Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Senin, 08 April 2013

Dipilih, Dipilih, Dipilih Tulisannya!

Punya halaman blog itu, layaknya para pedagang yang buka toko dengan berbagai jenis barang dagangan. Bedanya, di blog tidak semua hasil akhirnya selalu dinilai dengan uang. Tapi apapun jenis blognya, kepuasan seorang blogger adalah saat mengetahui tulisannya masih memiliki pembaca. Minimal setiap hari ada satu pengunjung blog. Syukur-syukur jika pengunjungnya mencapai jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan per harinya.

Seperti blog ini, pada awalnya sama sekali tidak terbayangkan akan mendapat kunjungan setiap harinya, apalagi dengan jumlah yang fantastis. Karena niat awal memiliki blog pribadi, hanya untuk mengamankan tulisan-tulisan yang semula tersimpan di laptop, dari risiko terhapus atau terinfeksi virus. Tujuan lainnya untuk menuntaskan rasa penasaran apa itu blog, terutama setelah sekian lama berselancar di internet, dan menemukan bahwa banyak sekali penduduk bumi yang membuka "lapak" blog pribadinya.

Ternyata seiring berjalannya waktu, ditambah kekonsistenan untuk meng-update tulisan dan blogwalking ke "lapak" blogger lain (beberapa waktu terakhir memang jarang update dan blogwalking sih), sekitar 30 pengunjung sudah menjadi jumlah minimal per harinya. Sedangkan jumlah maksimalnya pernah mencapai angka 95. Ya, pasti tidak semuanya benar-benar membaca karena bisa saja hanya terpaksa meng-klik, dan segera pergi karena informasi yang disajikan tidak sesuai harapan. Beberapa di antaranya ada yang kembali lagi membaca tulisan lainnya, dan banyak juga yang memutuskan tidak pernah datang lagi mengunjungi blog ini karena merasa isinya tidak menarik.

Begitulah, seperti pembeli yang jumlahnya tidak menentu, baik sekedar mampir atau benar-benar membeli barang yang dijual. Ada yang merasa puas dengan barang yang dibeli, dan suatu saat kembali lagi ke toko tersebut, biasa disebut juga pelanggan. Ada pula yang kecewa dengan kualitas barangnya, dan tidak akan pernah lagi belanja di toko itu.

Bagaimana pun itu, kembali pada selera masing-masing individu. Ada pengunjung yang menyukai tulisan kita atau merasa terbantu mendapatkan informasi penting, ada juga yang merasa bosan dan muak pada tulisan kita karena berbagai alasan. Itu sah-sah saja, apalagi untuk ukuran blog pribadi yang sudah tentu empunya blog, bebas menuangkan segala pendapatnya di halaman "lapak"-nya sendiri. 

Jadi, sedikit atau banyak jumlah pengunjungnya, bukan hal terpenting meski memang menjadi salah satu nilai sebuah blog di dunia maya. Yang terpenting adalah kesungguhan kita sebagai blogger untuk melakukan aksi di berbagai bidang, dengan memulainya lewat tulisan, foto, video, atau apapun yang dapat dibagi melalui sebuah blog. Keep blogging ^_^!
read more »

Selasa, 02 April 2013

It's Me, alaNila.

Dear blogger, apa kabar? Kalau saya sejujurnya dalam keadaan kurang baik, karena sedang mengalami radang tenggorokan sejak kemarin sore. Walau perut lapar dan ingin mengonsumsi berbagai jenis makanan, tetap saja ujung-ujungnya hanya bisa makan sedikit. Itu pun disertai rasa sakit saat berusaha menelan makanan atau minuman. Semoga anda semua dalam keadaan sehat wal'afiat. Aamiin.

Sudah lama sepertinya tidak meng-update tulisan di sini. Karena ada beberapa hal yang cukup menyita tenaga dan pikiran saya sehingga mood nge-blog pun agak terganggu. Kali ini saya akan mencoba kembali berceloteh di blog, yang belum lama ini saya edit judulnya dengan penambahan kalimat yang dirangkai oleh seorang alaNila.

Siapa tuh alaNila? Bisa dikatakan itu adalah nama pena saya, setelah beberapa tahun memikirkan nama pena apa yang cocok, tapi belum ada yang sesuai. Sebenarnya sih, enggak terlalu spesial, karena hanya ditambahkan kata "ala", yang menunjukkan ke-khas-an milik seseorang. Tapi kata tersebut saya sambungkan dengan nama Nila, supaya agak terlihat seperti sebuah kata yang menunjukkan satu nama tertentu.

Kalau dipikir-pikir alaNila juga bisa dijadikan singkatan dari nama alamat email saya di Yahoo, "amalianila". Hehe bingung kah? Atau berpikir saya terlalu maksa? Enggak masalah, karena saya sendiri juga tidak mengalami proses yang ter-amat serius saat memikirkan nama tersebut. Tiba-tiba saja seperti ada bisikan dari nurani untuk mulai memakai nama tersebut dalam beberapa kalimat atau tulisan utuh yang saya buat. Setidaknya saat ini saya sudah punya satu nama pena, yaitu alaNila. Bukan tidak mungkin kedepannya akan ada nama pena lain yang saya gunakan.

Walaupun sudah beberapa lama saya gunakan nama pena tersebut, tapi hari ini, di blog ini, saya resmikan nama tersebut sebagai milik saya. Hehe semoga saja belum ada yang memakainya, kalau pun ada, ya tidak apa-apa. Toh, saya belum menjadi seorang penulis terkenal. Hanya seorang blogger yang berusaha menghasilkan tulisan orisinal di setiap artikel yang dipublikasikan di sini. Maka alaNila adalah saya, Nila Amalia Husna. Terima kasih :).
read more »

Senin, 25 Maret 2013

Undangan Hitam

Silahkan datang, kalau sibuk tidak perlu memaksakan diri untuk hadir di hari tersebut. Mohon doanya saja ya.

Hari: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, atau Minggu.
Tanggal: .... Bulan ............ Tahun 20....
Lokasi: Info menyusul.
Waktu: 24 jam non stop.
Pakaian: Apa saja boleh, yang penting nyaman dan sopan.

*Tidak usah repot-repot bawa amplop atau kado. Doa saja sudah lebih dari cukup.

Maaf jika ada pihak yang belum mendapat undangannya, karena semua sibuk mencari kaveling kosong untuk peristirahatan terakhir nanti. Terima kasih atas waktunya untuk datang/mendoakan saya.
read more »

Rabu, 20 Maret 2013

One of Life's Mystery

"Afgan - Jodoh Pasti Bertemu"
 
Andai engkau tahu
Betapa kumencinta
Selalu menjadikanmu
Isi dalam doaku

Kutahu tak mudah
Menjadi yang kauminta
Kupasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya

Jika aku bukan jalanmu
Kuberhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu

Jodoh pasti bertemu...

Andai engkau tahu
Betapa kumencinta
Kupasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya

Jika aku bukan jalanmu
Kuberhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu

Jodoh pasti bertemu...*

*Kalau ada kata-kata yang salah, maaf ya... Maklum suara lagunya agak kalah sama gemuruh hujan.


Dengan sok tahu tingkat tinggi, saya tebak bahwa lirik lagu tersebut nyaris sesuai dengan pengalaman hidup mayoritas manusia di dunia ini. Baik yang berujung pada kebahagiaan atau 'memaksakan' bahagia dengan melepaskan seseorang apapun alasannya. Intinya adalah sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. J-O-D-O-H.

Satu hal yang misteri dan sudah ada ketetapannya dari Sang Maha Kuasa, disamping maut dan rezeki. Sesuatu yang katanya tidak hanya sekedar ditunggu tapi juga harus dicari. Tapi ujung-ujungnya juga kembali pada Kuasa Ilahi. Yang tidak semua keputusan finalnya dapat diterima mentah-mentah dengan hati lapang. Beberapa sempat terpuruk, jika sosok yang diharapkan menjadi jodohnya, ternyata bukanlah jodoh yang ditentukan Tuhan. Tapi beberapa di antaranya juga bisa bangkit dan mulai menyadari bahwa Tuhan akan memberikan ganti jodoh yang sebenarnya sudah tercatat di "buku khusus" yang tersimpan di "langit."

Sekuat apa pun usaha, dan walaupun berjuta kali kita sebut nama seseorang dalam setiap doa, tidak akan tercapai apa yang diharapkan jika Tuhan berkehendak lain. Lalu jika keinginan itu tidak sesuai dengan keputusan Sang Maha Kuasa, bagaimana? Lepaskan harapan itu.

Saya tidak mengatakan hal itu mudah untuk dilakukan. Bahkan kadang kita memerlukan waktu lebih untuk menyembuhkan hati. Wajar jika sempat merasa sedih, namun berusaha tetap bangkit dari keterpurukan juga harus.

