Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Sabtu, 08 Juni 2013

Tidak Terduga, Tapi Tidak Seharusnya Dihindari.

Kata-kata memiliki kekuatan tersendiri bagi pembacanya. Tidak hanya kata-kata puitis yang memang sengaja dirangkai penulisnya menjadi sebuah karya sastra. Bahkan sekedar percakapan antar manusia pun, kadang memiliki suatu makna dalam. Tidak hanya percakapan lisan, percakapan lewat tulisan juga bisa sangat mengena ketika pesan yang mungkin singkat itu kita baca.

Katanya, akan ada suatu masa ketika kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang tidak pernah diduga, tetapi berpengaruh besar pada masa depan. Mungkin itu yang beberapa waktu lalu kualami. Entah mengapa membaca pertanyaan lewat tulisan itu, bisa seketika membuat air mata mengalir tanpa bisa ditahan. Entah bingung, kaget, belum siap atau karena pengaruh sedang dalam masa PMS yang membuatku tiba-tiba cengeng? Meski air mata tidak mampu kutahan, tapi kuusahakan sebisa mungkin tangisan spontan itu tidak menimbulkan suara, supaya tidak ada yang mendengarnya.

Satu pertanyaan yang tidak pernah kuduga seumur hidup. Pertanyaan yang baru pertama kalinya ditujukan kepadaku. Pertanyaan yang jawabannya ada di dalam hati nurani, tapi belum kutahu pasti letaknya. Aku bersyukur setidaknya pertanyaan itu kudapat melalui pesan tertulis, bukan melalui percakapan lisan di telepon. Setidaknya aku masih bisa berusaha memberikan jawaban lewat pesan tertulis, saat air mata belum mau berhenti mengalir. Di saat aku tidak mungkin bisa mengutarakan jawabannya secara lisan. Di saat aku harus berusaha mengontrol diri supaya kembali tenang. Karena berbicara saat air mata mengalir tidak akan meredakan tangis, malah akan membuatku sesenggukan seperti anak kecil.

Mungkin aku belum cukup dewasa untuk mempersiapkan diri ketika pertanyaan itu hadir. Mungkin aku juga terlalu minder untuk sekedar berpikir bahwa aku adalah perempuan baik-baik yang pantas untuk sosok baik pula. Mungkin juga aku hanya sedang PMS, jadi persoalan kecil terlalu kubesar-besarkan. Hei, tapi bukankah itu tidak bisa dikatakan sebagai candaan? 

Malam itu, oh ternyata sudah berganti hari. Dini hari itu, kucoba melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuatku tenang. Mencoba bicara langsung. Bukan dengan si penanya lewat pesan tulisan tadi. Tapi kepada-Nya, yang telah menorehkan takdir kami, setidaknya sampai detik itu. Kucoba mengadukan segala hal yang terpendam di hati ini kepada-Nya. Berharap Dia memberikan petunjuk yang dapat kubaca, kulihat, kudengar, dan kurasakan dengan jelas. "Tuhan, jika ini baik untukku, untuknya, dan untuk mereka, maka mudahkanlah. Tapi jika tidak, jadikan kami semua hamba-Mu yang ikhlas dan lapang dada menerima apa pun yang Kau tetapkan untuk kami."
read more »

Jumat, 07 Juni 2013

Liputan6.com yang Aktual, Tajam, dan Terpercaya.

Siapa yang tidak pernah menyaksikan acara Liputan6 di SCTV? Sengaja atau tanpa sengaja, saat kita menyalakan televisi bukan tidak mungkin, pernah sekali saja menyimak informasi yang diberikan secara "Aktual, Tajam, dan Terpercaya." Ya, itulah motto dari Liputan6 yang mengedepankan penyampaian berita terkini yang aktual, tajam karena mendetailnya informasi, serta terpercaya karena didapat dari sumber yang valid.

Sebelum internet mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan kita, tentu sarana mendapatkan berita terbaru setiap harinya kita peroleh dari media cetak dan media elektronik (radio dan televisi). Media cetak harus menunggu waktu terbitnya, dan kadang kita sudah kehabisan karena terlalu banyak pembelinya, sedangkan berita yang disiarkan di radio dan televisi, hanya ada di waktu tertentu. Jika terlewatkan, maka tidak ada siaran ulangnya yang sama persis. Mungkin jika tema beritanya masih sama, tentu sudah ada perkembangan informasi di sana-sini. Intinya kita ketinggalan berita hari ini.

Tapi itu semua hanya terjadi di masa lalu. Perkembangan zaman dan teknologi telah memudahkan kita untuk selalu mengikuti perkembangan berita terkini, dalam waktu yang cukup singkat. Khususnya berita terkini Liputan6.com yang hadir sebagai salah satu portal media online untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap berbagai informasi. Baik informasi dari dalam negeri, maupun informasi dari dunia internasional

Penulis bukanlah seseorang yang mengerti tentang desain sebuah website. Tetapi sebagai peselancar internet sekaligus pembaca berita terkini Liputan6.com, menilai bahwa tampilan halaman awalnya cukup sederhana, namun tidak mengurangi rasa penasaran untuk membaca setiap berita terbaru yang disajikan. Banyaknya jumlah kategori yang ditawarkan membuat Liputan6.com cocok untuk segala kalangan. Pria, wanita, pekerja kantoran, pelajar, bahkan para blogger yang sangat terbantu dalam menghasilkan tulisan berkualitas dari sumber yang aktual, tajam, dan terpercaya.

Ayo tunggu apa lagi? Buruan cek sendiri di Liputan6.com. Mau tahu kabar terkini tentang kasus di ranah politik dan hukum? Ada. Penasaran dengan kabar terbaru para selebriti idola anda? Ada juga kok. Buat para maniak gagdet juga disediakan kolom khusus berita paling update berkaitan gagdet tercanggih masa kini. Atau mau berpeluang dapat hadiah dengan menulis di blog? Sekarang lah saatnya.

Mari berpartisipasi dalam "Lomba Review #KlikLiputan6" yang berlangsung sejak tanggal 10 Mei 2013 sampai dengan tanggal 22 Juni 2013. Masih lumayan lama kan? Kapan lagi berpeluang dapat hadiah sekaligus mendapatkan informasi tentang berita yang pastinya "Aktual, Tajam, dan Terpercaya"?
read more »

Kamis, 06 Juni 2013

Jus Semangka + Nutrisari Jeruk Manis alaNila

Malas makan buah adalah satu hal yang sudah lama menjadi sifat jelek saya. Tetapi tidak dapat disangkal, bahwa konsumsi buah sangat penting setiap harinya, terutama untuk mencukupi kebutuhan serat harian. Lalu bagaimana mengakalinya? Mungkin teman-teman sekalian (sok akrab dikit boleh lah ya) ada yang punya pengalaman sama? Sejak kecil sangat susah untuk rutin makan buah-buahan? Cobalah minum buah-buahan!

Minum? Maksud saya, dibuat saja menjadi jus atau sari buah. Tentu dengan penambahan jumlah air atau pemanis yang tidak terlalu banyak. Tujuannya, ya supaya kita bisa menikmati rasa asli buah, sebagai langkah awal pembiasaan untuk selalu mengonsumsi buah-buahan. Saran saya sih (enggak diikuti juga boleh) buat jus/sari buah sendiri di rumah alias home made. Karena kadang sari buah atau jus dalam kemasan, tidak semuanya menggunakan pemanis alami, dan sudah pasti juga diberikan zat pengawet untuk memperlama masa simpan.

Sekedar berbagi pengalaman, saya pernah kapok mengonsumsi sari buah kemasan salah satu merek (tidak terlalu terkenal, tapi juga tidak bisa dibilang merek baru) yang dijual di supermarket. Setelah beberapa saat meminum sari buah tersebut, saya merasakan sensasi aneh di kerongkongan. Mungkin kita sebagai masyarakat awam lebih mengenalnya dengan sebutan radang tenggorokan. Ya, terasa sangat sakit saat menelan makanan dan minuman.

Saya jadi ingat beberapa tahun sebelumnya, juga pernah mengalami hal serupa setelah meminum es buah yang kami (saya dan teman-teman sekolah) jual untuk keperluan organisasi. Baru meminum sedikit saja sudah mengalami rasa sakit ketika menelan makanan dan minuman. Bahkan untuk bicara pun harus menahan rasa nyeri. Memang saat itu untuk meminimalisir modal jualan, kami sengaja tidak menggunakan gula pasir sebagai pemanis alami, melainkan pakai bubuk putih yang berfungsi sebagai pemanis buatan. Kalau tidak salah nama pemanis buatan itu adalah Sakarin. Memang efek manisnya cukup hebat, pakai sedikit sudah terasa manis. Tapi ternyata pemanis buatan tidaklah bersahabat dengan tubuh saya. Semenjak itu saya lebih pilih pesan air putih (bening kalii...) saat membeli minuman di tempat yang belum jelas kebersihan dan keamanan pangannya.

