Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Senin, 20 Mei 2013

Lebih Dari Sekedar Hadiah Pertama

Dari sekian banyak lomba menulis yang pernah saya ikuti, belum pernah sekalipun berhasil sekedar menjadi juara harapan atau lolos sebagai finalis, jika lombanya terdiri dari beberapa tahapan penyeleksian naskah. Sampai akhirnya, penantian panjang itu menunjukkan hasil walau nama saya berada di urutan terakhir di antara puluhan nama blogger yang tulisannya terpilih untuk mendapatkan kenang-kenangan dari pihak penyelenggara. Ya, sebuah thumbler berlogo dblogger (penyelenggara lomba blog dengan tema komunitas blogger), yang sedang berulang tahun di usia keempat. Sekelumit kisahnya dapat dibaca di sini.

Sebagai lomba pertama yang menghasilkan 'sesuatu', mungkin yang pernah mengalami hal tersebut tahu rasanya. Mungkin hampir sama dengan perasaan haru dan senang ketika pertama kalinya mendapatkan gaji atau honor hasil kerja keras sendiri, atau ketika pertama kalinya melihat bukunya mejeng di toko buku. Tidak melihat seberapa besar atau seberapa mahal nilai hadiahnya, tapi ada kepuasan batin tersendiri, walau tetap harus berusaha meningkatkan kualitas tulisan lagi dan lagi.

Lebih dari itu semua, hadiah yang saya dapatkan ini memiliki nilai plus untuk sedikit perubahan pola hidup saya terkait kesehatan. Khususnya perilaku minum air putih, yang sebelumnya bisa dikatakan di bawah batas minimal kebutuhan air per harinya. Ya, apalagi kalau bukan karena alasan malas. Jika belum benar-benar merasa sangat haus atau badannya lemas, rasanya enggan beranjak untuk mencari/membeli air putih (hehe sebenarnya air bening ya?) atau yang biasa dikenal dengan air mineral, yang harga minimumnya masih Rp 500,00.

Nah, semenjak mendapatkan thumbler dari dblogger inilah kebiasaan jelek tersebut mulai terkikis perlahan. Walau tidak bepergian keluar rumah, thumbler itu tidak pernah absen terisi air dan selalu berada di area yang mudah terjangkau. Sekarang malah rasanya selalu ingin minum air putih saat sadar isi thumbler-nya sudah kosong. Kadang merasa seperti anak kecil, yang baru semangat melakukan hal baik dengan peralatan makan atau alat tulisnya bergambar tokoh kartun favoritnya. Tapi, biarlah yang penting sekarang saya tidak malas lagi memperbanyak minum air putih.

Padahal sebelum mendapat hadiah itu pun, di rumah sudah ada beberapa wadah serupa yang harusnya tidak menjadikan saya malas minum air putih. Mungkin rasanya beda saja, saat memakai barang yang berhasil didapat dari usaha sendiri ya? Jadi semangatnya lain. 

Hal yang terpenting lagi adalah, setiap kali minum dengan thumber itu, menjadi pemicu semangat untuk terus menulis dan tidak berhenti mencoba setiap kali ada lomba kepenulisan.  Karena sebelum memutuskan ikut lomba blog dari dblogger, saya sempat mengalami keraguan dan menganggap tidak mungkin terpilih jadi blogger yang beruntung karena pasti pesertanya banyak sekali. Tapi dengan kenekatan tingkat tinggi ditambah usaha untuk menghasilkan tulisan jujur dari lubuk hati terdalam (eits, lebay-nya kumat), tidak disangka itulah kali pertamanya saya mendapat hadiah dari sebuah event lomba menulis. Again thanks for dblogger ^_^.