Kembali lagi tentang misteri jodoh. Misteri adalah sesuatu yang tidak bisa dengan cepat kita temukan jawabannya. Kadang hasil akhirnya tidak pernah bisa kita prediksikan. Relakan, lepaskan, dan perlahan kikis harapan yang mungkin saat ini seolah hanya angan semu. Pasrahkan segalanya pada Sang Maha Cinta. Jika memang suatu waktu yang entah kapan itu, kita masih berjodoh dengan sosok itu, Tuhan akan memberikan jalan untuk bertemu. Jika tidak, maka takdir itulah yang dihadiahkan Tuhan untuk kita. Semoga hati kita bisa lapang menerima segala ketentuan-Nya.

Berikut ini salah satu kisah nyata, yang membuktikan bahwa "jodoh tak akan lari kemana" itu benar. Walaupun awalnya tidak direstui keluarga, tapi mereka tidak bertindak konyol dengan memaksakan cinta dan melawan orang tua. Pada akhirnya mereka bertemu kembali dalam keadaan sudah sama-sama 'sendiri' dan memutuskan kembali melanjutkan kisah cinta pertama yang terputus, menjadi cinta yang terakhir. Langsung saja ke lokasi ya: Berpisah 60 Tahun, Pasangan Romantis Ini Akhirnya Menikah
read more »

Senin, 18 Maret 2013

Masih Tentang Masa Itu.

Katanya mimpi hanya sekedar bunga tidur. Tapi jika berulang kali mimpi yang bertema sama mucul dalam tidur, apakah hanya sekedar penghias malam tanpa makna? Sudah beberapa bulan terakhir ini, setiap kali bermimpi selalu kutemui hal yang sama. Lokasi dan waktunya, serta orang-orang yang muncul di mimpi-mimpiku berasal dari masa itu. Masa remajaku, masa saat bersekolah di sebuah asrama, dan penggalan-penggalan aktivitas kami di masa lampau pun seolah kualami lagi.

Di satu sisi, kusadari itu hanya mimpi. Tapi di sisi lain, diri ini tidak bisa menyangkal bahwa sangat menikmati setiap alurnya, seperti bernostalgia ke masa lalu dengan mesin waktu. Dengan kisah yang bisa saja berbeda dengan kenyataan di masa lalu. Setiap kali hampir terbangun, selalu saja kurasakan sebuah rasa kehilangan. Misalnya saat seseorang yang tiba-tiba menghilang dari pandanganku, saat itu kucoba mencarinya, walau hasilnya nihil. Dan saat terbangun, rasa itu seolah nyata. Merasa kehilangan dan sedih.

Entah apa maksud semua ini. Apa yang sebenarnya ada di dalam alam bawah sadarku? Apakah ini sebuah isyarat, pertanda, firasat, atau hanya sekedar wujud kerinduanku pada masa itu? Entahlah.

Mengapa setiap mimpiku masih berputar-putar dengan tema dan para pelaku dari masa itu?
read more »

Jumat, 15 Maret 2013

Some of My Facebook's Notes

Salam blogger :), tulisan kali ini terserah kalian mau sebut apa. Dikatakan promosi, ada benarnya walau bukan tujuan utama, dibilang kurang kerjaan, enggak juga sih. Dan alasan utamanya adalah, saya sedang mengalami kebuntuan untuk menulis dengan tema baru, atau mengutak-atik tema lawas dengan tampilan baru menjadi sebuah tulisan berbeda. 

Untuk mengatasi kebuntuan itu, ya tetap dengan menulis. Memaksakan diri menulis, walau hanya satu atau dua kalimat (minimal berkicau di Twitter atau memperbarui status Facebook). Dari beberapa kata itulah, biasanya ada saja ide baru bermunculan minta dijadikan bintang utama dalam tulisan kita.

Nah, sambil menunggu ide-ide itu bermunculan, sekarang saya memilih untuk menulis beberapa kalimat enggak jelas-sebagai pengantar ke inti dari tulisan kali ini. Yaitu, menampilkan beberapa link menuju ke tulisan-tulisan yang hanya dipublikasi lewat akun Facebook. Tuh kan? Promosi nih ye.... *_^ Sambil menyelam minum kopi. Sembari membaca lagi tulisan-tulisan jadul, sekaligus promosi. Siapa tahu ada yang berminat membaca.

