Sabtu, 09 Februari 2013

Pelakunya Adalah...

Belakangan ini, menurut Saya kasus kriminal yang marak diberitakan media, didominasi oleh kejahatan yang dilakukan orang terdekat korban. Bahkan bisa dibilang terungkapnya pun seperti kasus-kasus yang diselesaikan oleh Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa dalam komik Detective Conan. Mengapa bisa Saya analogikan dengan kisah komik yang ditulis oleh Aoyama Gosho ini?

Soalnya setelah polisi sibuk mencari-cari tersangka, eh ternyata beberapa hari kemudian terkuaklah fakta bahwa pelaku adalah orang-orang terdekat korban. Baik pelaku mengakui sendiri karena sudah merasa bersalah (baca: sadar dari kekhilafan), atau akhirnya polisi yang berhasil membongkarnya.

Sebut saja kasus pemerkosaan anak di bawah umur, yang tanpa diketahui sebabnya tiba-tiba mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS). Pada umumnya korban akan melaporkan siapa orang yang tega berbuat jahat padanya, tetapi kasus tersebut sama sekali tidak menemui titik terang. Sang anak sama sekali tidak berani bicara walau pada ibunya. Saya sempat heran waktu menonton beritanya di TV. Perasaan, biasanya polisi cepat menangkap pelaku kejahatan, sekalipun pelakunya orang yang tidak dikenal keluarga korban. Pikiran saya pun dengan iseng menebak, jangan-jangan pelakunya masih kerabat/saudara korban (efek kebanyakan baca Detective Conan waktu SD).

Sampai beberapa hari selanjutnya, berita menayangkan bahwa sang ayah "kandung" korban mendatangi kantor polisi dan mengakui perbuatan bejatnya, yang bukan hanya sekali dilakukan pada anak "kandung"nya itu. Jelas saja anak sekaligus korbannya tidak berani mengadukan hal tersebut pada orang lain, karena pelaku adalah ayahnya sendiri. Orang kedua setelah ibu yang wajib dihormati dan dipatuhi segala perintahnya. Tidak cukup hanya merenggut keperawanan anaknya sendiri, tapi juga menularkan penyakit yang mematikan. Setidaknya saat ini korban sudah bahagia berada di sisi Tuhan (jelas anak kecil yang belum memiliki dosa). Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menerima cobaan ini. Aamiin.

Kasus lainnya adalah ketika ada bayi kembar yang ditemukan tewas di sebuah rumah, yang awalnya sang ibu mengakui sedang keluar rumah untuk belanja. Awalnya juga dikatakan ada dua orang lelaki yang diduga perampok, sebagai tersangka utama. Saya kembali heran melihat berita itu, tidak ada dua orang yang ditangkap oleh polisi meski sekedar dicurigai sebagai pelaku. Tiba-tiba publik dikejutkan lagi oleh kenyataan bahwa bayi-bayi tidak berdosa itu dibunuh oleh ibu "kandung"nya sendiri. Karena alasan frustasi tidak mampu menghidupi anak-anaknya, setelah bercerai. Astagfirullah, jauhkan kami dari perbuatan demikian. Setelah sempat melimpahkan kesalahan pada orang lain (yang sebenarnya tidak pernah ada), ternyata dia sendiri pelakunya.

Bukankah kebanyakan pelaku kejahatan di komik Detective Conan, juga orang yang tidak disangka-sangka. Memiliki kisah kesaksian tersendiri, atau berada di luar TKP saat korban ditemukan. Ternyata orang itulah pelakunya. Paling menegangkan waktu Conan/orang lain yang dibius dengan jam pembius, mulai berkata "Pelakunya adalah..... Kamu!" Sambil menunjuk ke arah pelaku. Jreng!! *ga jelas -_-

Kasus lainnya, baru terkuak beberapa hari ini. Seorang balita tewas, menurut kesaksian pengasuhnya, korban dibunuh oleh para perampok yang menyatroni rumah majikannya. Padahal tidak ada tanda-tanda terjadi perampokan/kehilangan barang berharga. Sang pengasuh bayi pun sempat mengaku kalau dia juga disiksa oleh para perampok. Hal ganjil pertama sudah disebutkan, tidak ada barang berharga yang hilang. Kedua, Saya heran mengapa pengasuh bayi tersebut tidak dimunculkan di TV untuk menyebutkan ciri-ciri para perampok. Biasanya kan wartawan selalu mewawancarai saksi utama, minimal untuk menanyakan kronologi kejadian. Diperkuat juga dengan lamanya polisi menemukan para perampok. Dan terbukti pelaku pembunuhan, adalah pengasuh bayi/pembantu itu sendiri. Hanya karena kesal bayi yang tidak mau berhenti menangis. Turut berduka sedalam-dalamnya, semoga orang tua bayi itu, diberikan ketabahan. Kelak bayi mereka akan menanti orang tuanya di surga.

Mungkin penulis memang dulu kebanyakan baca komik. Tapi, ternyata kejadian serupa pun memang mungkin terjadi di kehidupan nyata. Pasti penulis komik serial detektif juga melakukan riset untuk melihat kejadian kriminal apa saja yang mungkin terjadi di masyarakat. Dan memang sekarang kita harus semakin waspada pada siapa pun, apalagi orang yang baru dikenal. Keluarga atau kerabat dekat saja bisa melakukan hal tak terduga, karena berbagai alasan.

Benar ya, kalau kita tidak boleh jadi orang jahat, tapi tidak juga menjadi orang yang terlalu baik pada orang lain. Karena tidak semua orang, bisa menghargai kebaikan kita dengan memperlakukan kita dengan baik pula.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar