Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Lee Min Ho Goes To Jakarta

Kabar baik bagi para penggemar drama Korea, Boys Before Flowers, Personal Taste, dan City Hunter. Khususnya para ladies yang nge-fans banget sama aktor utamanya, Lee Min Ho. Mungkin saya termasuk orang yang telat mengetahui kabar ini, tapi tidak ada salahnya juga kan berbagi info siapa tahu ada yang membutuhkan.

Beberapa hari yang lalu menonton acara Top K-Pop di salah satu channel TV swasta. Di acara tersebut pula diinformasikan bahwa rencananya Lee Min Ho akan mengadakan jumpa fans di Jakarta pada tanggal 23 Maret 2013. Sebelumnya aktor sekaligus penyanyi Lee Seung Gi menggelar acara serupa beberapa waktu lalu, kali ini giliran Lee Min Ho akan menyapa fans-nya di Indonesia.

Saya sendiri bukan penggemar fanatiknya. Jadi tidak mengetahui detail acara tersebut akan diadakan di mana atau berapa harga tiketnya. Mungkin situs berikut ini bisa membantu Anda yang memerlukan informasi lebih lengkapnya: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00030450.html.

Buat para Minoz (kalau tidak salah sebutan untuk fans Lee Min Ho oppa) yang sudah bertahun-tahun menabung untuk bertemu sang idola, it's your time. Buat yang baru tahu, silahkan segera cari infonya kalau memang berniat untuk menghadiri acara tersebut. Buat yang sudah pesan tiketnya, selamat menanti kedatangan sang idola pada 23 Maret 2013 mendatang.
read more »

Rabu, 13 Februari 2013

Daftar Tulisan Terkait "Korean Trend"

Demam Korea (Selatan) memang sedang mendunia.

Bukan sekedar asal menyimpulkan atau sekedar sugesti penulis, yang sedikit banyak mulai menyukai hal-hal berunsur Korea. Tapi pernyataan tersebut berdasarkan tulisan-tulisan di blog ini, yang ternyata menunjukkan sebuah fakta mencenangkan (lebay deh).

Kenyataan bahwa tulisan yang bertema Korea, nyaris tidak pernah kehilangan pengunjung walau sudah lebih dari seminggu diterbitkan. Padahal bisa dikatakan blog ini bukan blog khusus yang hanya membahas tentang sinopsis drama Korea, fashion ala Korea, K-Pop, atau pelajaran bahasa Korea. Pastinya jika ada yang ingin mencari informasi terkait Korean Trend, pasti banyak blog lain yang menyajikan informasinya secara lebih lengkap. Berbeda dengan hasil tulisan Saya, yang tingkat mengidolakan all about Korea-nya masih di tahap newbie dan tidak terlalu fanatik.

Di blog ini, penulis sebenarnya hanya ingin mengapresiasi karya-karya mereka, terutama yang berhasil menarik perhatian penulis. Di sisi lain juga menjadikannya sebuah subjek tulisan, sekaligus mengeluarkan apa yang ada di pikiran, supaya tidak mengendap sia-sia di "taman akal." Berikut ini beberapa tulisan yang pernah Saya buat, terkait Korean Trend (terhitung sampai 13 Februari 2013, kalau suatu saat bertambah akan di-update lagi di sini): 
  1. Review Ost. 49 Days (Even if I Live Just One Day - Jo Hyun Jae)  
  2. New Heart, New Eyes, New Kidney, and New Life for Other People 
  3. Saranghaeyo... 
  4. When K-Drama Affect Me 
  5. Learning From "God of Study" 
  6. Loving At The First Listen To "S.E.O.U.L." - Super Junior & SNSD 
  7. Review Makna Lagu "Goose's Dream"

 




read more »

Sabtu, 26 Januari 2013

Learning From "God of Study"

Masa-masa Ujian Nasional (UN) sudah dekat, dan ketegangan serta kekhawatiran calon pesertanya akan semakin mewabah. Apalagi kalau setelah dilaksanakan Try Out (TO) hasilnya masih jauh dari target minimal. Begitulah kenyataannya sejak zaman namanya masih Ebtanas, Ujian Akhir Nasional (UAN), sampai sekarang disebut UN. Setelah lulus (khusus yang SMA) pun masih harus dibuat ketar-ketir dengan ujian masuk perguruan tinggi (negeri terutama). Hal ini juga yang diangkat ke dalam sebuah drama Korea berjudul God of Study atau Master of Study. Katanya sebelumnya cerita ini dibuat dalam bentuk komik Jepang.

Saat itu penulis baru menonton dramanya, beberapa tahun setelah lulus dari SMA (Aliyah sih tepatnya). Jadi beberapa saat menjelang UAN belum mendapat stimulus tambahan dari drama tersebut. Menyadari kenapa hasil UAN-ku dulu hanya lulus dengan pas-pasan. Tentu saja karena kurang kerasnya usaha untuk belajar mati-matian demi kelulusan. Sangat kontras dengan apa yang disajikan dalam drama, ketika para pemerannya (siswa-siswi dari sekolah yang mendapat predikat buruk di mata masyarakat) yang nyaris tidak punya niat belajar, berubah menjadi begitu semangat belajar.

Tentu saja dengan bantuan beberapa guru yang masih peduli dengan murid dan sekolahnya (karena dari awal guru-gurunya saja banyak yang pesimis, malah pasrah kalau sekolah mau ditutup), seorang pengacara berusaha melakukan segala cara supaya image sekolah tersebut membaik. Juga membantu para murid yang sebelumnya dianggap produk gagal, bisa bersaing dengan murid sekolah favorit di seluruh Korea. Seperti kebanyakan drama Korea, yang dengan jelas menyisipkan pesan positif di setiap episodenya, di God of Study juga demikian. Misalnya saat episode belajar bahasa Inggris, di akhir cerita akan diberitahukan tips supaya mudah memahami pelajaran, serta dengan mudah menjawab soal ujian. Kalau jauh-jauh sebelum UN, pernah menonton drama ini menurutku pasti memacu semangat dan motivasi para murid SD, SMP, dan SMA. Jadi kemungkinan stres mereka berkurang, sekaligus menambah semangat untuk semakin rajin dan bersungguh-sungguh belajar (sampai benar-benar memahami segala jenis soal).

Inti cerita dari drama ini adalah saat sebuah sekolah (kayaknya milik swasta/yayasan keluarga gitu) terancam ditutup karena dianggap sekolah yang murid-muridnya sering membuat masalah dan berprestasi akademik buruk (kayaknya mau bangkrut juga sekolahnya). Kemudian muncul seorang pengacara yang mau membantu sekolah itu supaya tidak ditutup (ternyata beliau alumni sekolah itu, pantesan bertekad kuat memajukan almamaternya). Maka akhirnya dicapai negosiasi (mungkin sama dinas pendidikan) kalau mereka berhasil membuat 5 orang siswanya masuk universitas favorit, maka penutupan sekolah akan dibatalkan.

Tapi bukan perkara mudah, bahkan untuk sekedar menemukan siswa-siswi yang mau untuk diikutkan dalam program belajar di kelas khusus (seperti bimbingan belajar intensif). Walau nyaris gagal, akhirnya didapat 5 orang siswa yang bersedia mengikuti kelas khusus tersebut (2 perempuan dan 3 laki-laki). Bukan drama Korea memang jika tidak ada unsur romantisnya. Seperti biasa kisah cinta segitiga dan cinta segiempat, ditampilkan baik antar murid, dan antara guru, pengacara, dan direktur sekolah. Tapi jangan fokus di kisah romantisnya, kita alihkan perhatian kita pada cara belajar mereka menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian masuk universitas.

Jam belajar di kelas khusus lebih lama daripada teman lainnya di kelas biasa, sampai malam. Bahkan di masa-masa tertentu mendekati waktu ujiannya, mereka menginap di sekolah. Semacam kemping supaya kegiatan belajarnya lebih disiplin dan bisa saling menyemangati antar teman. Dan memang bukan hal mudah untuk mencapai tujuan akhir, sesekali ada yang merasa nyaris putus asa, ditambah beberapa masalah keluarga masing-masing yang hampir membuat mereka berhenti sekolah, juga kesalahpahaman antar sahabat karena menyukai orang yang sama.

Paling terharu waktu melihat Bong Goo, yang paling rajin dan semangat belajar tapi nilainya tetap paling rendah di antara teman-temannya. Karena malu dan merasa kecewa pada diri sendiri, dia jadi menghindar dari semua orang bahkan nyaris berbuat nekat. Jadi ingat bahwa beberapa tahun silam ada saja siswa yang memilih bunuh diri karena stres pra UN dan pasca UN. Semoga tahun ini dan tahun-tahun ke depannya tidak ada korban lagi. Aamiin.

Kalau ingin tahu lebih pasti ceritanya, sudah banyak blog yang mengulas sinopsisnya. Nanti kalau dibahas semua di sini jadi terlalu bosan lama-lama baca tulisan ini. Berikut ini foto para tokoh utama di God of Study. Kalau penulis cenderung suka sama karakter Gil Pul Ip yang selalu berusaha ceria di depan semua orang. Sumber gambar dan referensi dari Wikipedia (dari kiri - kanan: Oh Bong Goo, Na Hyun Jung, Hwang Baek Hyun, Gil Pul Ip, dan Hong Chan Doo).

Selamat belajar adik-adik yang akan menempuh UN. Semoga semuanya lulus dengan nilai terbaik ^_^.

read more »

Rabu, 23 Januari 2013

When K-Drama Affect Me

Entah tahun berapa pastinya ketika drama Korea mulai masuk ke Indonesia, dan mendadak secara perlahan meraih banyak penggemarnya sampai saat ini. Sekilas dapat dikatakan tahun 2012 merupakan tahun puncaknya demam Korea, khususnya untuk penyanyi K-Pop yang nyaris setiap bulan selalu mengadakan konser di Jakarta. Sebut saja 2PM, Super Junior, SNSD, 2EN1 (baru nyadar kalau cara bacanya To Anyone), Big Bang, Tim Hwang, Lee Seung Gi, dan masih banyak lagi (bilang aja kalau udah enggak tahu lagi *_*). Memang tidak terlalu mengikuti perkembangan K-Pop, cuma sekedar tahu lagu-lagu yang dipakai sebagai lagu tema dramanya.