Kesimpulannya, hadiah yang saya dapat pertama kali dari suatu lomba kepenulisan tersebut, benar-benar bermanfaat. Lebih dari sekedar pemicu semangat menulis, tapi juga meningkatkan kesehatan (Aamiin).
read more »

Sabtu, 18 Mei 2013

Too Shy To Say

Budaya ke-Timur-an membuat posisi kebanyakan wanita seolah berada di posisi menunggu. Terutama dalam hal perasaan. Meski zaman sudah semakin moderen, tapi tetap saja masih banyak perempuan atau wanita yang merasa malu untuk jujur mengungkapkan perasaan mereka lebih dulu pada seseorang. Malu, takut dianggap agresif, dan alasan lainnya membuat hati menjadi korban perasaan. Ya kalau terus menunggu, lantas menunjukkan hasil yang diharapkan, sebut saja sang pujaan hati juga menaruh perasaan yang sama dan suatu saat 'nembak'. Tapi kenyataan kadang tidak memandang belas kasihan, yang kebanyakan terjadi justru sebaliknya. Hanya mampu terdiam memendam semuanya sendiri, tanpa mendapat kepastian tapi hati masih berusaha bertahan mengharapkan hal semu. 

Sampai kapan?

Pertanyaan itulah yang paling kuat mendasari seseorang, siapa pun itu, baik laki-laki atau perempuan tidak sepatutnya mengalami diskriminasi dalam hal siapa yang berhak terlebih dahulu menyatakan perasaan. Walaupun memang akan agak aneh kalau perempuan duluan yang bersikap. Tapi laki-laki juga tidak semuanya memiliki keberanian super untuk sekedar mengatakan 'I love you', sekalipun sudah menjadi rahasia umum bahwa keduanya saling menyukai. Enggak heran kalau banyak yang bilang, kalau kita memiliki rasa suka, sayang, atau cinta, maka ungkapkanlah. Masalah perasaan terbalas atau tidak, itu urusan belakangan, yang penting segera mendapat kepastian. Dan tentunya tidak lama-lama berlarut mengharapkan suatu hal yang semu.

Seperti sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Endah N Resha berikut ini, dengan judul When You Love Someone.

When You Love Someone
"Endah N Rhesa"

I love you
But it's not so easy
To make you here with me

I wanna touch and hold you forever
But you're still in my dream

And I can't stand to wait 'till nite is coming to my life
And I still have a time to break silence

When you love someone
Just be brave to say
That you want him to be with you

When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will lose your chance
To make your dreams come true

I used to hide and watch you from a distance
And I knew you realize
I was looking for a time to get closer
At least to say "Hello"

And I can't stand to wait your love is coming to my life

When you love someone
Just be brave to say
That you want him to be with you
 
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will lose your chance
To make your dreams come true

And I never thought that I am so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong

Don't ever give up
Just try and try to get what you want
Cause love will find the way

2X
When you love someone
Just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will lose your chance
To make your dreams come true


 Sumber:  http://www.youtube.com/watch?v=TxLUBUpAilE

read more »

Jumat, 17 Mei 2013

Sinyal Yang Harusnya Padam

Seharusnya sinyal sudah tidak lagi terdeteksi.
Seharusnya alat pemancar tidak lagi mengirimkan gelombang ke sana.
Seharusnya tidak mungkin lagi ada balasan walau sekedar kode singkat 'bip...bip...'

Harusnya saklar menunjukkan tanda 'off' bukan 'on' lagi
Harusnya pesan-pesan ini tidak terkirim lagi
Harusnya tidak ada lagi kelanjutan kisah ini

Tapi nyatanya diri ini lupa menekan saklar itu.
Tapi ternyata pesan-pesan itu masih terkirim walau hanya sepatah dua patah kata.
Tapi lagi-lagi kisah ini masih menyisakan sebuah tanda tanya.

Tegas, keras, dan hentikan semuanya tanpa bekas!
Wahai kalbu sang pemancar gelombang, kumohon berhentilah berfungsi!
Setidaknya cobalah untuk mengalihkan gelombangmu ke arah yang lain!
Ke arah yang seharusnya, seharusnya di mata manusia juga Tuhan.

Agar kudapat sadari bahwa itu semua sudah tidak mungkin lagi.
Agar kudapat membuka mata, telinga, dan akal bahwa inilah kenyataan.
Agar kumampu tegak berdiri, kemudian melangkah ke depan tanpa menoleh lagi ke belakang.
Agar harapan semu ini benar-benar mati.

read more »

Kamis, 16 Mei 2013

Apa Bae Dah....

Cuma di sinetron dan berbagai karangan fiksi saja, seseorang dengan mudahnya mengalami hilang ingatan (sebagian atau seluruhnya) atau yang sering disebut dengan amnesia. Kecelakaan, kepala membentur benda keras, atau mengalami kejadian traumatis, tidak sadarkan diri, lalu membuka mata dan kemudian tidak ingat siapa dirinya atau orang terdekatnya.

Di kehidupan nyata, jarang kita temukan orang yang mengalami hilang ingatan setelah kejadian traumatis tersebut. Sebut saja saya sok tahu, tapi memang tidak mudah membuat seseorang kehilangan ingatan, apalagi keseluruhan memori semasa hidup yang pernah dialami. Karena sejatinya Tuhan sudah memberikan kita otak dengan milyaran sel syaraf, yang mendukung kita mengingat semua kenangan hidup. Ditambah lagi adanya rasa yang meningkatkan daya ingat terhadap kejadian berkesan dalam hidup. Kesan baik, buruk, sedih, atau pun menyenangkan.

Maka jangan heran saat kita menemukan orang yang tiba-tiba ingin mengalami hilang ingatan, untuk melupakan sekelumit kisah hidupnya. Atau jangan-jangan diri kita sendiri juga pernah berpikir demikian? Ya, memang sekilas enak sekali jika tiba-tiba saja kenangan yang harusnya tidak boleh diingat-ingat itu, bisa musnah dari hidup kita. Karena tidak semua kenangan pantas dan boleh diingat. Setidaknya karena kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita merasa itu tidak pantas.

Kadang kita terlalu besar memberi tekanan pada diri sendiri, sehingga apa yang ingin dilupakan itu bukan menghilang tapi menjadi semakin kuat melekat di ingatan. Menjadi semaki sulit untuk melangkah maju dan benar-benar melepaskan diri dari jerat masa lalu. Sehingga kadang kita merasa sudah berada di titik jenuh, seolah di ujung tebing, dan merasa tidak ada jalan lain selain loncat ke bawah (putus asa). Kalau sudah demikian, terpikirlah hal-hal konyol dan bodoh tapi memang demikian adanya.

Mau jedotin kepala ke tembok ratusan kali, terjun dari atap bangunan berlantai 20, atau menenggak sesuatu yang tidak seharusnya masuk ke lambung pun, tidak akan mencapai hasil yang diharapkan kalau Tuhan belum mengizinkan kita mengakhiri semuanya. Bahkan sekedar hilang ingatan pun nyaris tidak terjadi, malah yang ada menambah beban pikiran karena perilaku konyol itu.

Kembali lagi ke masalah memori yang semestinya dilupakan, tapi tak jua musnah dari taman akal dan rasa ini. Setiap orang pasti mengalaminya, hanya saja cara mereka menyikapinya yang berbeda-beda. Sebutlah diri ini lebay saat mengatakan tidak mampu lagi melupakan satu atau dua kisah semu itu. Tapi bukankah diri ini juga sedang berusaha untuk melawan semua itu. Berusaha mengeraskan hati, tapi masih juga selalu kalah dengan ingatan itu.

Hff, mereka bilang cerita saja pada orang lain jika ingin melegakan sedikit bebanmu. Tapi kalau diri sendiri sudah tahu bahwa ini salah, dan menceritakan pada mereka hanya akan membuat diri ini tersudut, bukankah lebih baik diam. Toh, jarang menemukan orang yang benar-benar bisa jadi pendengar yang baik, saat kita hanya butuh didengar, bukan dihakimi dengan berbagai kata-kata menyalahkan. Kebanyakan mereka merasa saat seseorang datang padanya untuk bercerita, menganggap orang yang datang itu butuh nasehat. Padahal yang utama adalah butuh didengar terlebih dahulu. Setelah merasa nyaman karena mendapat pendengar yang baik, maka akan ada saatnya dia meminta nasehat sendiri, tanpa harus ditawarkan atau dipaksa menerima saat kondisinya masih labil.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
read more »

Rabu, 08 Mei 2013

Ga Jelas Bo...

Salam. Kangen ingin berbagi lagi di blog. Tapi sampai detik ini masih bingung dengan apa yang ingin ditulis. Tapi, teringat satu hal bahwa saat belum menemukan ide, kita tetap harus menulis, maka saya putuskan (lagi) untuk menulis tanpa paragraf pembuka yang jelas. Bahkan mungkin sampai paragraf penutup juga tidak menemukan inti yang jelas. Tidak mengapa bukan? Toh, saya admin tunggal dari blog ini, maka suka-suka saya dong (apa sih???).