Berikut ini beberapa link-nya, check these out:
  1. You May Try This At Home
  2. PULANG KAMPUNG NIH… 
  3. Pengakuan Seorang Pembunuh 
  4. SALAM KENAL DARI OKSI 
  5. Bekas Luka di Dahi itu... 
  6. LOMBA FLASH TRUE STORY (FTS): IMPIANKU MENJADI PENULIS "Penulis Seumur Hidup" 
  7. SEBUAH JAWABAN (Coretan Zaman Dulu) 
  8. Good Night 
  9. MYSTERY OF LIFE 
  10. Di Serambi Masjid Aku Menulis 
  11. Maaf... Kursi ini untuk Orang Dewasa  
  12. DI TERAS MASJID ITU. . . (cerpen yang ditulis sebelum divonis menderita cacar air) 
  13. 30 September 2009 
  14. Sedang iseng --> meng-upload beberapa coretanku 
  15. YANG UP TO DATE TEKNOLOGI, YANG PEDULI KESEHATAN 
  16. JUST IN MY DREAM (sebuah cerpen yg memang sangat pendek) 
  17. INSOMNIA 
  18. TANGGUL SITU GINTUNG JEBOL 
  19. [KKDH] PROKLAMASI KEMERDEKAAN HATI 
  20. THE STORY OF “ODONG-ODONG”

Thank you for visiting my blog. Have a nice day all ^_^.
read more »

Senin, 11 Maret 2013

Diam Saja.

Mengapa mereka sok tahu? Menganggap diam sebagai wujud persetujuan? Tanpa memberikan jeda waktu untuk berpikir lebih lama. Menganggap diam sebagai ketiadaan perlawanan. Padahal diam mungkin saja memiliki berjuta makna.

Saat ragu masih ada, bukankah kita terdiam?
Saat memikirkan sesuatu, juga lebih bisa konsentrasi dalam kondisi diam kan?
Saat terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa dalam waktu singkat, diam seolah menjadi respon refleks yang ditunjukkan tubuh kita.
Saat merasa tahu diri, tidak ingin mengecewakan orang lain, atau merasa tiada daya lagi untuk melawan, juga hanya mampu diam. Bukankah demikian?

Mungkin benar jika kita sebut, kebahagiaan dari sepuluh, dua puluh, atau bahkan lima puluh orang lebih baik, daripada sekedar untuk mencapai kebahagiaan satu orang.
read more »

Senin, 04 Maret 2013

Terima Kasih Dblogger ^_^.

Sampai rumah di waktu petang menjelang malam, dengan tampang kucel dan pikiran kusut. Tiba-tiba Mama bertanya padaku, "Kamu dapet kiriman apa?" Seketika langsung ingat kalau beberapa minggu yang lalu, membaca pengumuman bahwa tulisanku terpilih dan berhasil membuatku menjadi salah satu blogger yang beruntung mendapat kenang-kenangan dari dblogger. Sebuah komunitas para blogger, yang Januari kemarin genap berusia empat tahun, dan mengadakan lomba menulis di blog dengan tema "Aku dan Dblogger." Berikut ini tulisanku, yang super singkat dan pastinya jauh lebih banyak tulisan lain yang lebih menarik.

Awalnya sama sekali tidak terbayang akan menjadi salah satu blogger yang beruntung. Karena selama belasan atau puluhan kali berpartisipasi dalam berbagai lomba menulis (dengan atau tanpa media blog), belum pernah sekalipun menjadi pemenang. Apalagi statusku yang belum menjadi anggota dblogger, maka tentu saja tulisanku itu hanya sebatas memperkenalkan dblogger (itu juga masih nyontek dari halaman dblogger), disertai sedikit opiniku tentang komunitas tersebut, dan sama sekali tidak ada pengalaman nyata sebagai anggota komunitas tersebut.

Saat mengetahui tulisanku termasuk salah satu pilihan para juri, bukan main senang rasanya. Sekalipun tidak mendapat hadiah apapun juga sudah senang. Apalagi mendapat kenang-kenangan berupa thumbler berlogo dblogger. Hehe agak norak sih diriku, karena sebelumnya belum tahu apa itu thumbler (maklum kosakata English-nya sangat minim), dan sore ini pun kuketahui wujud hadiah yang kuterima dari dblogger. Walau tampang kucel setelah seharian beraktivitas di luar rumah, tetap semangat foto bareng hadiah, yang juga menjadi hadiah pertamaku dalam kompetisi menulis. Terutama menulis sebuah artikel di blog pribadi. Terima kasih dblogger, terima kasih para juri, semoga dblogger makin jaya ^_^.


read more »