Kembali ke masalah membuat jus atau sari buah home made. Karena kita buat sendiri, maka tidak ada aturan atau resep khusus. Kita bebas memilih buah yang kita inginkan, serta mau mencampurnya dengan apa saja. Intinya, jika ingin semakin sehat sebenarnya kita harus meminimalisir penambahan air dan pemanis. Namun, karena cita rasa, tekstur dan kadar air masing-masing buah yang berbeda, maka kita juga tidak bisa menyamaratakan ukuran penambahan air dan pemanisnya.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya mencoba mengkreasikan berbagai olahan buah menjadi jus. Tapi kali ini saya ingin berbagi satu resep dulu ya. Enggak ada nama spesial sih, soalnya cuma jus Semangka yang ditambah air secukupnya, dan satu sachet Nutrisar* rasa jeruk manis. Setelah mengiris-iris daging buah Semangka (buang juga bijinya), masukkan ke dalam blender atau juicer, tambahkan dengan bubuk Nutrisar* dan beri air secukupnya. Blender sampai menjadi larutan yang tercampur rata, dan sajikan dalam keadaan dingin/beri es. Ini penampakan jus Semangka dengan Nutrisari (kesebut dah mereknya) alaNila.

Jus Semangka dengan Nutrisari (Jeruk Manis) alaNila

Kenapa saya menambahkan bubuk minuman rasa Jeruk?

Tujuan utama adalah untuk menyamarkan aroma aneh (Tahu kan agak-agak apek gimana gitu kalau Semangka bercampur air?) yang muncul kalau kita blender semangka dengan air to'. Jadi diakalin dengan sari Jeruk deh, supaya aromanya lebih dominan dari Jeruk. Hal ini dapat kita aplikasikan juga saat membuat jus Pepaya, atau jus Apel supaya warnanya tidak berubah cokelat.

Sebenarnya yang saya perlukan adalah sari jeruk alami dari buah Jeruk segar. Berhubung si Jeruk peras-nya sedang tidak ada, dan di dapur ada beberapa sachet Nutrisari, jadi pakai sari Jeruk bubuk saja. Nutrisari adalah merek minuman rasa Jeruk, yang sudah lama saya kenal sejak masih SD. Dan meminumnya tidak membuat saya mengalami radang tenggorokan (kerongkongan). Jadi saya tidak ragu mencampurnya ke dalam jus buah-buahan untuk diminum sehari-hari. Lain waktu saya akan berbagi resep jus buah-buahan kreasi saya lagi. Mari biasakan makan (dan minum) buah setiap hari! Semoga bermanfaat ^_^.
read more »

Rabu, 05 Juni 2013

Mengatasi Insomnia Secara Islami

Hampir semua orang tahu apa yang disebut dengan insomnia. Itu kan yang seluruh atau sebagian ingatannya hilang? Wooi, itu amnesia Neng. Insomnia merupakan keadaan di mana seseorang mengalami gangguan tidur. Sebelumnya admin blog ini pernah menulis tentang insomnia, ya walaupun hanya satu paragraf tidak jelas, karena saat itu mungkin juga sedang menjadi seorang penderita insomnia. Mau tahu tulisannya? Cap cus ke TKP gan...

Menurut kamuskesehatan.com,  Insomnia adalah gangguan di mana orang tidak mendapatkan tidur yang cukup, karena satu atau beberapa faktor. Pada siang hari, penderitanya cenderung memiliki gejala berupa: kantuk di siang hari, kelelahan, dan penurunan kewaspadaan mental. Bentuk insomnia bisa terlihat dalam hal-hal beriku: ketidakmampuan untuk tidur, ketidakmampuan tetap lelap saat tidur atau terbangun di waktu yang terlalu awal, dan belum sempat mendapat tidur yang cukup. 

Berdasarkan waktunya, dibagi menjadi dua kelompok: (1) Insomnia akut, yaitu terjadi dalam periode yang singkat; dan (2) Insomnia kronis, yang gejalanya dialami lebih lama/biasanya lebih dari satu bulan. Sedangkan menurut pemicunya, dibagi menjadi insomnia primer (tidak dapat dikaitkan dengan gangguan lain selain masalah tidur) dan insomnia sekunder (dapat ditelusuri ke sumber lain, seperti: kondisi medis, penggunaan obat-obatan, alkohol, dan gangguan mental seperti depresi berat). *Sumber: http://kamuskesehatan.com/arti/insomnia/


Jadi kurang lebih insomnia itu bisa berupa sulit memejamkan mata walau badan sudah berbaring di atas kasur, atau bisa juga tidur dalam kondisi yang jauh dari kata lelap dan mudah terbangun meski tubuh belum cukup beristirahat. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengatasi insomnia. Bagi yang sudah mengalami insomnia kronis, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan seorang ahli. Tapi jika kita merasa itu hanya karena ada hal yang menjadi beban pikiran, maka tidak ada cara lain selain berusaha menenangkan diri sendiri.

Bagaimana caranya? Agama apa pun pasti mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengingat Tuhan untuk mendapatkan ketenangan hati. Termasuk Islam, yang jumlah penganutnya terbanyak di Indonesia. Jadi salah satu cara yang patut dicoba adalah membaca wirid menjelang tidur, yang saya kutip dari sebuah buku berjudul "Fikih Wanita: Antara Tinjauan Agama & Medis" (Hj. Saidah Said dan Hj. Mufidah Umaroh Anshori, 2012). Semoga bermanfaat tidak hanya sekedar untuk mengatasi insomnia, tetapi juga menjaga kita supaya selalu dalam keadaan mengingat Allah swt, dalam bangun dan tidur, serta dalam hidup dan mati.

Bacaan wirid menjelang tidur (Berhubung tidak punya aplikasi tulisan Arab, jadi saya tulis latinnya saja.):

1. Bismillaahirrahmaanirrahiim, 21 kali

2. Surat Al-Ikhlas, 7 kali

3. Surat Al-Falaq, 7 kali

4. Surat An-Naas, 7 kali

5. Subhaanallah wal Hamdulillah wa Laa ilaahaillallahuwallahuakbar, 7 kali

6. Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa ali sayyidinaa Muhammad, 7 kali

7. Bismillaahilladzii laa yadhlurru syai'un fil ardhli wa laa fis-samaa'i wa huwas-samii'ul 'aliim, 7 kali.
read more »

Selasa, 04 Juni 2013

Pelajaran Berharga Dari Mereka. Makasih Ya!

Dunia anak-anak memang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan. Saya sendiri sebelumnya pernah menulis beberapa artikel (sekalian curcol), yang berhubungan dengan anak-anak, tidak terkecuali mereka yang masih disebut Balita. Baik fenomena yang terjadi di masyarakat, pengalaman saat saya kecil, atau ketika saya berinteraksi dengan sepupu dan keponakan yang imut, lucu, cerdas, dan kadang cukup menguji kesabaran saat menghadapi mereka. Di bawah ini beberapa tulisan yang saya maksud:


Dua belas tulisan? Belum mencapai puluhan sih, tetapi saya sendiri baru sadar bahwa ada lebih dari 10 tulisan (non fiksi) yang berhubungan dengan anak-anak. Dulu, atau bahkan mungkin sampai saat ini, ada saja suatu masa ketika anak-anak berceloteh ingin segera menjadi orang dewasa. Saya sendiri pernah berpikir demikian, hanya karena alasan sepele. Tidak ingin lagi mengerjakan PR yang setiap hari diberikan oleh para guru. Padahal orang dewasa itu lebih rumit, lebih banyak tanggung jawabnya, dan ada titik jenuh di mana orang dewasa kembali merindukan masa kecil. Saat sudah mencapai usia dewasa, tiba-tiba ingin menjadi anak kecil lagi, yang tidak punya beban pikiran ini dan itu, serta tanpa malu menangis lalu lima menit kemudian tertawa bahagia.

Tapi bukan keinginan menjadi anak kecil lagi, yang akan saya bahas. Kain ajaib yang bisa membuat kita jadi bayi kembali, cuma ada di komik karangan Fujiko F. Fujio (Bukti bahwa penulis mati memang meninggalkan karya. Komik dan kartun Doraemon masih tetap dikenal anak-anak masa kini). Mustahil kan balik lagi ke dalam perut ibu, atau tiba-tiba terbangun dengan pakaian sudah kedodoran akibat badan yang menyusut seperti Shinichi Kudo? #KenapaJadiBahasKomik?

Inti dari artikel kali ini adalah, siapa pun orangnya, anak kecil sekali pun yang kita temui, mereka akan memberikan pelajaran penting untuk kita. Terinspirasi dari kisah nyata (kayak opening di film ceritanya) yang terjadi hari Minggu lalu. Saat rumah kami kedatangan tamu-tamu kecil berjumlah 4 orang. Yang paling besar perempuan kelas 4 SD, kemudian murid TK B yang centilnya hampir sepadan sama cerdasnya, dan 2 balita cewek dan cowok.

Apa sih pelajaran dari hari itu? Saya lebih menekankan kepada yang TK dan balita ya, soalnya yang kelas 4 SD kan sudah bisa diberi tahu cukup dengan kata-kata. Beda sama para Balita, yang kadang lebih dari sekedar kata-kata, tapi bagaimana cara kita menyampaikannya.

Jika ada banyak jenis mainan di hadapan mereka, tetap yang diperebutkan hanya satu. Misalnya saat yang satu bermain Lego, maka yang lain akan ikut memperebutkannya, padahal masih ada boneka dan buku mewarnai+krayon yang nganggur. Begitu juga sebaliknya saat yang satunya bosan, dan meninggalkan Lego, yang lain ikut-ikutan lagi. Memperebutkan objek yang berbeda, dan terulang lagi berantem khas mereka.

