Rabu, 23 Januari 2013

When K-Drama Affect Me

Entah tahun berapa pastinya ketika drama Korea mulai masuk ke Indonesia, dan mendadak secara perlahan meraih banyak penggemarnya sampai saat ini. Sekilas dapat dikatakan tahun 2012 merupakan tahun puncaknya demam Korea, khususnya untuk penyanyi K-Pop yang nyaris setiap bulan selalu mengadakan konser di Jakarta. Sebut saja 2PM, Super Junior, SNSD, 2EN1 (baru nyadar kalau cara bacanya To Anyone), Big Bang, Tim Hwang, Lee Seung Gi, dan masih banyak lagi (bilang aja kalau udah enggak tahu lagi *_*). Memang tidak terlalu mengikuti perkembangan K-Pop, cuma sekedar tahu lagu-lagu yang dipakai sebagai lagu tema dramanya.

Pertama kali mendengar tentang drama Korea itu malah masih mondok di pesantren. Waktu itu sedang heboh-hebohnya kisah Han Ji Eun dan Lee Young Jae di Full House. Sebenarnya saat itu penulis belum menontonnya, hanya sekedar mendengar cerita dari teman yang menonton. Loh kok bisa? Katanya serba dibatasi kalau di pesantren? Sabar, jelas saja bukan menonton di dalam area pesantren, tapi di rumah salah seorang teman, yang berada di belakan pesantren. Mereka bisa menonton karena memang setiap sore (waktu itu jadwal pemutaran drama Korea masih sore hari) ada kegiatan di aula pesantren yang letaknya tidak jauh dari rumah teman kami itu. Dan sesekali pasti bisa mampir ke sana untuk menonton. Meski sempat diajak, tetapi rasanya aneh jika Saya yang tidak ada kegiatan di aula tiba-tiba ikut, kalau ketahuan kan enggak bisa ngeles :) *bukan anak patuh, tapi penakut sama hukuman*. Alhasil hanya jadi pendengar cerita mereka yang menonton, dan memahami cerita berdasarkan imajinasi sendiri (belum ngeh wajahnya Song Hye Kyo dan Rain).

Ada salah seorang teman (dia juga yang menginspirasiku untuk menulis setelah Mbak Asma Nadia) yang sangat menyukai tokoh Han Ji Eun, sampai rajin membuat cerita bersambung (cerbung) yang boleh dibaca oleh teman-teman (gratis ^_^). Saya salah satu pembaca setia cerbungnya setiap kali ada penambahan cerita. Memang tokoh Han Ji Eun diceritakan sebagai seorang penulis cerita untuk film (ga tahu pasti naskah atau sudah dalam bentuk skenario). Dan itu tidak hanya menjadikan temanku sebagai penonton drama, tapi juga menghasilkan karya karena pengaruh drama. Sayang, kami sudah lama sekali tidak bertemu. Semoga dia dan keluarganya baik-baik saja.

Saya sendiri baru beberapa tahun terakhir ini mulai menjadi penggemar drama Korea, yang menceritakan tentang perjuangan seseorang di bidang atau profesi masing-masing. Yang membedakan dari sinetron Indonesia adalah totalitas penggambaran karakter dengan profesinya. Misalnya saat berperan sebagai dokter bedah, maka sedetail mungkin segala informasi terkait kedokteran dimasukkan dalam dialog atau ada foot note-nya seperti drama Surgeon Bong Dal Hee dan New Heart. Lain lagi jika tokoh utama berperan sebagai koki masakan Italia (drama Pasta) dan koki pembuat roti yang konon diangkat dari kisah nyata perjuangan owner bakery ternama (drama Bread, Love, and Dreams). Sepatah dua patah kalimat yang ada dia adegannya malah Saya ingat-ingat sebagai referensi saat memasak. Berasa kursus masak lewat drama.

Tidak aneh kalau saat masih mengikuti alur drama Bread, Love, and Dreams (BLAD), saat itu juga mulai rajin mencoba membuat adonan donat atau roti goreng. Soalnya melihat Kim Tak Gu dan koki lainnya mengolah adonan roti, kelihatan sangat menyenangkan (ternyata berat juga ya adonan roti itu). Apalagi saat melihat hasilnya cukup bagus dan menggoda selera. Rasanya tiap menonton BLAD jadi ingin makan roti terus. Meski pemainnya bukan seorang koki beneran, tapi adegan demi adegan dilakukan secara totalitas, nyaris kita percaya kalau mereka benar-benar seorang koki bukan sekedar aktor dan aktris semata.

Walaupun tidak semua dari hasil eksperimen Saya berhasil (ada yang keras, kebanyakan ragi, kebanyakan mentega, dll) tetapi selalu ada hal-hal baru yang dipelajari. Cuma ya itu tadi, belum bisa konsisten. Sekali hasilnya bagus dan empuk, eh ketika mencoba buat lagi malah aneh. Kadang membuat dua kali lebih banyak dari takaran resep awal, malah kacau. Dari percobaan berkali-kali itu, hanya satu yang pernah diabadikan dengan kamera HP, karena yang satu itu dapat disebut sebagai inovasi terbaru (menurut Saya sendiri sih). Berikut penampakan dari ROJO Isi Cokelat. Asal sih menamakannya, ROJO itu singkatan dari Roti Ijo :).

 ROJO ISI COKELAT *_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar