Senin, 21 Januari 2013

Lagu-Lagu Dari Jepang Itu...

Pernah suatu ketika tanpa sengaja membaca komentar seseorang yang heran dengan larangan pacaran untuk anggota JKT48, tetapi mengapa mereka banyak menyanyikan lagu tentang cinta? Meski tidak terlibat langsung dengan pembicaraan di suatu forum tersebut, tapi menurut Saya hal tersebut masih dikatakan wajar. Mengapa? Karena normalnya sejak usia remaja, semua orang akan merasakan hal tersebut walau tidak semuanya menjadi pelaku pacaran.

Coba perhatikan lirik-lirik pada lagu yang bertemakan cinta (karena masih ada lagu yang memotivasi semangat dalam bekerja keras), mayoritas sekedar ingin mengungkapkan isi hati ala ABG atau remaja kan? Bukan lirik lagu cinta ala orang dewasa yang rumit, penuh konflik, atau membuat galau berkepanjangan. Jadi lirik lagu mereka justru mau memberitahu dunia, supaya tidak terlalu galau nan mellow kalau sudah terjangkit virus merah jambu. Kalau suka sama seseorang katakan jika berani, atau memilih diam pun boleh. Jika hanya merasa cinta sepihak juga tidak perlu terlalu menjadikannya sebuah beban, karena "Cinta itu suara yang tak mengharapkan jawaban, tapi dikirimkan satu arah" (Karena Kusuka Dirimu, JKT48).

Awalnya sempat bingung dengan lirik-lirik lagu JKT48, karena tempo lagu yang cepat dan beberapa pelafalan bahasa Inggris dengan aksen Jepang yang masih asing di telinga. Ternyata setelah mengetahui lirik-liriknya, menyadari suatu fakta bahwa mayoritas lagu Jepang (berbahasa Jepang atau sudah diterjemahkan ke bahasa lain) memiliki makna yang tersirat. Pemilihan kata-kata agak tingkat dewa, jadi kalau hanya mendengar satu kali masih sedikit bingung maksud dari lagunya. Misalnya di lagu Bunga Sakura dari JKT48 pada lirik "...Sampai tujuan yang Aku ingin, langit biru menunggu diriku, mana yang lebih dulu memutuskan kita, bagaimana pun juga boleh..." Maksud dari penggalan lirik itu, kurang lebih kita harus mengusahakan berbagai cara untuk meraih impian. Kalau tidak salah lagu itu menceritakan seseorang yang bertekad bisa menyusul orang yang sudah sukses lebih dulu. Hanya dianalogikan dengan sekolah, kelulusan kakak kelas, yang lagu tersebut cocok dinyanyikan pada hari perpisahan.

Kemudian kalau ingat lirik lagu dari film kartun Kobo Chan, "Di dunia ini semua hal bisa terjadi, dan apa yang akan terjadi kita tak akan pernah mengetahui... Marilah kita hadapi pasti ada jalan keluar, hari ini entah siapa yang akan bahagia..." Enggak tahu karena level pemikiran anak-anak di Jepang yang lebih dewasa dari kita, atau memang orang Jepang memiliki ciri khas nyiptain lagu dengan lirik yang tidak mudah ditebak maknanya ya? Tapi itu yang menjadi daya tarik dari lagu-lagu yang berasal dari Jepang. Pendengarnya seolah diajarkan memikirkan makna tersirat dari sebuah lagu. Berikut ini lirik lagu yang  berkesan unik dari segi pemilihan kata-katanya.

"....Mungkin seperti perasaan sekuntum bunga saat dia akan mekar..." (Heavy Rotation, JKT48). Tidak terbayang sebelumnya kalau bisa menganalogikan perasaan hati dengan bunga yang mau mekar.

"Bila berjalan, di jalanan panjang adakalanya mobil cipratkan lumpur, kotoran burung tiba-tiba jatuh, adakalanya juga menumpahkan jus..." "....Daripada menangisi kesialan, ayo tertawa..." (Shiroi Shirt, JKT48). kecipratan genangan air, ketiban kotoran burung, numpahin minuman di depan orang banyak, its' real happened in my past time (curcol deh), dan segala jenis hal lain yang membuat kita merasa jadi manusia sial . Tidak perlu malu atau menangisi kesialan, cukup ganti baju (baca: bangkit), tidak usah memperdulikan tatapan/omongan orang lain, tetap semangat meraih masa depan. Ganbatte!

Satu lagi keunikan yang menurut Saya menjadi ciri khas lagu-lagu asal Jepang. Yaitu meminimalkan pengulangan kalimat, kecuali di bagian reff. Jadi misalnya lagunya berdurasi 4 menit, maka bait yang diulang sama persis kata-katanya hanya di bagian reff, dan memungkinkan sekitar tiga sampai empat bait lirik yang berbeda dengan notasi nada sama. Jika kurang yakin silahkan cek di google ya. Sebenarnya masih banyak lagu yang Saya temukan memiliki pemilihan lirik lagu bermakna dalam, tapi tersirat di balik kata-kata yang tidak sembarangan dipilih oleh penciptanya. Tapi sekarang ada yang harus Saya kerjakan jadi cukup sekian ya pembahasan kita tentang keunikan dari lirik lagu-lagu made in Japan. Konnichiwa ^_^.




2 komentar:

  1. Keren pembahasannya. Saya juga stuju, sering merasa gitu saat denger dan baca lirik2 lagu Jepang. tapi karena maknanya tersirat itulah bikin lagunya jad keren, seperti puisi dengan bahasa atau kata2 kiasan serta pemilihan kata2 yang tinggi. Karena minim pengulangan lirik juga jadi gak bikin cepet bosen saat denger :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, betuuulll sekali.... lirik yang keren berarti juga menunjukkan penciptanya sangat sungguh-sungguh saat menggarap calon lagunya ^_^.

      Hapus