Begitu juga masalah perhatian orang dewasa di sekitarnya, sama-sama tidak mau kalah merengek minta ditemani bermain. Hehe senang sih, lumayan jadi berasa bocah lagi main bareng mereka, tapi harus hati-hati bersikap dan sebisa mungkin adil, supaya mereka enggak berantem atau ada yang merasa kurang diperhatikan. Walaupun mereka sebenarnya keponakan, tapi memanggil saya dengan sebutan Kakak/Mbak. Jadi sebentar-sebentar terdengarlah rengekan "Kak, kak, kak."

Saya dulu juga pernah membaca artikel tentang mengatasi anak yang tidak mau makan. Artikel tersebut menyebutkan tidak perlu adanya pemaksaan, karena bisa berakibat trauma dan membuat anak membenci aktivitas makan. Caranya adalah biarkan saja anak bermain atau melakukan hal yang disukainya, hentikan membujuk anak untuk makan. Maka siang itu saya makan duluan dengan keponakan yang kelas 4 SD. Serta membiarkan balita yang perempuan dan yang masih TK B, tetap bermain dan mewarnai tanpa ditemani.

Setelah saya selesai makan, saya iseng bertanya ke ponakan yang sudah TK B, dengan tersenyum dan bicara dengan nada sok imut. "Yakin nih enggak mau makan?" Mungkin karena sudah merasa lapar, dia pun mengangguk dan malu-malu berkata mau makan asalkan disuapin sama Bunda. Setelah yang satu mau makan, balita perempuan yang satunya lagi, juga ikut-ikutan mau makan. Memang sih sempat ditakut-takutin kalau tidak mau makan, nanti enggak diajak berenang. Tapi menurut saya yang membuat mereka mau makan, bukan ancaman itu. Soalnya dari awal sudah diancam (secara halus lah) seperti itu, enggak ada pengaruhnya. Tetap keukeuh menolak makanan yang sudah berada di depan mulut. Hal tersebut terjadi karena saat pertama ditawari makan, mereka belum merasa lapar. Setelah puas bermain, barulah mereka merasa lapar dan butuh makanan. Jadi lebih mudah membujuknya. 

Terbukti artikel yang pernah saya baca itu benar. Jadi pemaksaan yang kadang dilakukan dengan alasan kebaikan anak (takut kebutuhan gizi tak terpenuhi), tidak dapat dibenarkan. Memang sih orang tua kadang saking lelahnya dan pusing menghadapi anak, maka terkadang lupa untuk bersikap lembut pada anak. Wajar karena itu semua demi kebaikan anaknya. Saya sama sekali tidak berhak membahas ini secara panjang lebar karena belum berpengalaman. #TakutKualat

Satu hal lagi, yaitu saat anak-anak hampir marah atau menangis, baik saat berantem atau kejadian kekerasan tidak sengaja yang mereka alami, bisa dicegah dengan cara mengalihkan perhatian mereka. Tetapi saya sendiri tidak tahu apakah ini bagus untuk perkembangan mentalnya, karena ada emosi yang semestinya dikeluarkan tiba-tiba ditahan/dialihkan ke hal lain. 

Di kolam renang yang dangkal, saya bertiga dengan keponakan yang masih TK B dan balita perempuan. Menemani mereka sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi begini ceritanya, mereka sempat bertabrakan antara tangan dan muka. Sekilas tampak wajah mereka tegang, dan saya pikir sebentar lagi akan ada perang disusul tangisan ala bocah. Maka jurus jayus dapat dikeluarkan jika kita berada di situasi serupa. 

Jayus? Maksud L? Iya, melakukan hal apa pun yang menurut kita sangat tidak lucu tapi seenggaknya bisa buat anak kecil tertawa atau minimal senyum lah. Maka, saat itu refleks saya pun segera membentuk huruf "V" dengan jari tangan, sambil berkata "Peace ^_^....." Dan wajah tegang mereka pun sirna menjadi tawa lepas. Fiuhhh.... Lega, enggak kebayang gimana nanti bikin berhenti nangis kalau mereka benar-benar emosi? Secara, seakrab apa pun saya dengan mereka, tetap saja itu pertemuan pertama kami yang benar-benar saling kenal. Dulu mereka masih pada belajar jalan, pasti sudah lupa dengan wajah apalagi nama saya. Makasih adik-adik, eh keponakan-keponakanku atas hari Minggu kemarin. #MasihLupaSamaUmur
read more »

Senin, 03 Juni 2013

Panggil Saya Nila, Bukan Nil.

Entah karena lagi mengalami masa PMS dan terlalu sensitif, atau memang benar-benar tidak suka akan hal itu. Baru beberapa hari ini si Teteh yang bantu-bantu di rumah seolah punya panggilan baru ke saya. Biasanya sih normal saja, nama pertama saya dengan tambahan kata sapa mbak, yaitu Mbak Nila. Enggak ada anehnya bukan?

Nah, apa karena dia sudah merasa tinggal agak lama (jelas belum ada setahun), atau berusaha lebih akrab, tiba-tiba merubah panggilan itu menjadi Mbak Nil. Sekali, dua kali pertama tidak merasa terganggu, anggap saja dia lagi malas-malasan ngomong. Tapi selanjutnya, jadi merasa aneh dan agak risih. Malah ngerasa dia lagi ngomong sama orang lain. Apa susahnya sih, menyebut nama saya seperti biasanya, Nila ya bukan Nil. Bukan apa-apa, kalau sekedar Nil (misalkan memanggil dari jauh) tanpa kata sapa mbak, sih enggak masalah. Yang aneh itu saat disapa 'Mbak Nil', apalagi saat nada kata Nil-nya disebut dengan panjang dua harakat itu benar-benar aneh. Nil dengan tambahan satu kata di depannya itu, mengingatkan pada nama sungai atau hewan. Masih mending kan kalau sungai Nil, tapi kalau Kuda Nil?@#$%&*

Oke, anggap saja saya emang terlalu berlebihan akan hal ini. Mungkin emang si Teteh lagi ingin mengakrabkan diri dengan menyapa saya berbeda dari orang lain. Mungkin juga saya saja yang masih asing dengan panggilan ini. Kita lihat saja nanti apakah panggilan itu terus dipakainya, atau hanya bersifat sementara. Saya juga tidak berhak memprotesnya kan? Memang benar juga itu bagian dari nama saya, hanya saja satu huruf dihilangkan. Toh, saya tidak dapat memilih nama karena apa pun itu pasti orang tua telah menyelipkan suatu doa yang baik saat memilih nama untuk putra-putrinya.

Jadi gimana? Mau protes enggak sama si Teteh? Baiklah akan saya beri jeda waktu beberapa saat, siapa tahu ini hanya sementara, dan saya akan berusaha untuk tidak menampakkan tampak cemberut di depannya. Huffh, padahal kemarin sempat kesel dalam hati juga dan langsung ingin menyudahi percakapan kami supaya emosi ini enggak keluar didepannya. Bukan maksud mengkambinghitamkan si PMS, tapi memang rasanya sebulan sekali, ada saja hal kecil yang bikin BeTe kalau sudah masanya.

Jika suatu saat saya sudah merasa amat sangat tidak nyaman dengan panggilan itu, maka saya akan berkata jujur. Toh, dia juga sejak awal memanggil nama saya tanpa menghilangkan huruf 'a'-nya kan? Saya akan katakan, "Panggil saya Nila, bukan Nil...."
read more »

Minggu, 02 Juni 2013

Ramadhan Sebentar Lagi

Ramadhan sebentar lagi akan segera menyapa. Semua umat Islam pasti sudah tahu akan hal ini. Tapi kemarin karena melihat iklan sirup, iklan obat sakit kepala yang tidak harus diminum setelah makan, dan iklan pasta gigi yang berhubungan dengan puasa, jadi makin terasa bahwa Ramadhan semakin dekat.

Terutama iklan sirup, yang biasanya punya jadwal khusus mulai gencar ditayangkan dalam waktu kurang lebih sebulan sebelum Ramadhan. Adegannya pun unik, dengan tema umum adalah tentang keluarga dan persahabatan. Setelah melakukan aktivitas bersama seharian, datanglah seseorang membawakan nampan dengan beberapa gelas berisi minuman dingin yang tampak sangat segar. Kemudian dengan ekspresi begitu menikmati, meneguk minuman tersebut sambil tersenyum bahagia. Iklan bersambung deh (emang begitu kan? lanjutannya pas lebaran).

Efek menyaksikan iklan tersebut belum begitu kuat sekarang. Tapi nanti saat sedang berpuasa, apalagi menjelang waktu berbuka, pasti deh semakin sering iklan sirup yang kita lihat di sela-sela acara kultum dari para ustad terkenal (kalau ada istilah celebrity chef, bolehlah saya sebut beliau-beliau itu sebagai celebrity ustadz). Otomatis, semangat banget memikirkan (mikir aja kok semangat sih) mau berbuka dengan makanan dan minuman apa hari ini. Eh, maaf ya enggak bermaksud menyinggung siapa-siapa kok. Buat pengingat diri sendiri aja dan siapa pun yang merasa demikian.

"Ala bisa karena biasa."

Begitu juga dengan puasa, yang tidak hanya menahan makan dan minum (termasuk merokok sodara-sodara), tapi juga mengendalikan emosi dan hawa nafsu lainnya. Saya tidak akan membahas tentang jenis-jenis atau keutamaan dari puasa sunnah yang dianjurkan, termasuk puasa Rajab. Karena khawatir salah menyampaikan, dengan pengetahuan saya yang sangat minim ini. Tetapi saya berusaha menyimpulkan bahwa seseorang yang terbiasa melakukan puasa sunnah selain puasa wajib saat Ramadhan, kemungkinan besar telah terbiasa untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosinya.

Jadi saat Ramadhan nanti, tidak akan kaget atau merasa berat menjalankan aktivitas dalam keadaan berpuasa. Selain itu, kebiasaan berpuasa akan memberikan dampak positif pada kesehatan tubuh. Minimal saat berpuasa, kita jadi punya pola makan teratur yaitu: waktu sahur yang diakhirkan, dan waktu berbuka yang disegerakan alias tidak ditunda. Sedangkan saat sedang tidak berpuasa, karena bisa kapan pun makan dan minum, belum tentu kita bisa disiplin dan kadang karena padatnya aktivitas, malah sering menunda makan walaupun tubuh sudah memerlukan tambahan energi.

Jadi, apa lagi ya? Sudah bingung mau menulis apa lagi. Semoga semua kita yang muslim selalu sehat, berumur panjang, dan kesempatan untuk kembali menikmati indahnya Ramadhan, bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, dan penuh hikmah. Kemudian bisa mencapai fitrah kembali setelah Ramadhan usai (kecepetan ya ngomonginya, Rajab aja belum selesai). May Allah bless us.



read more »

Sabtu, 01 Juni 2013

IIFF 2013, Me & Wedges.

Sejak tanggal 30 Mei sampai 02 Juni 2013, ada salah satu acara besar yang diselenggarakan di gedung Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Khusus mereka yang sangat menyukai hal-hal terkait fashion, tentu tidak ingin ketinggalan untuk sekedar menghadirinya bukan? Apalagi para hijaber yang saat ini makin meningkat jumlahnya, dan tidak lupa pula para fashion blogger, terutama yang juga menjadikan websitenya untuk jualan all about fashion. Ya, nama acaranya adalah Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2013.

Jangan salah sangka dulu, paragraf awal tersebut sama sekali tidak mengindikasikan bahwa saya memutuskan beralih menjadi seorang fashion blogger. Jangankan menjadi fashion blogger, saya bukan termasuk perempuan yang selalu up to date dengan perkembangan fashion. Dalam berpakaian, saya lebih mengutamakan prinsip kenyamanan, yang kadang menurut orang lain terlalu cuek, bahkan kata Mama saya jauh dari kesan dewasa alias kayak anak-anak. Hehe daripada sok tua sebelum waktunya?

Loh katanya cuek dalam hal fashion, tapi ngapain jauh-jauh (padahal yang buat jaraknya terasa jauh itu karena macetnya jalanan ibu kota) ke Senayan lihat pameran yang enggak gratis? Just for info, HTM-nya termasuk terjangkau yaitu Rp 15000 dengan tambahan bonus sampel produk Natur-E yang terdiri dari suplemen, krim wajah, dan body lotion. Sekalian mengakui ya kalau IIFF 2013 ini adalah pameran fashion pertama yang saya datangi. Apalagi alasannya kalau bukan diajak Mama, yang ada keperluan tertentu sekaligus (sekedar nebak sih) punya misi tersembunyi biar anaknya enggak terlalu cuek sama penampilan.

Sebenarnya sejak awal diajak, sudah merencakan akan berpakaian yang gue banget alias simple, enggak ribet, dan nyaman tentunya. Tapi ternyata beberapa waktu lalu dibeliin sebuah gamis sama Mama, dan disuruh pakai sekalian untuk mencoba. Sebenarnya sih ukurannya pas di badan, tapi berhubung punya tinggi yang agak kurang, jadi gamis itu kepanjangan. Karena berangkatnya setelah waktu shalat Jum'at, jadi pakaian yang terlanjur nempel di badan itu, enggak punya waktu lagi buat ditukar. Akhirnya dengan kenekatan tingkat tinggi (aduh, lebay deh) saya putuskan memakai sepasang sandal sepatu wedges yang sudah setahun lalu dibeli, dan cuma dipakai satu kali saat nikahan kakak sepupu. Tujuannya hanya satu, yaitu agar si gamis tidak menyapu jalanan, atau terinjak saat berjalan.

Sebenarnya di tempat pameran, masih bisa berjalan dengan baik walaupun terasa banget pegelnya. Tapi enggak bisa bohong ya, yang namanya belum biasa tetap saja belum biasa. Tegang bo... Bukannya fokus mencari pakaian yang cocok dihati, malah fokus sama yang di bawah, yaitu kaki. Kebanyakan mikir, takut  jalannya sempoyongan terus nabrak atau nginjek kaki orang lain, atau kesandung bagian bawah karpet yang ada kabel-kabel mirip polisi tidur di jalanan, dan segala ketegangan lain yang makin menurunkan minat saya sama pameran itu. Kalau ingat harga kain atau pakaian jadi yang sampai melebihi angka Rp 500.000, jadi ngebatin sendiri kalau buat borong buku dapet berapa banyak ya? Haduh, emang dasar kalapnya kumat kalau diajak ke pameran buku atau toko buku saja.

Enggak terasa sudah sekitar dua jam muterin area pameran, yang sebenarnya belum semua stan kami datangi. Baru hari Jum'at aja sudah ramai seperti itu, apalagi di Sabtu dan Minggu ya? Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 5 sore, dan kami segera menuju tempat shalat yang disediakan di lantai dasar gedung. Otomatis harus melewati eskalator dong. Entah karena lelahnya kaki atau belum siap melangkahkan kaki ke eskalator, badan saya sempat sempoyongan. Nyaris jatuh ke bagian depan, yang jika saja terjadi bukan hanya sekedar membahayakan diri sendiri, tapi juga Mama yang posisinya saat itu di depan. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dan membuat saya kembali mampu menyeimbangkan tubuh, dan tidak benar-benar jatuh. Aneh kan kalau nanti muncul berita, "Gara-Gara Wedges, Seorang Wanita Terjungkal di Eskalator JCC Senayan." Apa sih?

Beberapa kali juga berpapasan (tanpa menegur tentunya) dengan artis atau model yang wajahnya sering kita lihat di layar kaca. Tapi kebanyakan enggak ingat namanya, cuma pernah sesekali melihat wajahnya di sinetron atau acara televisi. Mereka memang mengisi acara di mainstage atau juga buka stan di pameran tersebut. Di dua hari terakhir IIFF 2013 juga pasti akan lebih banyak lagi public figure yang datang ke sana. Terlebih lagi memang sekarang juga semakin banyak selebriti yang memutuskan menjadi seorang hijaber. Bahkan tidak ragu membagikan kisah proses berhijabnya dalam sebuah buku, seperti Mbak Peggy Melati Sukma yang ternyata selain launching bukunya berjudul "My Life, My Hijab", juga membuka stan miliknya di IIFF 2013. Sayang, saya tidak bisa melihat acara peluncuran bukunya, karena waktu itu sudah menjelang waktu Magrib dan kami harus segera pulang untuk meminimalisir kemungkinan terjebak lebih lama di kemacetan khas Jakarta.

Intinya, pagelaran IIFF 2013 menurut saya cukup ramai terutama dari jumlah stan-nya yang cukup banyak. Bahkan beberapa stan tidak hanya menjual pakaian, sepatu, atau aksesoris untuk hijaber, tapi juga ada kosmetik, majalah fashion, dan kue yang sedang tren katanya, yaitu Jar Cake (cake dalam toples kecil unyu nan dingin karena disimpan dalam kulkas). Walaupun tidak sempat melihat fashion show di mainstage, tapi datang ke sana dan berkeliling saja sudah seperti melihat fashion show tanpa catwalk. Hal ini dikarenakan para pengunjung pun seperti tidak mau kalah dengan para model saat fashion show. Masing-masing seolah berkreasi dengan penampilannya, terutama yang mengenakan hijab. Jangan kira hanya anak-anak muda yang seolah tampil dengan dandanan hijab yang sedang tren, ibu-ibu pun saya lihat tidak mau ketinggalan. Hehe saya sendiri masih belum bisa dan mau untuk mengenakan hijab dengan gaya yang menurut saya ribet (kata mereka sih enggak ribet, saya saja yang beda pendapat).

Buat yang penasaran dan ingin bergabung dalam kemeriahan IIFF 2013, langsung saja cap cus ke Komplek Gelora Bung Karno, tepatnya di Gedung JCC Senayan. Dari arah gerbang masuk JCC, lokasi IIFF 2013, ada di pintu masuk yang paling pojok (soalnya ada banyak pameran lainnya). Untuk HTM, kemarin waktu saya berkunjung kesana masih Rp 15000, kurang tahu pasti apakah hari ini dan besok ada perbedaan harga atau tidak. Saran saya jangan berangkat siang, karena nanti tidak punya waktu banyak dan akhirnya kurang puas karena masih ada stan yang terlewatkan. Jangan lupa juga ambil kartu nama atau brosur yang disediakan gratis, lumayan siapa tahu suatu saat dibutuhkan. Selamat menikmati akhir pekan anda ^_^.
read more »