Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Lomba Membantu Penyusutan Angka Alexa Rank

Biar saja orang mau berkata apa. Selama ada lomba menarik minat, syarat-syaratnya masih bisa dipenuhi, tanpa dipungut biaya pendaftaran, dan penilaian tidak berdasarkan jumlah vote atau jempol dari para facebookers, maka dengan kenekatan level 10 (kok jadi mirip keripik pedes ya?) akan saya ikuti lomba itu.

Ya, boleh lah menyebut saya banci lomba, sekedar ikut-ikutan meski pengalaman minim, tapi setidaknya mengoleksi pengalaman kalah sebelum suatu saat menang kan? Kalau pun tidak menang atau mendapat penghargaan sebagai blogger ter-eksis di setiap lomba menulis, setidaknya makin banyak yang mampir di blog saya. Terbukti selama hampir satu tahun blog ini ada, jumlah pengunjung (semoga saja mereka juga tahan untuk membaca tulisan saya) selalu meningkat setiap kali ada event lomba yang diikuti. Jika bukan dari para juri, tentu saya tebak pengunjungnya adalah sesama blogger sekaligus peserta lomba itu juga. Sama seperti saya yang lebih sering mampir di blog peserta lain, setelah saya menyelesaikan tulisan saya sendiri. Hanya ingin melihat seberapa beragam tulisan para peserta lomba yang sedang berlangsung.

Keuntungan lainnya yaitu menyusutnya angka peringkat di Alexa, hehe walaupun sering setelah lomba usai  Alexa Rank blog ini kembali menggendut, dan bukan tidak mungkin segera menghilang alias tidak lagi terdeteksi sama si Alexa. Tapi angka paling mengejutkan yang pernah saya raih adalah sekarang alias beberapa hari ini setelah saya resmi berpartisipasi dalam sebuah lomba yang diadakan oleh Viva.co.id dan EnjoyJakarta. Pengunjung blog yang mampir di artikel bertema Keindahan Kepulauan Seribu, mencapai jumlah lebih dari seratus dalam sehari. Wajar, karena lomba ini masih memiliki batas waktu yang cukup panjang, dan mengingat Viva.co.id termasuk salah satu media online yang pasti banyak pembaca setianya. Jadi para peserta atau bahkan calon peserta lomba, yang sedang mencari inspirasi tulisan, mampir ke blog para peserta yang telah mempublikasikan artikelnya lebih dulu.

Padahal saya cukup tahu diri, isi artikel saya agak memaksa untuk diikutsertakan dalam lomba. Intinya sih hanya ingin mencoba, dan ingin menambah pengalaman (pengalaman kalah sebelum suatu saat menang) mengikuti berbagai tema menulis di blog. Untuk lomba kali ini memang hadiahnya amat sangat menggiurkan, bisa dapat kursus menyelam (gratissss) bersama presenter terkenal, Mbak Riyanni Djangkaru, pantas saja jika banyak yang berminat. Saya sendiri tidak berharap banyak untuk menang, toh kalaupun menang, jika sesuai rencana, saya tidak akan dapat menggunakan hak saya sebagai pemenang. Kenapa? Ada deeehhh... Intinya semoga Alexa Rank blog ini tidak menggendut lagi, terus saja menyusut hingga dibawah 10 jutaan (yakin? Masih 17 jutaan loh).
read more »

Senin, 04 Maret 2013

Terima Kasih Dblogger ^_^.

Sampai rumah di waktu petang menjelang malam, dengan tampang kucel dan pikiran kusut. Tiba-tiba Mama bertanya padaku, "Kamu dapet kiriman apa?" Seketika langsung ingat kalau beberapa minggu yang lalu, membaca pengumuman bahwa tulisanku terpilih dan berhasil membuatku menjadi salah satu blogger yang beruntung mendapat kenang-kenangan dari dblogger. Sebuah komunitas para blogger, yang Januari kemarin genap berusia empat tahun, dan mengadakan lomba menulis di blog dengan tema "Aku dan Dblogger." Berikut ini tulisanku, yang super singkat dan pastinya jauh lebih banyak tulisan lain yang lebih menarik.

Awalnya sama sekali tidak terbayang akan menjadi salah satu blogger yang beruntung. Karena selama belasan atau puluhan kali berpartisipasi dalam berbagai lomba menulis (dengan atau tanpa media blog), belum pernah sekalipun menjadi pemenang. Apalagi statusku yang belum menjadi anggota dblogger, maka tentu saja tulisanku itu hanya sebatas memperkenalkan dblogger (itu juga masih nyontek dari halaman dblogger), disertai sedikit opiniku tentang komunitas tersebut, dan sama sekali tidak ada pengalaman nyata sebagai anggota komunitas tersebut.

Saat mengetahui tulisanku termasuk salah satu pilihan para juri, bukan main senang rasanya. Sekalipun tidak mendapat hadiah apapun juga sudah senang. Apalagi mendapat kenang-kenangan berupa thumbler berlogo dblogger. Hehe agak norak sih diriku, karena sebelumnya belum tahu apa itu thumbler (maklum kosakata English-nya sangat minim), dan sore ini pun kuketahui wujud hadiah yang kuterima dari dblogger. Walau tampang kucel setelah seharian beraktivitas di luar rumah, tetap semangat foto bareng hadiah, yang juga menjadi hadiah pertamaku dalam kompetisi menulis. Terutama menulis sebuah artikel di blog pribadi. Terima kasih dblogger, terima kasih para juri, semoga dblogger makin jaya ^_^.


read more »

Minggu, 20 Januari 2013

My Top 10 Posts

Sekedar iseng melihat daftar peringkat postingan yang sering dikunjungi oleh para peselancar internet yang mampir kemari. Dan ada 10 tulisan yang paling sering dikunjungi, setidaknya sampai detik ini di hari Minggu, tanggal 20 Januari 2013. Bukan untuk pamer, tetapi penulis sebagai admin tunggal blog ini, hanya ingin melakukan brainstroming mencari ide untuk tulisan-tulisan selanjutnya. Mudah-mudahan saat ada yang membaca postingan kali ini, ada juga yang mendapatkan ide baru buat tulisannya (semoga). Walaupun mungkin banyak yang membaca kesepuluh tulisan tersebut merasa terjebak karena ternyata tulisan yang ada tidak sesuai harapan. Setidaknya sedikit banyak kuketahui tren atau kecenderungan kata kunci apa yang banyak diketik oleh semua peselancar dunia maya dari berbagai penjuru dunia. Nah, kalau sudah tahu kata kunci yang banyak dicari, kemungkinan besar kalau kita membuat tulisan menggunakan kata kunci tersebut, pengunjung blog akan meningkat. Alexa rank juga makin bagus (hehe masih newbie, jadi masih penasaran sama si Alexa yang kadang membengkak atau menyusut tanpa kita tahu sebab pastinya). Baiklah, berikut 10 peringkat teratas di http://nilaamalia14888.blogspot.com/. 

213 pageviews. Sesekali mencoba membuat review dari sebuah lagu, dan ternyata tidak semudah saat membaca hasil review dari blogger lain. Nyaris setiap hari ada saja yang mampir ke tulisan yang satu ini, berarti entah dramanya atau lagunya memang disukai banyak orang. Terutama saat demam Korea sedang mewabah seperti sekarang ini. Penulis tidak bisa dikategorikan seorang K-popers atau fanatik dengan musik dari negeri gingseng tersebut. Hanya menyukai K-drama (itu pun belum sampai tahap fanatik) yang ceritanya menarik dan mengajarkan banyak hal positif. Setelah menonton dramanya, barulah menyukai lagu temanya yang biasanya benar-benar mengandung arti cukup dalam sesuai jalan cerita drama. So, it's start from the story to the song.

147 pageviews. Berawal dari sikap heran dan penasaran bagaimana sebuah girlband (itu dulu, sebelum tahu kalau istilah untuk JKT48 bukan girlband tapi Idol Group) beranggotakan lebih dari 20 orang, dan punya begitu banyak fans yang didominasi kaum Adam. Ternyata lirik lagunya cukup membuatku tertarik, dan mengakui kualitas mereka dari segi lagu dan suara (not to their fashion style *_*). Seperti dugaanku, banyaknya jumlah pengunjung di tulisan ini, tidak terlepas dari banyaknya jumlah fans JKT48 yang selalu ingin mengetahui perkembangan idola mereka. Tapi apa mau dikata, Aku bukanlah seorang yang fanatik berlebihan jika menyukai sesuatu hal, jadi belum bisa menghasilkan tulisan lagi berkaitan dengan JKT48. Maybe next time. or maybe never write it again. Who knows?

94 pageviews. Diawali dari sebuah tema yang diberikan oleh panitia penyelenggara kompetisi blog. Pada masa kompetisi berlangsung, kemungkinan besar pengunjung adalah sesama peserta kompetisi yang ingin sekedar mengetahui tulisan peserta lainnya. Sama sepertiku yang selalu ingin tahu tulisan blogger lain yang menulis dengan tema sama, untuk mengetahui kekurangan dari tulisanku, dan belajar dari tulisan orang lain. Seiring dengan berakhirnya kompetisi tersebut, ternyata tidak membuat tulisan ini kehilangan pembaca. Karena kita ketahui bahwa batik merupakan salah satu aset budaya Indonesia, yang tidak akan lekang tergerus zaman. Selalu akan ada yang ingin mencari tahu dan mempelajari semua tentang batik, meski hanya lewat media internet. Jadi inilah sebabnya tulisan bertema batik ini menempati urutan ketiga dari seluruh total tulisan yang ada di blogku.

59 pageviews. Ini hanya sedikit coretan hati sekaligus opini yang terinspirasi dari sebuah drama Korea (lagi-lagi masih tentang Korea ^_^) berjudul New Heart. Begitu pentingnya sebuah organ tubuh bagi mereka yang membutuhkan, di saat organ tubuh kita dianggap sudah tidak berarti jika kita meninggal kelak. Tentang bagaimana sebuah organ bisa membuat seseorang mendapat kesempatan hidup dengan baik. Berdasarkan informasi dari traffic source di statistik blog, mereka yang mampir ke tulisan ini mencari informasi dengan kata kunci berkaitan dengan: donor organ, dunia kedokteran, dan drama korea.

45 pageviews. Sekedar ingin menulis sedikit tentang telepati, yang ternyata tidak jarang peselancar dunia maya yang juga tertarik dengan telepati. Mungkin sekedar penasaran, iseng, atau mereka yang benar-benar ingin mempelajarinya untuk berbagai kebutuhan. Kalau ada yang merasa itu sesuai yang Anda pikirkan, jangan khawatir. Daku tidak mampu melakukan telepati kok, cuma sotoy alias sok tahu :).

35 pageviews. Memang zaman sudah moderen, tetapi namanya orang Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kata orang tua atau nenek moyangku seorang pelaut (ngawur deh), berbagai mitos pun tidak benar-benar hilang sepenuhnya dari kehidupan saat ini. Hanya mencoba membahas keterkaitan mitos dengan apa-apa yang pernah kualami dalam hidup. Percaya tidak percaya. Believe it or not? It's up to you.

28 pageviews. Ternyata kreatifitas itu bukan mutlak dikatakan sebagai bakat bawaan lahir. Buktinya keadaan terdesak mampu membuatku mendadak (terpaksa) mengkreatifkan diri semaksimal mungkin. Terlebih saat itu jika menghadapi seorang balita (sedangkan diri belum berpengalaman menjadi seorang ibu) anak orang lain (bukan anak ibu sendiri alias adik kandungku).

18 pageviews. Menceritakan sedikit tentang salah satu hobiku, dan belajar menuliskan resep suatu hasil karya memasak. Ternyata tidak gampang menceritakan urutan proses memasak, karena salah sedikit bisa membuat orang salah paham dan akhirnya makanan atau minuman yang dihasilkan nanti tidak sesuai harapan. Biasanya sih (berdasarkan kebiasaanku juga), banyak orang yang searching resep masakan di akhir pekan atau masa-masa liburan. Jadi kalau di akhir pekan bingung mau update tulisan apa di blog, coba saja menuliskan tentang resep favorit Anda. Apalagi kalau resepnya punya sesuatu yang lain daripada yang lain, jangan ragu untuk berbagi lewat blog.

18 pageviews. Siapa sih yang tidak kenal dengan Mbak Asma Nadia? Buat yang suka dunia membaca dan menulis, pasti mengetahui dan menggemari karya-karya beliau. Bahkan beberapa cerpenya sudah diangkat ke layar lebar. Beliau adalah sosok penulis yang menginspirasiku untuk belajar menulis, menulis, dan menulis. Banyak amat kata menulis-nya? Bukan apa-apa, karena memang pada dasarnya kalau ingin menjadi seorang penulis, ya itu tadi langsung praktek menulis, menulis, dan menulis. Jadi kuawali dari sebuah blog inilah, media tempatku menulis, menulis, dan menulis (hehe ngeles nih, bilang aja udah bingung mau nulis apa lagi).

16 pageviews. Keberadaan tulisan ini di peringkat 10, sangat diluar dugaan. Karena ini hanya sebuah cerita aneh yang berefek traumatis padaku di masa lalu. Mungkin karena ada kata-kata lipstik ya, sebagai salah satu benda yang identik dengan kecantikan wanita. Dari zaman Cleopatra sampai zamannya Kate Middleton (apa hubungannya ya?), kecantikan fisik selalu dianggap penting oleh mayoritas wanita di seluruh dunia. Sekalipun ada seorang cewek tomboy nan cuek sama penampilannya, suatu saat bisa saja menjadi manusia yang paling khawatir sama penampilannya. Terutama kalau sudah terserang si virus merah jambu tapi jelas bukan jatuh hati kepada Marmut Merah Jambu (hehe peace ya Bang Raditya Dika...), tetap suka sesama manusia.

Itulah kesepuluh postingan paling sering dikunjungi (selama enam bulan umur si blog) di sini. Mau lanjut ke lokasi, ya silahkan... Tidak dipungut biaya kok. Mau langsung keluar dari blog ini karena udah mual baca tulisanku, jangan ragu-ragu muntahin aja sekarang (ga bakal ngotorin halaman "rumah blogku" kan?). Terima kasih sudah mau mampir dan membaca tulisan-tulisan aneh nan (memaksa) unik ini. Have a nice day ^_^.
read more »

Jumat, 18 Januari 2013

DBLOGGER, I Am Coming ^_^

Ketika sedang melakukan aktivitas blogwalking, tanpa sengaja Saya menemukan info tentang lomba menulis bertema "Aku dan dBlogger." Hmm, jadi penasaran syarat lombanya apa saja, tapi lebih penasaran lagi apa sih dBlogger itu? Ternyata dBlogger itu suatu komunitas para blogger, yang awalnya hanya blogger di blogdetik.com, tetapi kemudian berkembang dan anggota sudah banyak juga yang non anggota blogdetik.com. Wah, berarti respon para blogger terhadap komunitas ini, cukup baik. Salut buat dblogger.blogdetik.com.

Selama ini Saya pikir komunitas blogger hanya aktif di dunia maya, misalnya mengikuti kompetisi menulis di blog saja. Atau paling tidak mengadakan kopi darat secara periodik, tapi ya kegiatannya hanya sekedar berkumpul di suatu tempat alias hanya melakukan kegiatan dari blogger untuk blogger kembali. Ternyata pemikiran Saya salah, dBlogger punya beberapa kegiatan yang rutin dilakukan, bahkan bersifat sosial juga, seperti:

1. Mengadakan acara KOPDAR (Kopi Darat) secara rutin.
2. Mengadakan lomba nge-blog seperti yang saat ini sedang berlangsung.
3. Mengadakan gerakan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
4.  Dbloggeran (Arisan dblogger).
5. Penggalangan dana untuk korban bencana.
6. Melakukan kunjungan ke Panti Asuhan dan Rumah Singgah.
7. Pemilihan anggota DBLOGGER favorit (King & Queen).

Bahkan selain kegiatan tersebut, ada juga warung DBLOGGER yang menjual berbagai hasil karya dari tim kreatif bBlogger, berupa merchandise komunitas dBlogger yang sedang berulang tahun keempat di tahun ini. Ada sticker, pin, mug, jaket, tas laptop, jam dinding, pulpen, gantungan kunci, dan lain-lain. Sip, sambil bersosialisasi sambil berbisnis.

Ini merupakan perkenalan pertama Saya dengan dBlogger, sekaligus bertepatan dengan peringatan ulang tahun keempatnya. Selamat ulang tahun dblogger.blogdetik.com, semoga semakin jaya dan dapat menjadi komunitas blogger yang selalu dicintai anggotanya. Hari ini juga Saya baru mendaftar menjadi anggota, semoga bisa berkontribusi dalam setiap kegiatan yang diadakan dBlogger. Sukses untuk dBlogger! ^_^

Buat yang ingin berpartisipasi dengan lomba menulis ini silahkan mampir ke sini.
read more »

Senin, 17 September 2012

Kata "Aku-Kamu" dan "Elu-Gue"

Salam sejahtera untuk seluruh pengunjung blog ini. Mungkin ada satu hal dari sekian banyak hal yang agak khas dari blog ini. Disadari atau tidak disadari, meski banyak tulisan Saya di sini lebih bersifat personal macam curhat atau menyampaikan pendapat pribadi secara  non formal, tapi kata sapa yang digunakan agak kaku. Atau mengarah ke kata membosankan kalau dibaca oleh seseorang yang mengharapkan gaya bahasa santai dan humoris macam tulisan Bang Raditya Dika, yang menjadi salah satu blogger yang menginspirasi banyak orang untuk nge-blog (tidak terkecuali Saya).

Tidak lain tidak bukan, karena penggunaan kata yang menunjukkan orang pertama-kedua yang Saya gunakan lebih nyaman pada kata "Saya/Aku-Kamu/Anda" dibandingkan sapaan gaul anak muda nyaris di se-antero Indonesia, yaitu "Elu-Gue."

Loh, bukankah ber-elu-gue adalah hal yang amat biasa terutama dalam bersosialisasi antar teman sebaya? Apalagi walaupun Saya full keturunan Jawa Tengah, tapi tetap saja lahir dan besar di Jakarta dan sekitarnya, akan sangat familiar dengan kata "elu-gue." Betul, tapi sejak kecil Saya dan adik-adik dibiasakan oleh Mama untuk tidak ber-elu-gue, karena menurutnya tidak sopan. Bahkan waktu masih SD, dan melakukan kebiasaan berantem sama adik laki-lakiku, dan sampai keluar teriakan "elu-gue", sesaat kemudian berantemnya di-pause. Bukan gara-gara dipencet tombol pause pada remot kontrolnya, tetapi akan langsung mendapat ceramah singkat dari Mama :).

