkap ditujukan untuk bunga yang memiliki semua bagian utama bunga. Terdapat empat bagian utama bunga, yaitu: kelopak bunga, mahkota bunga, alat kelamin jantan, dan alat kelamin betina.
Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Mayoritas bunga memiliki satu putik yang terletak di tengah kelopak bunga. Putik terdiri dari beberapa bagian, yaitu kepala putik, tangkai putik, bakal buah, dan bakal biji.
Alat kelamin jantan yang berada di sekeliling putik adalah benang sari. Benang sari terdiri dari bagian tangkai sari dan kepala sari. Pada kepala sari inilah terdapat serbuk sari yang berfungsi sebagai penyerbuk pada putik. Pada tahap inilah putik dan benang sari bekerja sebagai penghasil biji. Setelah serbuk sari menempel pada kepala putik, kemudian serbuk sari masuk ke bakal buah yang berada di pangkal putik. Inilah yang akan menjadi biji, terdapat biji yang dibungkus buah (biji tertutup) dan ada pula yang termasuk biji terbuka.
Mahkota bunga yang menjadi daya tarik ketika sedang mekar ini akan rontok atau menggugurkan diri saat terjadi penyerbukan. Tujuan dari gugurnya mahkota bunga adalah untuk menyiapkan tempat untuk buah berkembang dari pangkal putik yang telah berisi serbuk sari. Benang sari berada di sekeliling putik. Pada saat penyerbukan maka serbuk sari dari dalam kepala sari akan jatuh di atas kepala putik dan menuju bakal biji untuk kemudian berkembang menjadi buah.

  1. Bagaimana Buah Terbentuk?
Buah sejati adalah hasil pertumbuhan dan perkembangan yang sempurna dari bakal buah. Bakal buah yang disebut juga ovarium mengandung satu atau lebih bakal biji (ovulum) yang mengandung sel telur. Bakal biji kemudian akan dibuahi melalui suatu proses yang disebut penyerbukan. Penyerbukan merupakan suatu proses ketika serbuk sari menempel/berpindah dari kepala sari (bagian benang sari) ke kepala putik.
Setelah perlekatan serbuk sari di kepala putik, serbuk sari kemudian berkecambah dan tumbuh menjadi serbuk sari yang mengandung sperma, kemudian akan menuju tangkai putik menuju bakal biji yang merupakan tempat pembuahan. Pembuahan adalah persatuan antara sperma dari serbuk sari dan sel telur yang ada di dalam bakal biji yang akan membentuk zigot.
Kemudian zigot tumbuh menjadi embrio, biji mulai terbentuk dari bakal biji, dan dinding bakal buah akan menjadi berdaging atau membentuk lapisan kering dan keras, sebagai pelindung biji.
Pada buah sejati, bagian bunga seperti mahkota dan kelopak bunga akan menggurkan diri dengan tujuan menyiapkan tempat berkembangnya buah. Namun, terdapat peristiwa di mana sebagian buah terbentuk dari bagian-bagian bunga tersebut yang bersatu dengan bakal buah. Jika bagian-bagian yang bersatu dengan bakal buah tersebut menjadi bagian utama buah maka disebut buah semu.
  1. Pengelompokan Buah
Pada sub bab sebelumnya sudah dibahas bahwa terdapat dua kelompok buah berdasarkan organ asalnya, yaitu buah sejati dan buah semu. Berikut ini beberapa contoh buah yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri-cirinya, yaitu:
1)    Buah Sejati Tunggal Berdaging. 
Buah yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya: Buah Buni, Mentimun, Jeruk, Mangga, Delima, Apel, dan Kelapa.

2)    Buah Sejati Tunggal Kering.
Buah sejati tunggal kering adalah buah dengan bagian luar keras dan seperti kulit yang mengering. Beberapa di antara contoh buah jenis ini, yaitu: Padi, Selasih, Kacang Tanah, dan Buah Durian.

3)    Buah Sejati Ganda.
Buah sejati ganda berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas, tetapi akhirnya merupakan kumpulan buah maupun kelihatan seperti satu. Contoh dari buah yang termasuk buah sejati ganda, di antaranya: Mawar, Cempaka, dan Srikaya.

4)    Buah Sejati Majemuk.
Berasal banyak bunga (bunga majemuk) dengan banyak bakal buah, tetapi seluruhnya seakan-akan merupakan satu buah. Buah sejati majemuk seperti: Nanas, Pandan, dan buah Bunga Matahari.

5)    Buah Semu Tunggal.
Buah semu tunggal adalah buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah. Contohnya seperti: Buah Jambu Monyet dan Ciplukan.

6)    Buah Semu Ganda.
Buah semu ini yang berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas dan tumbuh menjadi buah, tetapi disertai pula oleh bagian-bagian bunga lainnya seperti misalnya Buah Arbei.

7)    Buah Semu Majemuk.
Buah semu yang berasal dari bunga majemuk, dan seluruhnya hanya tampak sebagai satu buah, disebut buah semu majemuk. Tangkai bunga menebal, tenda bunga berlekatan dan menjadi kulit buah. Di antara buah yang termasuk kelompok buah semu majemuk, yaitu: Buah Nangka dan Buah Beringin.


 

KESIMPULAN
  • Buah (Ilmu Botani) adalah organ pada tumbuhan berbunga sebagai perkembangan dari bakal buah (ovarium).
  • Buah (Ilmu Pertanian) tidak hanya berasal dari bakal buah, namun dapat pula terbentuk dari organ bunga lainnya.
  • Buah sejati adalah hasil pertumbuhan dan perkembangan yang sempurna dari bakal buah.
  • Buah semu terbentuk dari bagian-bagian (organ) bunga yang bersatu dengan bakal buah.
  • Pengelompokkan buah dibagi ke dalam tujuh kelompok, yaitu:
1)      Buah Sejati Tunggal Berdaging.
2)      Buah Sejati Tunggal Kering.
3)      Buah Sejati Ganda.
4)      Buah Sejati Majemuk.
5)      Buah Semu Tunggal.
6)      Buah Semu Ganda.
7)      Buah Semu Majemuk.
read more »

Everbody Knew About Their Body

Memang tidak semestinya menjadi alasan atau penghalang. Kala si 'kram bulanan' dirasakan. Tetapi masing-maing individu tahu persis apa yang dialami dan kemungkinan terburuk ketika berurusan dengan dismenore. Ada yang sekedar nyeri atau kram, tetapi masih kuat beraktivitas di luar rumah, tetapi ada juga yang tidak kuat menahan rasa sakit sampai harus tetap di rumah atau bahkan istirahat total di atas tempat tidur. Harus tahu diri sampai di mana kesanggupan diri menahan rasa sakit, dan ketahanan beraktivitas di luar rumah. Karena bukan hanya akan menyusahkan diri sendiri, tapi juga merepotkan orang lain jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misal pingsan atau terlalu lemas sampai tidak kuat berjalan akibat menahan rasa nyeri.

Sebenarnya masih ada cara untuk tetap dapat beraktivitas seperti biasanya. Minimal apa yang sudah direncanakan, tidak harus dibatalkan karena masalah satu ini. Misalnya mengonsumsi obat penahan rasa sakit. Tetapi saya memilih menghindarinya, kecuali jika aktivitas yang akan dilakukan benar-benar mendesak dan tidak bisa dilakukan di lain hari. Namun, sebisa mungkin saya tidak membiasakan bergantung pada obat-obatan. Bahkan untuk segala jenis keluhan sakit, selama tidak mendesak dan parah, maka saya akan berkata tidak pada obat-obatan kimia.

Bukan hanya sekedar menghindari terlalu banyak zat kimia masuk ke tubuh, tetapi saya memiliki masalah dalam menelan obat-obatan berbentuk tablet atau kapsul. Terlebih jika ukurannya agak besar. Memang sejak kecil saya sering memuntahkan kembali obat-obatan yang harus diminum saat sakit. Untuk obat dengan bentuk tablet dan kapsul, harus dilarutkan dalam air untuk memudahkan proses menelan. Padahal cara itu justru membuat obat terasa pahit. Perlahan, semakin bertambahnya usia, saya mulai mampu menelan obat dalam bentuk tablet dan kapsul. Tapi, hanya untuk ukuran kecil yang dengan mulus bisa tertelan tanpa ada rasa mual atau ingin dimuntahkan kembali. Untuk tablet dan kapsul ukuran sedang dan besar, sesekali masih sulit saya telan, apalagi jika aroma obatnya sangat menyengat.

Baiklah, saya akan menunggu beberapa jam ke depan hingga yakin benar, apa saya mampu beraktivitas di luar rumah kala dismenore datang. Jika keringat dingin sudah muncul, dan terasa lemas saat harus berjalan, maka saya putuskan tetap di rumah. Rencana hari ini ditunda sehari saja. Besok pasti rasa nyerinya sudah tidak lagi sehebat hari pertama. Semoga.
read more »

Senin, 10 Juni 2013

Ada Kupu-kupu, Bakal Ada Tamu?

Mitos bagaimanapun ya tetaplah sebuah mitos. Sama sekali tidak sepatutnya menjadi acuan kita dalam segala hal yang terjadi di kehidupan. Tetapi ada satu mitos, yang entah mengapa nyaris selalu tepat dan mungkin sudah lebih dari lima kali saya alami. Yaitu mitos tentang melihat Kupu-kupu masuk ke dalam rumah. Konon katanya tidak lama kemudian (di hari yang sama atau beberapa hari setelahnya) akan ada tamu yang datang ke rumah. Tulisan lain tentang mitos dapat dibaca di sini.

Dua kali terakhir melihat Kupu-kupu masuk ke dalam rumah, saya membuktikan kebenaran mitos tersebut. Dua minggu lalu, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2013 sekitar pukul tujuh pagi saya melihat seekor Kupu-kupu cokelat hinggap di gorden. Mungkin sekitar beberapa menit dia diam di gorden, sampai saya tidak menyadari kapan Kupu-kupu itu akhirnya menghilang. Keesokannya hari Minggu tanggal 2 Juni 2013, menjelang waktu shalat Dzuhur kami kedatangan tamu. Kisah saya dan para tamu kecil itu saya tuliskan di sini. Tamunya memang saudara dekat, dan baru pulang malam harinya (ingat kan tadi Kupu-kupunya lumayan lama hinggap di gorden?).

Kemudian hari Sabtu tanggal 8 Juni 2013 lalu, pagi hari juga saya melihat seekor kupu-kupu lagi sedang terbang dekat pintu ruang tengah. Namun kali ini Kupu-kupu tersebut hanya terbang mengitari pintu, dalam waktu sangat singkat lalu terbang kembali menjauhi rumah. Kupu-kupunya berukuran kecil dengan warna putih bersih. Dalam hati saya iseng membatin, "Kali ini siapa lagi yang akan bertamu?". Sore harinya keisengan kata hati saya terjawabkan. Seorang sahabat Mama berkunjung dan menginap di rumah kami. Mitos atau fakta nih, kalau ternyata si Kupu-kupu itu sebagai penyampai pesan kepada empunya rumah supaya bersiap-siap menjamu tamu?

Tidak itu saja, besok sorenya tanggal 9 Juni 2013 ada tamu lagi. Ternyata kawan sejak TK saya yang datang bersama adik perempuannya. Padahal kami sudah lama sekali tidak bertemu, ternyata dia bermaksud menyampaikan undangan pernikahannya yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2013. Dia membawa dua undangan, satu untuk saya dan satu lagi untuk Mama (Maklum namanya juga sudah kenal sejak TK, otomatis para Mama lebih akrab dibanding para putri.) Barakallah ya teman masa kecilku, semoga acaramu lancar dan kelak menjadi keluarga SAMARA. Aamiin. Jangan-jangan waktu itu Kupu-kupunya berwarna putih karena tamunya si calon pengantin? #SotoyBangetBinEnggakNyambung

Ya sudah cukup sekian cerita kali ini, intinya sih tidak sepatutnya kita percaya seratus persen dengan mitos. Tapi saya hanya ingin memaparkan kalau ternyata ada mitos-mitos yang sering terbukti, dan akhirnya membuat mitos tersebut dianggap fakta. Atau mungkinkah ada radar khusus di tubuh Kupu-kupu yang bisa mendeteksi saat seseorang berniat berkunjung ke suatu rumah, maka Kupu-kupu akan segera terbang ke rumah yang dituju? Hanya Tuhan yang tahu jawabnya.
read more »

Minggu, 09 Juni 2013

.tabedreB

Berdebat.
Lagi-lagi berdebat.
Tak terlalu masalah jika hanya sekedar berbeda pendapat.
Aku hanya tidak suka kala mereka mulai saling merasa benar dan menyalahkan yang lainnya. 
"Tuh kan? Apa kubilang?", selalu kalimat itu yang sering terdengar.
Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi.
Kalau memang yakin benar pada pendapatnya sejak awal, kenapa pula mengalah di awal?
Berdebat saja sejak awal. Sebelum tuding menuding kesalahan di kemudian hari.
Kucoba kuungkapkan ketakutanku, lalu disangkal bahwa itu hal yang wajar, tak usah dipikirkan.
Sejak itu tidak pernah lagi kuutarakan tentang ketakutanku.
Aku takut seperti mereka.
Aku tidak ingin seperti mereka.
Berusaha bertahan saat merasa diri tidak tahan lagi.
Mereka bilang itu untuk kebaikan.
Dan aku benci saat mereka berdebat karena diriku. Benci pada diri sendiri, karena rasa bersalah.
Berdebat. Berbincang akrab. Berdebat lagi. Suasana kembali normal. Salah paham terulang. Berusaha baik-baik saja di hadapan orang luar.
Aku hanya menjadi penontonnya.
Aku takut untuk menjadi pelakunya.
read more »