Pertama kali mendengar tentang drama Korea itu malah masih mondok di pesantren. Waktu itu sedang heboh-hebohnya kisah Han Ji Eun dan Lee Young Jae di Full House. Sebenarnya saat itu penulis belum menontonnya, hanya sekedar mendengar cerita dari teman yang menonton. Loh kok bisa? Katanya serba dibatasi kalau di pesantren? Sabar, jelas saja bukan menonton di dalam area pesantren, tapi di rumah salah seorang teman, yang berada di belakan pesantren. Mereka bisa menonton karena memang setiap sore (waktu itu jadwal pemutaran drama Korea masih sore hari) ada kegiatan di aula pesantren yang letaknya tidak jauh dari rumah teman kami itu. Dan sesekali pasti bisa mampir ke sana untuk menonton. Meski sempat diajak, tetapi rasanya aneh jika Saya yang tidak ada kegiatan di aula tiba-tiba ikut, kalau ketahuan kan enggak bisa ngeles :) *bukan anak patuh, tapi penakut sama hukuman*. Alhasil hanya jadi pendengar cerita mereka yang menonton, dan memahami cerita berdasarkan imajinasi sendiri (belum ngeh wajahnya Song Hye Kyo dan Rain).

Ada salah seorang teman (dia juga yang menginspirasiku untuk menulis setelah Mbak Asma Nadia) yang sangat menyukai tokoh Han Ji Eun, sampai rajin membuat cerita bersambung (cerbung) yang boleh dibaca oleh teman-teman (gratis ^_^). Saya salah satu pembaca setia cerbungnya setiap kali ada penambahan cerita. Memang tokoh Han Ji Eun diceritakan sebagai seorang penulis cerita untuk film (ga tahu pasti naskah atau sudah dalam bentuk skenario). Dan itu tidak hanya menjadikan temanku sebagai penonton drama, tapi juga menghasilkan karya karena pengaruh drama. Sayang, kami sudah lama sekali tidak bertemu. Semoga dia dan keluarganya baik-baik saja.

Saya sendiri baru beberapa tahun terakhir ini mulai menjadi penggemar drama Korea, yang menceritakan tentang perjuangan seseorang di bidang atau profesi masing-masing. Yang membedakan dari sinetron Indonesia adalah totalitas penggambaran karakter dengan profesinya. Misalnya saat berperan sebagai dokter bedah, maka sedetail mungkin segala informasi terkait kedokteran dimasukkan dalam dialog atau ada foot note-nya seperti drama Surgeon Bong Dal Hee dan New Heart. Lain lagi jika tokoh utama berperan sebagai koki masakan Italia (drama Pasta) dan koki pembuat roti yang konon diangkat dari kisah nyata perjuangan owner bakery ternama (drama Bread, Love, and Dreams). Sepatah dua patah kalimat yang ada dia adegannya malah Saya ingat-ingat sebagai referensi saat memasak. Berasa kursus masak lewat drama.

Tidak aneh kalau saat masih mengikuti alur drama Bread, Love, and Dreams (BLAD), saat itu juga mulai rajin mencoba membuat adonan donat atau roti goreng. Soalnya melihat Kim Tak Gu dan koki lainnya mengolah adonan roti, kelihatan sangat menyenangkan (ternyata berat juga ya adonan roti itu). Apalagi saat melihat hasilnya cukup bagus dan menggoda selera. Rasanya tiap menonton BLAD jadi ingin makan roti terus. Meski pemainnya bukan seorang koki beneran, tapi adegan demi adegan dilakukan secara totalitas, nyaris kita percaya kalau mereka benar-benar seorang koki bukan sekedar aktor dan aktris semata.

Walaupun tidak semua dari hasil eksperimen Saya berhasil (ada yang keras, kebanyakan ragi, kebanyakan mentega, dll) tetapi selalu ada hal-hal baru yang dipelajari. Cuma ya itu tadi, belum bisa konsisten. Sekali hasilnya bagus dan empuk, eh ketika mencoba buat lagi malah aneh. Kadang membuat dua kali lebih banyak dari takaran resep awal, malah kacau. Dari percobaan berkali-kali itu, hanya satu yang pernah diabadikan dengan kamera HP, karena yang satu itu dapat disebut sebagai inovasi terbaru (menurut Saya sendiri sih). Berikut penampakan dari ROJO Isi Cokelat. Asal sih menamakannya, ROJO itu singkatan dari Roti Ijo :).

 ROJO ISI COKELAT *_^

read more »