Maka di lingkungan SD, dan sampai terbawa ke pesantren pun Saya tetap ber-aku-kamu di awal-awal kenalan dengan beberapa teman pondok. Sampai suatu ketika terlibat pembicaraan dengan beberapa orang (teman seangkatan dan kakak kelas yang sekamar). Intinya mereka sepakat bahwa mengatakan diri sendiri "Aku" dalam percakapan sehari-hari, akan mengesankan seseorang itu sombong (pandangan orang kok bisa segitunya ya hanya dari sebuah kata?). Aduh, wawasan baru yang agak bertentangan dengan opini pribadiku. Khususnya karena kebiasaan sejak kecil yang dilarang ber-elu-gue. Kutanya pada keduanya, lantas kata apa yang baik untuk menunjukkan diri sendiri selain "Saya/Kamu" tapi yang tidak terkesan kaku juga kalau digunakan antar teman sebaya. Mereka sepakat menjawab, nama kita sendiri.

Saya manggut-manggut setuju terutama karena dengan menyebut nama sendiri, enggak akan masuk mahkamah bahasa kalau lupa menggunakan bahasa Arab atau Inggris ^_*. Dan pada saat saya tulis kisah ini, ada satu hal yang baru disadari. Maaf sama sekali tidak menyinggung SARA, tetapi entah kebetulan atau memang benar adanya, hal ini saya yakini. Orang suku Sunda mayoritas membiasakan diri menyebut dirinya sendiri dengan nama masing-masing. Kakak kelas dan teman sekamar yang waktu itu berbincang denganku memang orang Sunda. Kemudian saat mengenal teman-teman yang bersuku Sunda sampai saat ini mereka juga nyaris semua menggunakan namanya sendiri untuk menggunakan kata sapa orang pertama. Sedangkan beberapa lainnya menggunakan kata "Saya", jarang yang ber-Aku (mungkin dengan alasan yang sama).

Sejak saat itu (masih sampai sekarang) Saya lebih nyaman menyebut diri saya dengan nama sendiri, terutama saat berbincang dengan orang-orang selain keluarga sendiri. Apalagi di media-media seolah menggunakan kata "Aku-Kamu" yang digunakan oleh dua orang (cowok dan cewek) itu digunakan untuk mereka yang pacaran. Otomatis akan agak aneh di forum non formal dan kalangan usia sebaya untuk ber-aku-kamu selain sesama perempuan. Untungnya latar belakang pernah mondok (karena gak ada mantan santri, tapi merasa diri jauh dari sebutan santriwati), menyelamatkanku kata sapaannya bisa diganti "Ane-Ente." Dan tetap menyebut diri ini dengan nama sendiri, tetap paling tepat menurutku dalam bahasa lisan.

Ini juga yang membuatku merasa menjadi orang lain saat harus menulis dengan ber-elu-gue, terkecuali jika menulis dalam keadaan emosi tingkat tinggi kali ye? Akan terlalu ribet kalau dalam bahasa tulisan Saya diganti dengan nama (Nila) disetiap tulisan. Maka terkadang penulis menggunakan kata "Saya", atau "Aku" dalam kebanyakan postingan di blog ini (berasa udah banyak aja tulisanya *_*). Namun, adakalanya berusaha jadi diri sendiri, tapi tetap berusaha belajar juga menyesuaikan dengan keadaan kan? Misalnya mau nulis cerpen tokohnya ABG keturunan ke-7 dari Si Pitung, yang masih tinggal di kampung aslinya Pitung, rasanya aneh kalau tokohnya ber-aku-kamu.

Itulah sedikit penjelasan mengapa diri ini berasa aneh banget kalau harus ber-elu-gue, baik untuk percakapan lisan maupun tulisan. Intinya, Saya masih dan harus terus belajar untuk menggunakan dan memilih penmpatan kata "Aku-Kamu" atau "Elu-Gue" yang tepat di setiap tulisan yang dibuat. Karena menulis tidak hanya sekedar memuaskan penulis dalam menuangkan idenya. Tapi juga bagaimana membuat pembaca tidak hanya sekedar membaca teks, tapi dapat merasakan emosi dalam sebuah tulisan, dan syukur Alhamdulillah jika ikut terinspirasi menulis.

Happy reading and then writing your own story!


read more »