Kadang ada hal yang membuat kita tercengang, terkejut, kaget, dan tidak mengerti mengapa semua bisa terjadi. Tapi kadang sesuatu hal pun tidak selalu harus memiliki alasan yang kita ketahui di awalnya. Bisa nanti, atau bahkan sampai mati pun kita tidak akan pernah tahu alasan di balik segala hal yang terjadi dalam hidup. Namun satu yang pasti adalah, Tuhan telah menetapkan yang terbaik dan tepat dalam segala masalah, nikmat, atau musibah yang menimpa.

Ya, memang Tuhan Maha Tahu segalanya. Bahkan sesuatu yang mungkin tidak kita sukai bisa jadi yang terbaik. Sebaliknya satu hal yang amat sangat dicintai, menyimpan sejuta kerugian untuk diri kita suatu saat nanti.

Semestinya memang kita harus menerima segala ketentuan-Nya. Terutama jika segala upaya dan doa telah dipanjatkan, tapi ternyata hasil akhirnya tidak seusai harapan. Seharusnya kita dapat berpikir positif, tapi kadang emosi dan ego menghalangi kelapangan hati menjadi sebuah pemberontakan hati atas ketentuan-Nya. Padahal jika Dia sudah berkehendak, maka tidak ada gunanya lagi marah-marah atau meratapi nasib dengan tangis yang lebay (ups, jadi malu kalau ingat masa lalu).

Padahal cepat atau lambat, setelah kita mengalami masa transisi dari fase penolakan itu, akan ada masanya diri ini mengerti bahwa ada rahasia di balik rahasia (eh, ngutip sinetron). Saya bukan siapa-siapa, hanya salah satu di antara kita yang beruntung diciptakan Tuhan, menjadi manusia. Lagi-lagi hanya sekedar manusia biasa, bukan wali atau nabi yang konon punya ketaatan luar biasa pada Sang Maha Kuasa. Bukan seorang yang bisa dengan mudah menjaga hati dari segala jenis virus penyakit hati, yang tidak mengenal kata melemah atau mati.

Tapi saya hanya ingin menuliskan sesuatu hal yang semoga bisa bermanfaat, minimal untuk diri sendiri dan mudah-mudahan juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga kita bisa terus belajar sabar, ikhlas, dan menerima segala ketentuan-Nya, yang sudah tentu baik menurut-Nya, bukan sekedar baik menurut diri kita sendiri. Wassalam.
read more »

Jumat, 03 Mei 2013

Aku Ingin Pulang

"PULANG"
Dewi Lestari


Tuhanku / Kuingin bercerita
Kutunduk / Bersujud / Kumulai berdoa
Lelahnya / Jiwaku
Beratnya / Langkahku

Tuhanku / Kurindu tawaku yang dulu
Kejujuran / Kebenaran / Yang dulu kutahu
Kemana / Semua
Sejauh itukah / Kusesat sudah

Peluklah semua tanyaku
Jawablah dengan cara-Mu

Tuhanku / Kuingin berkelana
Kembali / Mencari / Jalan ke rumah
Bukan di sini / Tempatku
Bukan mereka / Yang kucinta

Hari ini / Kumengenali
Arti keberanian / Yang menerbangkanku
Di atas semua / Derita
Dan apa kata dunia

Usai semua sandiwara
Cukup ku berpura-pura
Sejujurnya... Hanya dia yang kucinta
Ke hatinya... Aku ingin pulang
read more »

Hidup Tapi Mati

Hidup tapi tidak hidup
Belum mati tapi seakan telah mati

Ingin tapi tidak ingin
Ada mimpi tapi tak kuasa mewujudkan

Diam, kuterdiam
Terpaksa bicara meski tanpa makna

Lelah
Bosan
Padam
Gelap

Mayat hidup kah?
Atau sejenis zombie yang tak berwujud menyeramkan?

Selalu berharap tidak melihat mentari esok
Tapi masih saja terbangun setelah mati sementara di gelapnya malam

Hidup tapi mati
read more »